SPATIAL DISPARITIES IN NUMERACY LEARNING OUTCOMES USING THE GASING METHOD: A COMPARATIVE ANALYSIS BETWEEN RURAL HIGHLAND AND URBAN COASTAL REGIONS IN PAPUA, INDONESIA

Geographical inequalities and limited access to educational resources remain major challenges to equitable numeracy learning, particularly in remote areas of Papua, Indonesia. This study aimed to analyze disparities in numeracy learning outcomes and score improvements following the implementation of the GASING (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan) method in rural highland and urban coastal regions. A comparative quasi-experimental design with pre-test and post-test measurements was employed, involving 153 teachers and 311 students from Nduga Regency and Jayapura City. Assessment covered five numeracy domains: counting foundations, addition, multiplication, subtraction, and division. The results showed that the mean teacher post-test score reached 78.2 in Jayapura, compared with 57.0 in Nduga. Among students, the respective mean scores were 61.1 and 50.1. Although disparities in final achievement remained, the difference in student gain scores was only 0.4 points, compared with 9.3 points among teachers. Multidimensional analysis identified geographical location, accessibility, and digital literacy as major areas of disparity. These findings indicate the potential of the GASING method to support more equitable improvements in student numeracy while highlighting the need for adequate infrastructure and educational access to address persistent spatial inequalities. ABSTRAK Ketimpangan geografis dan keterbatasan akses pendidikan menjadi tantangan dalam pemerataan hasil belajar numerasi, khususnya di wilayah terpencil Papua. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesenjangan hasil belajar numerasi dan peningkatan skor setelah penerapan metode GASING (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan) pada wilayah dataran tinggi perdesaan dan pesisir perkotaan. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimental komparatif dengan pengukuran pre-test dan post-test, melibatkan 153 guru dan 311 siswa dari Kabupaten Nduga dan Kota Jayapura. Pengukuran mencakup lima domain numerasi, yaitu kemampuan dasar berhitung, penjumlahan, perkalian, pengurangan, dan pembagian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor post-test guru di Jayapura mencapai 78,2, sedangkan di Nduga sebesar 57,0. Pada siswa, rata-rata skor masing-masing wilayah adalah 61,1 dan 50,1. Meskipun kesenjangan hasil akhir masih terlihat, selisih peningkatan skor siswa hanya 0,4 poin, dibandingkan 9,3 poin pada guru. Analisis multidimensional mengidentifikasi lokasi geografis, aksesibilitas, dan literasi digital sebagai aspek kesenjangan utama. Temuan ini menunjukkan potensi metode GASING dalam mendukung pemerataan peningkatan numerasi siswa, sekaligus menegaskan perlunya dukungan infrastruktur dan akses pendidikan yang memadai.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
EDUCATOR Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan
Published
2026-10-26
DOI
https://doi.org/10.51878/educator.v6i4.16194
Primary Topic
Mathematics Education and Pedagogy
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

SPATIAL DISPARITIES IN NUMERACY LEARNING OUTCOMES USING THE GASING METHOD: A COMPARATIVE ANALYSIS BETWEEN RURAL HIGHLAND AND URBAN COASTAL REGIONS IN PAPUA, INDONESIA

Mamat Ruhimat, Fransiska Carolin Mayabubun, Annisa Joviani
EDUCATOR Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan
Mathematics Education and Pedagogy
article

SPATIAL DISPARITIES IN NUMERACY LEARNING OUTCOMES USING THE GASING METHOD: A COMPARATIVE ANALYSIS BETWEEN RURAL HIGHLAND AND URBAN COASTAL REGIONS IN PAPUA, INDONESIA

Mamat Ruhimat, Fransiska Carolin Mayabubun, Annisa Joviani
article en

Abstract

Geographical inequalities and limited access to educational resources remain major challenges to equitable numeracy learning, particularly in remote areas of Papua, Indonesia. This study aimed to analyze disparities in numeracy learning outcomes and score improvements following the implementation of the GASING (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan) method in rural highland and urban coastal regions. A comparative quasi-experimental design with pre-test and post-test measurements was employed, involving 153 teachers and 311 students from Nduga Regency and Jayapura City. Assessment covered five numeracy domains: counting foundations, addition, multiplication, subtraction, and division. The results showed that the mean teacher post-test score reached 78.2 in Jayapura, compared with 57.0 in Nduga. Among students, the respective mean scores were 61.1 and 50.1. Although disparities in final achievement remained, the difference in student gain scores was only 0.4 points, compared with 9.3 points among teachers. Multidimensional analysis identified geographical location, accessibility, and digital literacy as major areas of disparity. These findings indicate the potential of the GASING method to support more equitable improvements in student numeracy while highlighting the need for adequate infrastructure and educational access to address persistent spatial inequalities. ABSTRAK Ketimpangan geografis dan keterbatasan akses pendidikan menjadi tantangan dalam pemerataan hasil belajar numerasi, khususnya di wilayah terpencil Papua. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesenjangan hasil belajar numerasi dan peningkatan skor setelah penerapan metode GASING (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan) pada wilayah dataran tinggi perdesaan dan pesisir perkotaan. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimental komparatif dengan pengukuran pre-test dan post-test, melibatkan 153 guru dan 311 siswa dari Kabupaten Nduga dan Kota Jayapura. Pengukuran mencakup lima domain numerasi, yaitu kemampuan dasar berhitung, penjumlahan, perkalian, pengurangan, dan pembagian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor post-test guru di Jayapura mencapai 78,2, sedangkan di Nduga sebesar 57,0. Pada siswa, rata-rata skor masing-masing wilayah adalah 61,1 dan 50,1. Meskipun kesenjangan hasil akhir masih terlihat, selisih peningkatan skor siswa hanya 0,4 poin, dibandingkan 9,3 poin pada guru. Analisis multidimensional mengidentifikasi lokasi geografis, aksesibilitas, dan literasi digital sebagai aspek kesenjangan utama. Temuan ini menunjukkan potensi metode GASING dalam mendukung pemerataan peningkatan numerasi siswa, sekaligus menegaskan perlunya dukungan infrastruktur dan akses pendidikan yang memadai.

EDUCATOR Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan KependidikanVol. 6(4)
Indonesia University of Education (ID)
Openalex Percentile: Top 7%
Mathematics Education and Pedagogy
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.

Laika access coming soon