Meningkatkan Kesejahteraan Lansia dengan Psikoedukasi dan Program Pembentukan Taman Lansia
Abstrak Peningkatan jumlah lansia menuntut kesiapan lingkungan dalam mendukung tugas perkembangan mereka. Di Padukuhan G II, lansia menghadapi permasalahan kesejahteraan psikologis (psychological well-being) yang rendah, yang ditandai dengan perasaan tidak berguna, rendahnya aktualisasi diri, serta keterbatasan dukungan sosial dari keluarga dan kader yang cenderung lebih berfokus pada kesehatan fisik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan dukungan sosial demi tercapainya kesejahteraan psikologis dan aktualisasi diri lansia melalui program intervensi komunitas. Metode: Asesmen dilakukan menggunakan metode wawancara, observasi, dan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan 13 peserta (dukuh, kader, lansia, dan keluarga). Intervensi yang diberikan kepada 46 lansia meliputi psikoedukasi, inisiasi program "Taman Lansia", kampanye media, serta evaluasi. Hasil: Analisis kuantitatif menunjukkan adanya peningkatan rerata skor pengetahuan dari pre-test sebesar 7,17 (SD = 1,596) menjadi 8,41 (SD = 1,185) pada post-test. Secara kualitatif, terjadi peningkatan kesadaran keluarga dalam membangun interaksi dan mengingatkan jadwal kegiatan lansia. Kader juga mulai memperhatikan aspek psikologis lansia. Dampak intervensi terlihat dari peningkatan kehadiran lansia dalam kegiatan sosial (pengajian dan posyandu) serta kepatuhan dalam mengonsumsi obat. Simpulan: Intervensi komunitas melalui psikoedukasi dan inisiasi program Taman Lansia efektif meningkatkan kesejahteraan psikologis, dukungan sosial, dan membuka peluang aktualisasi diri bagi lansia di Padukuhan G II. Kata Kunci Kesejahteraan Psikologis, Aktualisasi Diri, Lansia, Intervensi Komunitas, Psikoedukasi. Abstract The increasing number of elderly populations demands environmental readiness to support their developmental tasks. In Padukuhan G II, the elderly faced low psychological well-being, characterized by feelings of uselessness, low self-actualization, and limited social support from families and cadres who predominantly focused on physical health. Objective: This study aimed to improve knowledge, awareness, and social support to achieve psychological well-being and self-actualization among the elderly through a community intervention program. Method: The assessment was conducted using interviews, observations, and Focus Group Discussions (FGD) involving 13 participants (village head, cadres, elderly, and family members). The intervention delivered to 46 elderly participants consisted of psychoeducation, the initiation of the "Taman Lansia" (Elderly Park) program, media campaigns, and follow-up evaluation. Results: Quantitative analysis showed an increase in the mean score of knowledge from the pre-test at 7.17 (SD = 1.596) to 8.41 (SD = 1.185) in the post-test. Qualitatively, there was an increase in family awareness regarding interaction and reminding the elderly of social schedules. Cadres also began to consider the psychological aspects of the elderly. The intervention's impact was reflected in the increased attendance of the elderly in social activities (recitations and posyandu) and compliance with taking medication. Conclusion: Community intervention through psychoeducation and the initiation of the Taman Lansia program is effective in enhancing psychological well-being, social support, and opening opportunities for self-actualization among the elderly in Padukuhan G II. Keywords: Psychological Well-Being, Self-Actualization, Elderly, Community Intervention, Psychoeducation.
Authors
- Rizki Khairunnisa
- Rahma Widiyana
Institutions
- Universitas Mercu Buana Yogyakarta (ID)
Publication Details
- Journal
- Masyarakat Berdaya dan Inovasi
- Published
- 2026-10-31
- Primary Topic
- Aging, Elder Care, and Social Issues
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 0.00