Mitigasi Bencana Banjir dan Longsor Melalui Pendekatan Vegetatif Partisipatif Sebagai Wujud Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Desa di Padukuhan Mojolegi

Padukuhan Mojolegi, Kalurahan Karangtengah, Imogiri, Bantul, rentan terhadap dua bencana hidrometeorologi sekaligus, yaitu banjir di dataran rendah (RT 1 dan RT 2) dan tanah longsor di lereng dataran tinggi (RT 5 dan RT 6), sementara mitigasi struktural membutuhkan biaya besar. Kegiatan pengabdian melalui Kuliah Kerja Nyata ini bertujuan menerapkan mitigasi non-struktural berbasis vegetasi secara partisipatif pada dua skala, yaitu pekarangan rumah tangga dan lahan kritis komunal. Dengan pendekatan Participatory Action Research bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) dan Kelompok Wanita Tani (PKWT), kegiatan dilaksanakan dalam tiga tahap: pemetaan risiko spasial, edukasi mitigasi domestik pada 25 Januari 2026, dan penanaman komunal pada 31 Januari 2026. Pada skala rumah tangga, 12 bibit sirsak dibagikan kepada anggota PKWT di RT 2 hingga RT 6 untuk ditanam di pekarangan sebagai upaya meningkatkan intersepsi dan infiltrasi air hujan di wilayah hulu kawasan banjir. Pada skala komunal, warga dan FPRB menanam 80 bibit vetiver sebagai barisan pencegat di lereng curam RT 6 serta 10 bibit bambu dan 8 bibit trembesi di perbukitan RT 5; sisa 40 bibit vetiver, 4 bambu, 2 trembesi, dan 2 sirsak diserahkan kepada FPRB untuk ditanam secara mandiri. Integrasi mitigasi domestik dan komunal yang diarahkan oleh peta risiko merupakan model mitigasi berbasis alam yang murah dan dapat direplikasi, tetapi efektivitasnya perlu dibuktikan melalui pemantauan kelangsungan hidup tanaman, erosi, dan kejadian banjir dalam jangka panjang.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Masyarakat Berdaya dan Inovasi
Published
2026-10-31
Primary Topic
Disaster Management and Resilience
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Mitigasi Bencana Banjir dan Longsor Melalui Pendekatan Vegetatif Partisipatif Sebagai Wujud Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Desa di Padukuhan Mojolegi

Intan Aryani, Dhea Prasetyaningrum, Wisista Syahda, Haryo Wicaksono et al.
Masyarakat Berdaya dan Inovasi
Disaster Management and Resilience
article

Mitigasi Bencana Banjir dan Longsor Melalui Pendekatan Vegetatif Partisipatif Sebagai Wujud Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Desa di Padukuhan Mojolegi

Intan Aryani, Dhea Prasetyaningrum, Wisista Syahda, Haryo Wicaksono, Abdul Jaelani, Ribka Hasugian, Ayunda Esa, Muhammad Dzaki, Damaira Pertiwi, Vidella Ramadani, Harya Wijaya
article en

Abstract

Padukuhan Mojolegi, Kalurahan Karangtengah, Imogiri, Bantul, rentan terhadap dua bencana hidrometeorologi sekaligus, yaitu banjir di dataran rendah (RT 1 dan RT 2) dan tanah longsor di lereng dataran tinggi (RT 5 dan RT 6), sementara mitigasi struktural membutuhkan biaya besar. Kegiatan pengabdian melalui Kuliah Kerja Nyata ini bertujuan menerapkan mitigasi non-struktural berbasis vegetasi secara partisipatif pada dua skala, yaitu pekarangan rumah tangga dan lahan kritis komunal. Dengan pendekatan Participatory Action Research bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) dan Kelompok Wanita Tani (PKWT), kegiatan dilaksanakan dalam tiga tahap: pemetaan risiko spasial, edukasi mitigasi domestik pada 25 Januari 2026, dan penanaman komunal pada 31 Januari 2026. Pada skala rumah tangga, 12 bibit sirsak dibagikan kepada anggota PKWT di RT 2 hingga RT 6 untuk ditanam di pekarangan sebagai upaya meningkatkan intersepsi dan infiltrasi air hujan di wilayah hulu kawasan banjir. Pada skala komunal, warga dan FPRB menanam 80 bibit vetiver sebagai barisan pencegat di lereng curam RT 6 serta 10 bibit bambu dan 8 bibit trembesi di perbukitan RT 5; sisa 40 bibit vetiver, 4 bambu, 2 trembesi, dan 2 sirsak diserahkan kepada FPRB untuk ditanam secara mandiri. Integrasi mitigasi domestik dan komunal yang diarahkan oleh peta risiko merupakan model mitigasi berbasis alam yang murah dan dapat direplikasi, tetapi efektivitasnya perlu dibuktikan melalui pemantauan kelangsungan hidup tanaman, erosi, dan kejadian banjir dalam jangka panjang.

Masyarakat Berdaya dan Inovasi
Sebelas Maret University (ID)
Sustainable cities and communities, Life on land, Clean water and sanitation, Climate action
Openalex Percentile: Top 7%
Disaster Management and Resilience
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.

Laika access coming soon
Mitigasi Bencana Banjir dan Longsor Melalui Pendekatan Vegetatif Partisipatif Sebagai Wujud Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Desa di Padukuhan Mojolegi — Intan Aryani, Dhea Prasetyaningrum, et al. · Masyarakat Berdaya dan Inovasi (2026) | TGRS Research Map | TGRS