TRADISI PENYEMBUHAN IBU MELAHIRKAN PADA MASYARAKAT METO DI DESA PANITE KECAMATAN KOT'OLIN KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN

Persalinan bagi masyarakat Meto merupakan peralihan sosial dan spiritual yang menuntut perawatan khusus, sementara meluasnya layanan kesehatan modern mengurangi pemahaman generasi muda tentang perawatan tradisional ibu nifas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan dan eksistensi tradisi penyembuhan ibu melahirkan (aufmaputu) pada masyarakat Meto di Desa Panite, Kecamatan Kot'olin, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Penelitian memakai pendekatan kualitatif deskriptif dengan rancangan etnografi. Tujuh informan dipilih secara purposif; data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen, dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman, serta diuji melalui triangulasi. Hasilnya, tradisi berlangsung 40 hari di bawah pendampingan dukun beranak, meliputi penghangatan di atas bara api, mandi dan kompres rempah, ramuan, pengasapan (tatobi), serta pantangan adat. Tradisi bertahan karena dianggap relevan, memberi rasa aman, dan didukung dukun beranak, bidan, pemerintah desa, dan keluarga, meski terancam lemahnya regenerasi pengetahuan ramuan dan perubahan hunian. Tradisi ini bertahan melalui adaptasi dan kolaborasi dengan layanan kesehatan modern.

Authors

Publication Details

Journal
Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Published
2026-10-22
Primary Topic
Cultural and Religious Practices in Indonesia
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

TRADISI PENYEMBUHAN IBU MELAHIRKAN PADA MASYARAKAT METO DI DESA PANITE KECAMATAN KOT'OLIN KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN

Malkisedek Taneo, Sarlota Naema Sipa, Sufheldy Hauteas
Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Cultural and Religious Practices in Indonesia
article

TRADISI PENYEMBUHAN IBU MELAHIRKAN PADA MASYARAKAT METO DI DESA PANITE KECAMATAN KOT'OLIN KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN

Malkisedek Taneo, Sarlota Naema Sipa, Sufheldy Hauteas
article en

Abstract

Persalinan bagi masyarakat Meto merupakan peralihan sosial dan spiritual yang menuntut perawatan khusus, sementara meluasnya layanan kesehatan modern mengurangi pemahaman generasi muda tentang perawatan tradisional ibu nifas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan dan eksistensi tradisi penyembuhan ibu melahirkan (aufmaputu) pada masyarakat Meto di Desa Panite, Kecamatan Kot'olin, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Penelitian memakai pendekatan kualitatif deskriptif dengan rancangan etnografi. Tujuh informan dipilih secara purposif; data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen, dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman, serta diuji melalui triangulasi. Hasilnya, tradisi berlangsung 40 hari di bawah pendampingan dukun beranak, meliputi penghangatan di atas bara api, mandi dan kompres rempah, ramuan, pengasapan (tatobi), serta pantangan adat. Tradisi bertahan karena dianggap relevan, memberi rasa aman, dan didukung dukun beranak, bidan, pemerintah desa, dan keluarga, meski terancam lemahnya regenerasi pengetahuan ramuan dan perubahan hunian. Tradisi ini bertahan melalui adaptasi dan kolaborasi dengan layanan kesehatan modern.

Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Openalex Percentile: Top 2%
Cultural and Religious Practices in Indonesia
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.

Laika access coming soon
TRADISI PENYEMBUHAN IBU MELAHIRKAN PADA MASYARAKAT METO DI DESA PANITE KECAMATAN KOT'OLIN KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN — Malkisedek Taneo, Sarlota Naema Sipa, et al. · Integrative Perspectives of Social and Science Journal (2026) | TGRS Research Map | TGRS