Pancasila Sebagai Etika Keutamaan: Tinjauan Kritis Atas Tantangan Moral Globalisasi Digital di Indonesia

Globalisasi dan kemajuan teknologi digital telah mengubah pola interaksi, komunikasi, dan pengambilan keputusan moral manusia. Perubahan tersebut membawa manfaat, tetapi juga memunculkan persoalan seperti informasi keliru, sikap tidak toleran, perundungan daring, pelanggaran privasi, polarisasi digital, dan dilema etika kecerdasan buatan. Di Indonesia, Pancasila berperan bukan hanya sebagai dasar negara, melainkan juga sebagai sistem nilai yang menuntun perilaku etis dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kajian ini bertujuan menelaah Pancasila sebagai sistem etika melalui sudut pandang deontologis, teleologis, dan etika keutamaan; mengidentifikasi tantangan moral akibat globalisasi digital; menelaah hambatan internal dan eksternal dalam memperkuat etika Pancasila; serta merumuskan kedudukan konseptual Pancasila dalam menjawab persoalan moral masa kini. Penelitian ini memakai pendekatan kualitatif dengan tinjauan literatur kritis/naratif. Sumber yang digunakan meliputi buku filsafat dan etika, artikel jurnal ilmiah, serta dokumen kelembagaan yang relevan. Analisis isi dan tematik diterapkan untuk mengelompokkan literatur. Hasil kajian memperlihatkan bahwa Pancasila tidak dapat dipersempit menjadi satu teori etika tertentu. Nilainya mencakup kewajiban moral, pertimbangan akibat, dan pembentukan karakter. Kaelan dan Notonagoro menegaskan Pancasila sebagai sistem nilai yang saling terhubung, sedangkan etika Jawa Magnis-Suseno memperkaya dimensi keutamaan melalui kebijaksanaan dan harmoni sosial. Dalam menghadapi globalisasi digital, Pancasila dapat berfungsi sebagai kerangka normatif untuk menilai kemajuan teknologi sambil menjunjung kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial. Meski demikian, efektivitasnya bergantung pada kemampuan menerjemahkan nilai abstrak ke dalam persoalan moral konkret serta memperkuat literasi digital.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Jurnal Intelek Insan Cendikia
Published
2026-10-16
Primary Topic
Pancasila Values in Education
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Pancasila Sebagai Etika Keutamaan: Tinjauan Kritis Atas Tantangan Moral Globalisasi Digital di Indonesia

Putri Nadia Utami, Najua Sifa, Indah Nomi Varya Ningsih, Indry Okuli Sitio et al.
Jurnal Intelek Insan Cendikia
Pancasila Values in Education
article

Pancasila Sebagai Etika Keutamaan: Tinjauan Kritis Atas Tantangan Moral Globalisasi Digital di Indonesia

Putri Nadia Utami, Najua Sifa, Indah Nomi Varya Ningsih, Indry Okuli Sitio, M. Tata Alfarizi, Sarmika Perangin-angin
article en

Abstract

Globalisasi dan kemajuan teknologi digital telah mengubah pola interaksi, komunikasi, dan pengambilan keputusan moral manusia. Perubahan tersebut membawa manfaat, tetapi juga memunculkan persoalan seperti informasi keliru, sikap tidak toleran, perundungan daring, pelanggaran privasi, polarisasi digital, dan dilema etika kecerdasan buatan. Di Indonesia, Pancasila berperan bukan hanya sebagai dasar negara, melainkan juga sebagai sistem nilai yang menuntun perilaku etis dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kajian ini bertujuan menelaah Pancasila sebagai sistem etika melalui sudut pandang deontologis, teleologis, dan etika keutamaan; mengidentifikasi tantangan moral akibat globalisasi digital; menelaah hambatan internal dan eksternal dalam memperkuat etika Pancasila; serta merumuskan kedudukan konseptual Pancasila dalam menjawab persoalan moral masa kini. Penelitian ini memakai pendekatan kualitatif dengan tinjauan literatur kritis/naratif. Sumber yang digunakan meliputi buku filsafat dan etika, artikel jurnal ilmiah, serta dokumen kelembagaan yang relevan. Analisis isi dan tematik diterapkan untuk mengelompokkan literatur. Hasil kajian memperlihatkan bahwa Pancasila tidak dapat dipersempit menjadi satu teori etika tertentu. Nilainya mencakup kewajiban moral, pertimbangan akibat, dan pembentukan karakter. Kaelan dan Notonagoro menegaskan Pancasila sebagai sistem nilai yang saling terhubung, sedangkan etika Jawa Magnis-Suseno memperkaya dimensi keutamaan melalui kebijaksanaan dan harmoni sosial. Dalam menghadapi globalisasi digital, Pancasila dapat berfungsi sebagai kerangka normatif untuk menilai kemajuan teknologi sambil menjunjung kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial. Meski demikian, efektivitasnya bergantung pada kemampuan menerjemahkan nilai abstrak ke dalam persoalan moral konkret serta memperkuat literasi digital.

Jurnal Intelek Insan Cendikia
State University of Medan (ID)
Openalex Percentile: Top 3%
Pancasila Values in Education
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.