Edukasi Gizi dan Perilaku Hidup Sehat Melalui Posyandu Remaja di Desa Gombang, Cawas

Kegiatan edukasi kesehatan berbasis komunitas dapat menjadi sarana penyampaian informasi mengenai kebiasaan sehat pada remaja. Pengabdian ini bertujuan melaksanakan sosialisasi pola hidup sehat dan mendeskripsikan respons peserta setelah kegiatan di Posyandu ILP Dahlia 2 Gombang, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten. Kegiatan dilaksanakan pada 6 Juli 2026 melalui kerja sama tim KKN dan penyelenggara Posyandu Remaja dari PKK dengan materi pola hidup sehat, olahraga teratur, dan penyakit selama 30 menit. Setelah edukasi, sebanyak 56 peserta berusia 12–18 tahun mengisi kuesioner sepuluh pernyataan yang dikembangkan tim KKN. Sebanyak 56 peserta (100,0%) menyetujui pentingnya hidup sehat sejak remaja dan 54 peserta (96,4%) menyatakan upaya menerapkan pola makan seimbang. Pada butir upaya aktivitas fisik minimal 60 menit sehari, 43 peserta (76,8%) memilih respons positif, 11 (19,6%) tidak setuju, dan dua (3,6%) tidak mengisi. Respons pascakegiatan menunjukkan perlunya penekanan lebih lanjut pada praktik aktivitas fisik. Data satu kali setelah penyuluhan tidak dapat digunakan untuk menyimpulkan peningkatan pengetahuan atau perubahan perilaku peserta.Kata kunci: edukasi kesehatan; posyandu remaja; gizi seimbang; aktivitas fisik; pengabdian masyarakat AbstractCommunity-based health education provides an opportunity to discuss healthy practices with adolescents. This community-service activity delivered healthy-lifestyle education and described participants’ responses after an event at Posyandu ILP Dahlia 2 Gombang, Cawas District, Klaten Regency. On 6 July 2026, the student community-service team collaborated with the Family Welfare Movement’s youth health post to deliver a 30-minute session on healthy lifestyles, regular exercise, and diseases. Afterwards, 56 participants aged 12–18 years completed a ten-item questionnaire developed by the team. All 56 participants (100.0%) agreed or strongly agreed that healthy living from adolescence is important, and 54 (96.4%) reported efforts to maintain a balanced diet. Regarding efforts to perform at least 60 minutes of daily physical activity, 43 (76.8%) responded positively, 11 (19.6%) disagreed, and two (3.6%) did not respond. These post-activity responses suggest prioritizing practical physical-activity education in subsequent programs. As no baseline data were obtained, the activity cannot be claimed to have increased knowledge or changed behavior.Keywords: health education; youth health post; balanced nutrition; physical activity; community service

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
An-naba Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat
Published
2026-10-16
DOI
https://doi.org/10.66914/fkpa9b69
Primary Topic
Public Health and Nutrition
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Edukasi Gizi dan Perilaku Hidup Sehat Melalui Posyandu Remaja di Desa Gombang, Cawas

Annisa Aulia Rahmawati, Gestian Adi Irawan, NIM. 1520511003 MOKHAMAD AZIS AJI ABDILAH, Mekar Hayuning Dyah et al.
An-naba Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat
Public Health and Nutrition
article

Edukasi Gizi dan Perilaku Hidup Sehat Melalui Posyandu Remaja di Desa Gombang, Cawas

Annisa Aulia Rahmawati, Gestian Adi Irawan, NIM. 1520511003 MOKHAMAD AZIS AJI ABDILAH, Mekar Hayuning Dyah, Asyrofuddin Shahibul Hikam, Erika Indianita, Wulan Lukitasari, Dwi Kuncoro, Latifah Fitrotul Prana, Eka Pupita Sari, Rosyan Nur Dinilah, Ahmad Fauzan, Habbibah Nur Fadlillah
article en

Abstract

Kegiatan edukasi kesehatan berbasis komunitas dapat menjadi sarana penyampaian informasi mengenai kebiasaan sehat pada remaja. Pengabdian ini bertujuan melaksanakan sosialisasi pola hidup sehat dan mendeskripsikan respons peserta setelah kegiatan di Posyandu ILP Dahlia 2 Gombang, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten. Kegiatan dilaksanakan pada 6 Juli 2026 melalui kerja sama tim KKN dan penyelenggara Posyandu Remaja dari PKK dengan materi pola hidup sehat, olahraga teratur, dan penyakit selama 30 menit. Setelah edukasi, sebanyak 56 peserta berusia 12–18 tahun mengisi kuesioner sepuluh pernyataan yang dikembangkan tim KKN. Sebanyak 56 peserta (100,0%) menyetujui pentingnya hidup sehat sejak remaja dan 54 peserta (96,4%) menyatakan upaya menerapkan pola makan seimbang. Pada butir upaya aktivitas fisik minimal 60 menit sehari, 43 peserta (76,8%) memilih respons positif, 11 (19,6%) tidak setuju, dan dua (3,6%) tidak mengisi. Respons pascakegiatan menunjukkan perlunya penekanan lebih lanjut pada praktik aktivitas fisik. Data satu kali setelah penyuluhan tidak dapat digunakan untuk menyimpulkan peningkatan pengetahuan atau perubahan perilaku peserta.Kata kunci: edukasi kesehatan; posyandu remaja; gizi seimbang; aktivitas fisik; pengabdian masyarakat AbstractCommunity-based health education provides an opportunity to discuss healthy practices with adolescents. This community-service activity delivered healthy-lifestyle education and described participants’ responses after an event at Posyandu ILP Dahlia 2 Gombang, Cawas District, Klaten Regency. On 6 July 2026, the student community-service team collaborated with the Family Welfare Movement’s youth health post to deliver a 30-minute session on healthy lifestyles, regular exercise, and diseases. Afterwards, 56 participants aged 12–18 years completed a ten-item questionnaire developed by the team. All 56 participants (100.0%) agreed or strongly agreed that healthy living from adolescence is important, and 54 (96.4%) reported efforts to maintain a balanced diet. Regarding efforts to perform at least 60 minutes of daily physical activity, 43 (76.8%) responded positively, 11 (19.6%) disagreed, and two (3.6%) did not respond. These post-activity responses suggest prioritizing practical physical-activity education in subsequent programs. As no baseline data were obtained, the activity cannot be claimed to have increased knowledge or changed behavior.Keywords: health education; youth health post; balanced nutrition; physical activity; community service

An-naba Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat
UIN Raden Mas Said Surakarta
Openalex Percentile: Top 7%
Public Health and Nutrition
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.