Ekoteologi dalam Pendidikan Islam: Kritik Paradigma Antroposentris dan Model Internalisasi Kurikulum PAI
Krisis ekologi di Indonesia berakar pula pada cara pandang keagamaan, termasuk yang dibentuk oleh Pendidikan Agama Islam. Artikel ini bertujuan mengkritik paradigma antroposentris dalam kurikulum Pendidikan Agama Islam, merekonstruksi ekoteologi berbasis tauhid dan rahmatan lil 'alamin, serta merumuskan model internalisasinya. Penelitian ini merupakan studi kepustakaan kualitatif. Data berupa dokumen Capaian Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti serta literatur ilmiah, yang dianalisis melalui analisis isi dan hermeneutika gerak ganda terhadap ayat Al-Qur'an dan hadis. Hasilnya menunjukkan bahwa visi ekologis tercantum dalam tujuan kurikulum, tetapi tidak satu pun dari sepuluh rumusan capaian jenjang sekolah menengah atas memuatnya secara eksplisit: lima bersifat implisit dan lima tidak menyinggungnya. Konsep rahmatan lil 'alamin pun hanya muncul dalam konteks sosial dan dakwah. Pembahasan merumuskan ekosentrisme teologis serta model internalisasi pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik yang dilengkapi rubrik asesmen.
Authors
- Maman Supardi
- Jusman
- Irwansyah
- Aswad Asiddiq
- M. Izzul Yaqin
Institutions
- Universitas Islam Makassar (ID)
Publication Details
- Journal
- Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam
- Published
- 2026-10-15
- Primary Topic
- Religion, Ecology, and Ethics
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 0.00