Paradoks Kemiskinan : Menurunnya Angka Kemiskinan, Meningkatnya Jumlah Penduduk Miskin Di Kota Depok Tahun 2025
Tren angka kemiskinan di Kota Depok dari tahun ke tahun selalu menurun, akan tetapi meski angka persentase kemiskinan di Kota Depok mengalami penurunan dari 2,34% di Tahun 2024 menjadi 2,31% di tahun 2025, namun jumlah penduduk miskin justru meningkat dari 63 ribu jiwa tahun 2024 menjadi 65 ribu jiwa di tahun 2025. Fenomena ini menunjukkan adanya “paradoks kemiskinan” dimana persentase kemiskinan tahun 2025 menurun akan tetapi jumlah penduduk miskin dan garis kemiskinan meningkat. Policy brief ini bertujuan menganalisis akar masalah paradoks kemiskinan tersebut dan memberikan 3 rekomendasi kebijakan strategis agar penurunan kemiskinan benar-benar berdampak pada berkurangnya jumlah penduduk miskin di Kota Depok. Metode yang digunakan metode literature review dengan menelaah berbagai sumber ilmiah yang relevan terkait isu kemiskinan dan isu pengangguran di Kota Depok. Berdasarkan hasil analisis pilihan alternatif kebijakan yang paling ideal untuk diterapkan dibuatkan klasterisasi fokus penangangan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) melalui kerjasama antara Pemerintah Kota Depok, dunia usaha dan organisasi masyarakat. Melalui pendekatan kolaboratif antara Pemerintah Kota Depok, dunia usaha, dan organisasi masyarakat, program ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan. Sinergi lintas sektor akan diwujudkan dalam bentuk regulasi, pedoman teknis, integrasi ke dalam dokumen perencanaan daerah, serta instrumen operasional berupa pelatihan vokasi, sertifikasi kompetensi, dan fasilitasi kerjasama dengan dunia usaha.
Authors
- Lelly Ani
Publication Details
- Journal
- Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ)
- Published
- 2026-10-15
- DOI
- https://doi.org/10.37385/ceej.v7i4.12243
- Primary Topic
- Economic Growth and Fiscal Policies
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 0.00