Manajemen Kinerja Adaptif dalam Merespons Lingkungan VUCA-BANI pada Sektor Publik Indonesia

Perubahan lanskap strategis yang menaungi birokrasi publik pada abad ke-21 menuntut pergeseran besar dari corak tata kelola Weberian yang serba baku ke arah pengelolaan yang gesit dan tahan banting. Titik temu antara tekanan berskala makro yang lazim disebut VUCA (Volatile, Uncertain, Complex, Ambiguous) dengan guncangan berskala mikro yang dikenal sebagai BANI (Brittle, Anxious, Nonlinear, Incomprehensible) memunculkan kerapuhan menyeluruh pada struktur organisasi sekaligus kegelisahan kerja di kalangan aparatur, yang pada gilirannya menurunkan mutu layanan publik dan mengikis kepercayaan masyarakat. Tulisan ini disusun untuk membangun Model Integrasi Tata Kelola Kinerja-Resiliensi Sektor Publik melalui Penelitian Systematic Literature Review (SLR) berpedoman protokol PRISMA, yang ditopang oleh teori sistem keorganisasian (sistem tertutup berhadapan dengan sistem terbuka) serta teori kinerja pada aras individu maupun kelembagaan guna memperkukuh fondasi penjelasannya. Dari total 420 naskah awal yang terjaring, sebanyak 25 artikel terpilih (rentang 2016 hingga 2026) ditelaah lebih lanjut memakai analisis isi dan sintesis tematik. Temuan Penelitian memperlihatkan bahwa tata kelola kinerja konvensional yang bertumpu pada Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) justru berfungsi sebagai penghalang yang memperburuk kerapuhan sistemik serta kecemasan aparatur, sebab rancangannya secara mendasar bercorak sistem tertutup dan mekanistik sehingga tidak selaras dengan tuntutan lingkungan VUCA-BANI. Pergeseran arah menuju indikator yang lentur, tata kelola digital yang strategis, dan penilaian berbasis kolaborasi lintas fungsi terbukti secara konseptual sanggup mengubah kerawanan birokrasi menjadi daya lenting kelembagaan (bounce forward) melalui jalinan mekanisme lintas-aras dari kinerja perorangan menuju kinerja organisasi. Tulisan ini menawarkan arah kebijakan aplikatif bagi agenda reformasi birokrasi nasional dalam mewujudkan ketahanan kelembagaan yang berkelanjutan.

Authors

Publication Details

Journal
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ)
Published
2026-10-15
DOI
https://doi.org/10.37385/ceej.v7i5.12154
Primary Topic
Public Policy and Administration Research
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Manajemen Kinerja Adaptif dalam Merespons Lingkungan VUCA-BANI pada Sektor Publik Indonesia

Tri Wibowo, Arif Musafa, Rista Nur Farida, Windy Nurmaryandi et al.
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ)
Public Policy and Administration Research
article

Manajemen Kinerja Adaptif dalam Merespons Lingkungan VUCA-BANI pada Sektor Publik Indonesia

Tri Wibowo, Arif Musafa, Rista Nur Farida, Windy Nurmaryandi, Handrian Sandani, Anindita Dyah Laksmita
article en

Abstract

Perubahan lanskap strategis yang menaungi birokrasi publik pada abad ke-21 menuntut pergeseran besar dari corak tata kelola Weberian yang serba baku ke arah pengelolaan yang gesit dan tahan banting. Titik temu antara tekanan berskala makro yang lazim disebut VUCA (Volatile, Uncertain, Complex, Ambiguous) dengan guncangan berskala mikro yang dikenal sebagai BANI (Brittle, Anxious, Nonlinear, Incomprehensible) memunculkan kerapuhan menyeluruh pada struktur organisasi sekaligus kegelisahan kerja di kalangan aparatur, yang pada gilirannya menurunkan mutu layanan publik dan mengikis kepercayaan masyarakat. Tulisan ini disusun untuk membangun Model Integrasi Tata Kelola Kinerja-Resiliensi Sektor Publik melalui Penelitian Systematic Literature Review (SLR) berpedoman protokol PRISMA, yang ditopang oleh teori sistem keorganisasian (sistem tertutup berhadapan dengan sistem terbuka) serta teori kinerja pada aras individu maupun kelembagaan guna memperkukuh fondasi penjelasannya. Dari total 420 naskah awal yang terjaring, sebanyak 25 artikel terpilih (rentang 2016 hingga 2026) ditelaah lebih lanjut memakai analisis isi dan sintesis tematik. Temuan Penelitian memperlihatkan bahwa tata kelola kinerja konvensional yang bertumpu pada Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) justru berfungsi sebagai penghalang yang memperburuk kerapuhan sistemik serta kecemasan aparatur, sebab rancangannya secara mendasar bercorak sistem tertutup dan mekanistik sehingga tidak selaras dengan tuntutan lingkungan VUCA-BANI. Pergeseran arah menuju indikator yang lentur, tata kelola digital yang strategis, dan penilaian berbasis kolaborasi lintas fungsi terbukti secara konseptual sanggup mengubah kerawanan birokrasi menjadi daya lenting kelembagaan (bounce forward) melalui jalinan mekanisme lintas-aras dari kinerja perorangan menuju kinerja organisasi. Tulisan ini menawarkan arah kebijakan aplikatif bagi agenda reformasi birokrasi nasional dalam mewujudkan ketahanan kelembagaan yang berkelanjutan.

Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ)
Openalex Percentile: Top 6%
Public Policy and Administration Research
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.