Analisis Kesenjangan Autentisitas Alam dan Kenyamanan Wisatawan Sebagai Dasar Strategi Eco-Zoning di Desa Wisata Sukamakmur Kabupaten Deli Serdang

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat persepsi wisatawan terhadap autentisitas alam dan kenyamanan wisatawan, mengidentifikasi kesenjangan antara kedua aspek tersebut, menentukan faktor prioritas perbaikan, serta merumuskan strategi eco-zoning di Desa Wisata Sukamakmur, Kabupaten Deli Serdang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, kuesioner, dokumentasi, dan studi literatur. Responden penelitian merupakan wisatawan yang berkunjung ke Desa Wisata Sukamakmur dan dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan skala Likert. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan Gap Analysis untuk mengidentifikasi perbedaan antara autentisitas alam dan kenyamanan wisatawan sebagai dasar penyusunan rekomendasi eco-zoning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi wisatawan terhadap autentisitas alam berada pada kategori tinggi dengan skor rata-rata 37,46. Aspek keaslian kondisi alam dan kualitas lingkungan memperoleh skor tertinggi, masing-masing sebesar 38,20. Sementara itu, persepsi terhadap kenyamanan wisatawan berada pada kategori sedang dengan skor rata-rata 27,52. Berdasarkan temuan, strategi eco-zoning diarahkan melalui tiga zona utama, yaitu zona konservasi, zona penyangga, dan zona pemanfaatan. Zona konservasi difokuskan pada perlindungan kawasan dengan autentisitas dan nilai ekologis tinggi, zona penyangga berfungsi sebagai ruang transisi dengan aktivitas wisata terbatas, sedangkan zona pemanfaatan menjadi lokasi pemusatan fasilitas dan aktivitas wisata. ABSTRACT This study aims to analyze tourists' perceptions regarding natural authenticity and tourist comfort, identify the gap between these two aspects, determine priority areas for improvement, and formulate an eco-zoning strategy for Sukamakmur Tourism Village, Deli Serdang Regency. A quantitative approach with a descriptive design was employed. Data were collected through observation, questionnaires, documentation, and literature review. Respondents consisted of tourists visiting Sukamakmur Tourism Village, selected using accidental sampling. Likert scale served as the research instrument. Data were analyzed using descriptive statistics and gap analysis to identify the disparity between natural authenticity and tourist comfort, serving as the basis for eco-zoning recommendations. The results indicate that tourist perception of natural authenticity falls into the high category, with an average score of 37.46; the aspects of natural condition authenticity and environmental quality received the highest scores, at 38.20 each. Meanwhile, perception regarding tourist comfort falls into the moderate category, with an average score of 27.52. Based on these findings, the eco-zoning strategy is structured around three main zones: the conservation zone, the buffer zone, and the utilization zone. The conservation zone focuses on protecting areas with high authenticity and ecological value; the buffer zone serves as a transitional space with limited tourism activities; and the utilization zone acts as the hub for concentrating tourism facilities and activities.

Authors

Publication Details

Journal
Jurnal Kajian Pariwisata
Published
2026-10-14
DOI
https://doi.org/10.51977/kdhf8h72
Primary Topic
Community-based Tourism Development and Sustainability
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Analisis Kesenjangan Autentisitas Alam dan Kenyamanan Wisatawan Sebagai Dasar Strategi Eco-Zoning di Desa Wisata Sukamakmur Kabupaten Deli Serdang

Budi Prayogi, Muhammad Rizki Lubis, Ikhlas Ramadhan
Jurnal Kajian Pariwisata
Community-based Tourism Development and Sustainability
article

Analisis Kesenjangan Autentisitas Alam dan Kenyamanan Wisatawan Sebagai Dasar Strategi Eco-Zoning di Desa Wisata Sukamakmur Kabupaten Deli Serdang

Budi Prayogi, Muhammad Rizki Lubis, Ikhlas Ramadhan
article en

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat persepsi wisatawan terhadap autentisitas alam dan kenyamanan wisatawan, mengidentifikasi kesenjangan antara kedua aspek tersebut, menentukan faktor prioritas perbaikan, serta merumuskan strategi eco-zoning di Desa Wisata Sukamakmur, Kabupaten Deli Serdang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, kuesioner, dokumentasi, dan studi literatur. Responden penelitian merupakan wisatawan yang berkunjung ke Desa Wisata Sukamakmur dan dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan skala Likert. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan Gap Analysis untuk mengidentifikasi perbedaan antara autentisitas alam dan kenyamanan wisatawan sebagai dasar penyusunan rekomendasi eco-zoning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi wisatawan terhadap autentisitas alam berada pada kategori tinggi dengan skor rata-rata 37,46. Aspek keaslian kondisi alam dan kualitas lingkungan memperoleh skor tertinggi, masing-masing sebesar 38,20. Sementara itu, persepsi terhadap kenyamanan wisatawan berada pada kategori sedang dengan skor rata-rata 27,52. Berdasarkan temuan, strategi eco-zoning diarahkan melalui tiga zona utama, yaitu zona konservasi, zona penyangga, dan zona pemanfaatan. Zona konservasi difokuskan pada perlindungan kawasan dengan autentisitas dan nilai ekologis tinggi, zona penyangga berfungsi sebagai ruang transisi dengan aktivitas wisata terbatas, sedangkan zona pemanfaatan menjadi lokasi pemusatan fasilitas dan aktivitas wisata. ABSTRACT This study aims to analyze tourists' perceptions regarding natural authenticity and tourist comfort, identify the gap between these two aspects, determine priority areas for improvement, and formulate an eco-zoning strategy for Sukamakmur Tourism Village, Deli Serdang Regency. A quantitative approach with a descriptive design was employed. Data were collected through observation, questionnaires, documentation, and literature review. Respondents consisted of tourists visiting Sukamakmur Tourism Village, selected using accidental sampling. Likert scale served as the research instrument. Data were analyzed using descriptive statistics and gap analysis to identify the disparity between natural authenticity and tourist comfort, serving as the basis for eco-zoning recommendations. The results indicate that tourist perception of natural authenticity falls into the high category, with an average score of 37.46; the aspects of natural condition authenticity and environmental quality received the highest scores, at 38.20 each. Meanwhile, perception regarding tourist comfort falls into the moderate category, with an average score of 27.52. Based on these findings, the eco-zoning strategy is structured around three main zones: the conservation zone, the buffer zone, and the utilization zone. The conservation zone focuses on protecting areas with high authenticity and ecological value; the buffer zone serves as a transitional space with limited tourism activities; and the utilization zone acts as the hub for concentrating tourism facilities and activities.

Jurnal Kajian Pariwisata
Openalex Percentile: Top 5%
Community-based Tourism Development and Sustainability
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.