Ekologi Media Linguistik Non-Kekerasan: Negosiasi Empati dan Keamanan dalam Komunikasi Manusia-AI

Kecerdasan buatan generatif semakin menjadi mediator dalam komunikasi antarmanusia, menim bulkan pertanyaan mendasar tentang bagaimana teknologi ini mengelola makna, emosi, dan keamanan psikologis dalam ruang digital. Penelitian ini mengkaji ekologi media linguistik non-kekerasan yang muncul dari negosiasi empati dan keamanan dalam komunikasi manusia-AI. Menggunakan kerangka Coordinated Management of Meaning (CMM), yang mengidentifikasi tiga dimensi penting dalam dialog berkelanjutan koherensi (pemahaman bersama), koordinasi (penyelarasan tindakan), dan misteri (pengakuan atas apa yang tidak dapat sepenuhnya dijelaskan) penelitian ini mengeksplorasi bagaimana agen AI dapat berfungsi sebagai mediator dalam percakapan yang terfragmentasi secara emosional dan berpotensi konfliktual . Pendekatan penelitian menggunakan studi kasus eksperimental pada dialog dengan topik sensitif secara politik dan budaya, dengan melibatkan agen AI yang dirancang berdasarkan prinsip CMM . Hasil penelitian menunjukkan bahwa agen AI generatif dapat mengurangi hambatan emosional dan memfasilitasi dialog yang lebih hormat dan inklusif, terutama bagi pengguna yang tidak terbiasa dengan diskusi semacam itu. Dengan menyempurnakan pernyataan pengguna secara strategis dan memodulasi nada berdasarkan gaya resolusi konflik, agen ini dapat mempromosikan pengakuan timbal balik dan meningkatkan kualitas wacana . Namun, temuan juga menyoroti keterbatasan: penerapan strategi yang terlalu kaku atau penghalusan emosi yang berlebihan dapat mengurangi keaslian pembicara atau menghambat ekspresi kritis. Penelitian ini juga mengungkap bahwa dalam konteks multibahasa, AI mengungkap dan menyembunyikan aspek makna budaya yang disebut sebagai "misteri" ketika berhadapan dengan topik-topik sensitif secara sosial. Ketika AI menerjemahkan atau memformat ulang pesan antar bahasa, terjadi negosiasi antara kejelasan dan ambiguitas, antara kenyamanan emosional dan akurasi faktual . Penelitian ini menyimpulkan bahwa ekologi media linguistik non-kekerasan memerlukan keseimbangan yang hati-hati antara kenyamanan emosional, agensi ekspresif, dan adaptasi yang peka terhadap konteks dalam desain sistem AI komunikatif. Implikasi temuan ini penting bagi pengembang AI, pembuat kebijakan, dan praktisi komunikasi dalam merancang sistem yang mendukung dialog yang aman dan empatik tanpa mengorbankan kebebasan berekspresi dan pemikiran kritis. Ekologi media yang berkelanjutan menuntut AI yang tidak hanya efisien, tetapi juga peka terhadap kompleksitas komunikasi manusia.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
MUARA BAHASA : Jurnal Ilmiah Ilmu Bahasa & Komunikasi
Published
2026-10-14
DOI
https://doi.org/10.64365/murabah.v2i4.594
Primary Topic
Speech and dialogue systems
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Ekologi Media Linguistik Non-Kekerasan: Negosiasi Empati dan Keamanan dalam Komunikasi Manusia-AI

S D Putri, Rafli Fauzan
MUARA BAHASA : Jurnal Ilmiah Ilmu Bahasa & Komunikasi
Speech and dialogue systems
article

Ekologi Media Linguistik Non-Kekerasan: Negosiasi Empati dan Keamanan dalam Komunikasi Manusia-AI

S D Putri, Rafli Fauzan
article en

Abstract

Kecerdasan buatan generatif semakin menjadi mediator dalam komunikasi antarmanusia, menim bulkan pertanyaan mendasar tentang bagaimana teknologi ini mengelola makna, emosi, dan keamanan psikologis dalam ruang digital. Penelitian ini mengkaji ekologi media linguistik non-kekerasan yang muncul dari negosiasi empati dan keamanan dalam komunikasi manusia-AI. Menggunakan kerangka Coordinated Management of Meaning (CMM), yang mengidentifikasi tiga dimensi penting dalam dialog berkelanjutan koherensi (pemahaman bersama), koordinasi (penyelarasan tindakan), dan misteri (pengakuan atas apa yang tidak dapat sepenuhnya dijelaskan) penelitian ini mengeksplorasi bagaimana agen AI dapat berfungsi sebagai mediator dalam percakapan yang terfragmentasi secara emosional dan berpotensi konfliktual . Pendekatan penelitian menggunakan studi kasus eksperimental pada dialog dengan topik sensitif secara politik dan budaya, dengan melibatkan agen AI yang dirancang berdasarkan prinsip CMM . Hasil penelitian menunjukkan bahwa agen AI generatif dapat mengurangi hambatan emosional dan memfasilitasi dialog yang lebih hormat dan inklusif, terutama bagi pengguna yang tidak terbiasa dengan diskusi semacam itu. Dengan menyempurnakan pernyataan pengguna secara strategis dan memodulasi nada berdasarkan gaya resolusi konflik, agen ini dapat mempromosikan pengakuan timbal balik dan meningkatkan kualitas wacana . Namun, temuan juga menyoroti keterbatasan: penerapan strategi yang terlalu kaku atau penghalusan emosi yang berlebihan dapat mengurangi keaslian pembicara atau menghambat ekspresi kritis. Penelitian ini juga mengungkap bahwa dalam konteks multibahasa, AI mengungkap dan menyembunyikan aspek makna budaya yang disebut sebagai "misteri" ketika berhadapan dengan topik-topik sensitif secara sosial. Ketika AI menerjemahkan atau memformat ulang pesan antar bahasa, terjadi negosiasi antara kejelasan dan ambiguitas, antara kenyamanan emosional dan akurasi faktual . Penelitian ini menyimpulkan bahwa ekologi media linguistik non-kekerasan memerlukan keseimbangan yang hati-hati antara kenyamanan emosional, agensi ekspresif, dan adaptasi yang peka terhadap konteks dalam desain sistem AI komunikatif. Implikasi temuan ini penting bagi pengembang AI, pembuat kebijakan, dan praktisi komunikasi dalam merancang sistem yang mendukung dialog yang aman dan empatik tanpa mengorbankan kebebasan berekspresi dan pemikiran kritis. Ekologi media yang berkelanjutan menuntut AI yang tidak hanya efisien, tetapi juga peka terhadap kompleksitas komunikasi manusia.

MUARA BAHASA : Jurnal Ilmiah Ilmu Bahasa & Komunikasi
Maranatha Christian University (ID)
Openalex Percentile: Top 13%
Speech and dialogue systems
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.