Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Ditinjau Dari Kemampuan Awal Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Plus KPG Nabire

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada materi pemodelan abstrak seperti Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel (SPLTV). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa secara keseluruhan setelah diterapkannya model Problem Based Learning (PBL), serta menguji secara empiris perbedaan peningkatan tersebut ditinjau dari stratifikasi Kemampuan Awal Matematis (KAM) siswa pada kategori tinggi, sedang, dan rendah. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain pra-eksperimental (One-Group Pretest-Posttest Design). Sampel dalam penelitian ini adalah 34 siswa kelas X SMA Negeri 1 Plus KPG Nabire yang ditetapkan melalui teknik purposive sampling dengan mempertahankan keutuhan kelas (intact group). Data dikumpulkan melalui instrumen tes bentuk uraian yang didasarkan pada empat tahapan heuristik Polya, kemudian dianalisis menggunakan uji N-Gain, Paired Sample T-Test, One-Way ANOVA, serta uji lanjut Tukey HSD berbantuan IBM SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis yang signifikan secara keseluruhan setelah penerapan model PBL (Sig. < 0,001), dengan rata-rata indeks N-Gain sebesar 0,53 yang berada pada kategori Sedang; (2) Terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis yang signifikan antara siswa kelompok KAM Tinggi, Sedang, dan Rendah (Sig. < 0,001). Hasil uji beda ganda Tukey HSD mengonfirmasi bahwa kelompok KAM Tinggi mengalami akselerasi pemahaman paling superior, disusul oleh kelompok KAM Sedang, dan KAM Rendah. Meskipun terdapat perbedaan jarak peningkatan antar-strata, penggunaan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis tahapan Polya sebagai scaffolding di dalam kelompok heterogen terbukti efektif memfasilitasi kelompok KAM Rendah dan Sedang untuk tetap mengalami peningkatan pemecahan masalah secara nyata.

Authors

Publication Details

Journal
JKIP Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan
Published
2026-10-14
DOI
https://doi.org/10.55583/djgsv767
Primary Topic
Mathematics Education and Pedagogy
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Ditinjau Dari Kemampuan Awal Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Plus KPG Nabire

Mikhael Romi Anggeli
JKIP Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan
Mathematics Education and Pedagogy
article

Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Ditinjau Dari Kemampuan Awal Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Plus KPG Nabire

Mikhael Romi Anggeli
article en

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada materi pemodelan abstrak seperti Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel (SPLTV). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa secara keseluruhan setelah diterapkannya model Problem Based Learning (PBL), serta menguji secara empiris perbedaan peningkatan tersebut ditinjau dari stratifikasi Kemampuan Awal Matematis (KAM) siswa pada kategori tinggi, sedang, dan rendah. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain pra-eksperimental (One-Group Pretest-Posttest Design). Sampel dalam penelitian ini adalah 34 siswa kelas X SMA Negeri 1 Plus KPG Nabire yang ditetapkan melalui teknik purposive sampling dengan mempertahankan keutuhan kelas (intact group). Data dikumpulkan melalui instrumen tes bentuk uraian yang didasarkan pada empat tahapan heuristik Polya, kemudian dianalisis menggunakan uji N-Gain, Paired Sample T-Test, One-Way ANOVA, serta uji lanjut Tukey HSD berbantuan IBM SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis yang signifikan secara keseluruhan setelah penerapan model PBL (Sig. < 0,001), dengan rata-rata indeks N-Gain sebesar 0,53 yang berada pada kategori Sedang; (2) Terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis yang signifikan antara siswa kelompok KAM Tinggi, Sedang, dan Rendah (Sig. < 0,001). Hasil uji beda ganda Tukey HSD mengonfirmasi bahwa kelompok KAM Tinggi mengalami akselerasi pemahaman paling superior, disusul oleh kelompok KAM Sedang, dan KAM Rendah. Meskipun terdapat perbedaan jarak peningkatan antar-strata, penggunaan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis tahapan Polya sebagai scaffolding di dalam kelompok heterogen terbukti efektif memfasilitasi kelompok KAM Rendah dan Sedang untuk tetap mengalami peningkatan pemecahan masalah secara nyata.

JKIP Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan
Openalex Percentile: Top 6%
Mathematics Education and Pedagogy
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.