Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Non-Keuangan Sebelum dan Sesudah Melakukan Initial Public Offering (IPO) Tahun 2023
Keberhasilan IPO tidak hanya diukur dari kemampuan memperoleh dana eksternal, tetapi juga dari efektivitas manajemen dalam mengoptimalkan dana tersebut. Penelitian ini menganalisis perbedaan kinerja keuangan perusahaan non-keuangan sebelum dan sesudah melakukan Initial Public Offering (IPO) pada tahun 2023 di Bursa Efek Indonesia. Pendekatan kuantitatif komparatif digunakan dengan periode pengamatan dua tahun sebelum (2021–2022) dan dua tahun sesudah IPO (2024–2025). Kinerja keuangan diukur menggunakan Current Ratio (CR), Debt to Equity Ratio (DER), Total Asset Turnover (TATO), dan Return on Assets (ROA). Sampel terdiri atas 37 perusahaan non-keuangan yang dipilih melalui purposive sampling. Analisis data menggunakan Paired Sample t-Test setelah uji normalitas Shapiro-Wilk terpenuhi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TATO dan ROA mengalami perbedaan signifikan (p < 0,05) dengan kecenderungan penurunan, sedangkan CR dan DER tidak menunjukkan perbedaan signifikan (p > 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa tambahan modal dari IPO belum sepenuhnya meningkatkan efisiensi aset dan profitabilitas pada periode awal setelah IPO. Penelitian ini menegaskan pentingnya strategi pengelolaan dana IPO yang efektif untuk mendukung kinerja keuangan jangka menengah.
Authors
- Beatrix Putri Danduru
- Diyes Mangiwa
Institutions
- Universitas Kristen Indonesia Paulus (ID)
Publication Details
- Journal
- PENG Jurnal Ekonomi dan Manajemen
- Published
- 2026-10-13
- DOI
- https://doi.org/10.62710/qkepxw38
- Primary Topic
- Financial Analysis and Corporate Governance
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 0.00