Pendampingan Penerapan 5S untuk Meningkatkan Kerapian Area Kerja UMKM Paroki Ratu Maria Redemptor Mundi Surabaya
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan pelaku UMKM Paroki Ratu Maria Redemptor Mundi Surabaya dalam menata area kerja menggunakan metode 5S. Mitra menghadapi kendala berupa area kerja yang belum tertata, penyimpanan alat dan bahan yang belum konsisten, serta kebiasaan kerja yang belum terdokumentasi secara sederhana. Metode kegiatan meliputi identifikasi kondisi awal, sosialisasi konsep 5S, pelatihan, simulasi penataan alat dan bahan, serta evaluasi melalui diskusi dan checklist sederhana. Hasil evaluasi secara deskriptif menunjukkan bahwa peserta mampu menjelaskan kembali prinsip dasar 5S dan mengaitkannya dengan kebutuhan penataan area Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan pelaku UMKM Paroki Ratu Maria Redemptor Mundi Surabaya dalam menata area kerja menggunakan metode 5S. Mitra menghadapi kendala berupa area kerja yang belum tertata, penyimpanan alat dan bahan yang belum konsisten, serta kebiasaan kerja yang belum terdokumentasi secara sederhana. Metode kegiatan meliputi identifikasi kondisi awal, sosialisasi konsep 5S, pelatihan, simulasi penataan alat dan bahan, serta evaluasi melalui diskusi dan checklist sederhana. Hasil evaluasi secara deskriptif menunjukkan bahwa peserta mampu menjelaskan kembali prinsip dasar 5S dan mengaitkannya dengan kebutuhan penataan area kerja masing-masing. Kegiatan ini menghasilkan rancangan langkah penerapan 5S, contoh pelabelan alat dan bahan, serta checklist sederhana untuk menjaga keteraturan area kerja. Pendampingan 5S penting karena dapat menjadi langkah awal bagi UMKM untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih rapi, bersih, teratur, dan mendukung kelancaran aktivitas kerja.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan pelaku UMKM Paroki Ratu Maria Redemptor Mundi Surabaya dalam menata area kerja menggunakan metode 5S. Mitra menghadapi kendala berupa area kerja yang belum tertata, penyimpanan alat dan bahan yang belum konsisten, serta kebiasaan kerja yang belum terdokumentasi secara sederhana. Metode kegiatan meliputi identifikasi kondisi awal, sosialisasi konsep 5S, pelatihan, simulasi penataan alat dan bahan, serta evaluasi melalui diskusi dan checklist sederhana. Hasil evaluasi secara deskriptif menunjukkan bahwa peserta mampu menjelaskan kembali prinsip dasar 5S dan mengaitkannya dengan kebutuhan penataan area kerja masing-masing. Kegiatan ini menghasilkan rancangan langkah penerapan 5S, contoh pelabelan alat dan bahan, serta checklist sederhana untuk menjaga keteraturan area kerja. Pendampingan 5S penting karena dapat menjadi langkah awal bagi UMKM untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih rapi, bersih, teratur, dan mendukung kelancaran aktivitas kerja.kerja masing-masing. Kegiatan ini menghasilkan rancangan langkah penerapan 5S, contoh pelabelan alat dan bahan, serta checklist sederhana untuk menjaga keteraturan area kerja. Pendampingan 5S penting karena dapat menjadi langkah awal bagi UMKM untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih rapi, bersih, teratur, dan mendukung kelancaran aktivitas kerja.
Authors
- Lasman Parulian Purba (ORCID: https://orcid.org/0000-0002-2318-6181)
- Nyoman Sri Widari (ORCID: https://orcid.org/0009-0003-9168-5606)
- Credendo Elfrain Arely
Institutions
- Universitas Katolik Darma Cendika (ID)
Publication Details
- Journal
- Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara
- Published
- 2026-10-12
- Primary Topic
- Management and Optimization Techniques
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 0.00