Hadis Tentang Sifat Hayā’ Allah” Sebagai Motivasi Berdoa (Kajian Taḥlīlī)
Penelitian ini menghadirkan tiga item rumusan masalah yaitu: Pertama, bagaimana kualitas hadis tentang sifat hayā’ Allah sebagai motivasi berdoa? Kedua, bagaimana kandungan hadis tentang sifat hayā’ Allah sebagai motivasi berdoa? Ketiga, bagaimana implikasi hadis tentang sifat hayā’ Allah sebagai motivasi berdoa? Jenis riset ini adalah kualitatif dengan menggunakan metode analisis deskriptif. Penulis secara khusus menggunakan pendekatan ilmu hadis yang berlandaskan kaidah-kaidah yang dirumuskan para ulama dengan tujuan untuk menilai tingkat keotentikan hadis. Proses analisis dilakukan dengan meneliti kesinambungan sanad (Ittiṣāl al-Sanad), memastikan seluruh perawi memiliki sifat ‘adl dan dhabit, serta bebas dari unsur syaz. dan ‘illat. Data diperoleh melalui (library research). Kajian yang dilakukan dengan mengumpulkan data yang diperoleh dalam sembilan kitab hadis (kutubu at-tis’ah) setelah itu dilakukan analisis terhadap hadis yang diteliti, kemudian melakukan kritik sanad dan matan serta analisa syarah hadis. Berdasarkan uraian biografi periwayat dari sanad riwayat Abu Daud tersebut, dapat disimpulkan bahwa secara sanad hadis, jalur sanad ini bersambung sampai ke Rasulullah, adapun secara individu periwayat semuanya dinilai siqah kecuali seseorang periwayat yang bernama Ja’far bin Maimun yang dinilai lemah hadis atau hafalan oleh ulama. Hal ini menjadikan hadis pada sanad dalam kitab Sunan Abū Dawud dapat dikategorikan berkualitas Hasan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hadis sifat ḥayā Allah sebagai motivasi berdoa menitikberatkan bahwasanya Berdoa dengan keyakinan penuh, kerendahan hati, dan penyerahan diri kepada Allah swt. merupakan inti dari penguatan hubungan spiritual yang mendalam. Setiap doa harus disertai harapan bahwa Allah swt. akan memberikan yang terbaik, meskipun jawabanNya mungkin berbeda dari yang diharapkan. Proses berdoa mengajarkan kesabaran dalam menerima penundaan atau jawaban yang berbeda, serta keyakinan bahwa Allah swt. mengetahui yang terbaik bagi hambaNya. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa berdoa dengan keyakinan penuh, kerendahan hati, dan penyerahan diri kepada Allah swt. memiliki dampak signifikan terhadap kesejahteraan spiritual dan emosional individu. Proses berdoa yang disertai dengan kesabaran, usaha maksimal, dan penerimaan terhadap takdir dapat memperkuat hubungan spiritual seseorang dengan Allah swt., meningkatkan ketahanan emosional, dan membawa kedamaian batin. Penelitian ini juga menggarisbawahi pentingnya menjaga hubungan yang baik dengan Allah swt. melalui ibadah dan amal perbuatan sehari-hari, serta menerapkan sikap syukur dan tawakal dalam menerima jawaban doa, yang pada gilirannya dapat mengurangi rasa kecewa dan meningkatkan rasa syukur. Temuan ini memberikan wawasan penting bagi pengembangan praktik keagamaan yang lebih mendalam dan aplikatif, serta memberikan kontribusi terhadap pemahaman tentang pengaruh spiritualitas dalam meningkatkan kualitas hidup individu,
Authors
- M. Fharul Setiawan
Institutions
- Hasanuddin University (ID)
Publication Details
- Journal
- Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam
- Published
- 2026-10-06
- Primary Topic
- Islamic Thought and Society Studies
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 0.00