Kedudukan Anak Perempuan dalam Pembagian Warisan Pada Masyarakat Batak Toba Muslim Ditinjau dari Hukum Islam dan Hukum Adat

Penelitian ini membahas kedudukan anak perempuan dalam pembagian warisan pada masyarakat Batak Toba Muslim ditinjau dari hukum Islam dan hukum adat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kedudukan dan hak anak perempuan dalam pembagian warisan berdasarkan kedua sistem hukum tersebut. Metode yang digunakan adalah penelitian normatif dengan pendekatan library research melalui kajian jurnal, buku, dan peraturan hukum yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa hukum Islam mengakui anak perempuan sebagai ahli waris dengan bagian yang telah ditentukan berdasarkan ketentuan faraid. Sementara itu, hukum adat Batak Toba yang menganut sistem patrilineal secara tradisional lebih mengutamakan anak laki-laki sebagai penerus marga, sedangkan anak perempuan memiliki kedudukan waris yang lebih terbatas. Namun, perkembangan masyarakat telah menyebabkan praktik pewarisan adat menjadi lebih fleksibel. Perbedaan antara hukum Islam dan hukum adat menunjukkan adanya tantangan dalam penerapan pembagian warisan pada masyarakat Batak Toba Muslim. Oleh karena itu, pemahaman terhadap kedua sistem hukum diperlukan agar hak ahli waris, termasuk anak perempuan, dapat dipertimbangkan dalam pembagian warisan.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Jurnal Intelek Insan Cendikia
Published
2026-10-06
Primary Topic
Family and Matrimonial Law
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Kedudukan Anak Perempuan dalam Pembagian Warisan Pada Masyarakat Batak Toba Muslim Ditinjau dari Hukum Islam dan Hukum Adat

Syuratty Astuti Rahayu Manalu, Dinda Safira Devianda, Sri Malem Teta Tarigan, Pirhot Maranata Siburian et al.
Jurnal Intelek Insan Cendikia
Family and Matrimonial Law
article

Kedudukan Anak Perempuan dalam Pembagian Warisan Pada Masyarakat Batak Toba Muslim Ditinjau dari Hukum Islam dan Hukum Adat

Syuratty Astuti Rahayu Manalu, Dinda Safira Devianda, Sri Malem Teta Tarigan, Pirhot Maranata Siburian, Dinda Ujung
article en

Abstract

Penelitian ini membahas kedudukan anak perempuan dalam pembagian warisan pada masyarakat Batak Toba Muslim ditinjau dari hukum Islam dan hukum adat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kedudukan dan hak anak perempuan dalam pembagian warisan berdasarkan kedua sistem hukum tersebut. Metode yang digunakan adalah penelitian normatif dengan pendekatan library research melalui kajian jurnal, buku, dan peraturan hukum yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa hukum Islam mengakui anak perempuan sebagai ahli waris dengan bagian yang telah ditentukan berdasarkan ketentuan faraid. Sementara itu, hukum adat Batak Toba yang menganut sistem patrilineal secara tradisional lebih mengutamakan anak laki-laki sebagai penerus marga, sedangkan anak perempuan memiliki kedudukan waris yang lebih terbatas. Namun, perkembangan masyarakat telah menyebabkan praktik pewarisan adat menjadi lebih fleksibel. Perbedaan antara hukum Islam dan hukum adat menunjukkan adanya tantangan dalam penerapan pembagian warisan pada masyarakat Batak Toba Muslim. Oleh karena itu, pemahaman terhadap kedua sistem hukum diperlukan agar hak ahli waris, termasuk anak perempuan, dapat dipertimbangkan dalam pembagian warisan.

Jurnal Intelek Insan Cendikia
State University of Medan (ID)
Openalex Percentile: Top 2%
Family and Matrimonial Law
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.

Kedudukan Anak Perempuan dalam Pembagian Warisan Pada Masyarakat Batak Toba Muslim Ditinjau dari Hukum Islam dan Hukum Adat — Syuratty Astuti Rahayu Manalu, Dinda Safira Devianda, et al. · Jurnal Intelek Insan Cendikia (2026) | TGRS Research Map | TGRS