Komunikasi Terapeutik Perawat Dalam Mengurangi Kecemasan Pasien Pasca Operasi
Komunikasi terapeutik merupakan salah satu intervensi psikososial kunci dalam menurunkan kecemasan pasien pascaoperasi, namun implementasinya di lapangan sering kali tidak konsisten. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola komunikasi terapeutik perawat dalam mengurangi kecemasan pasien pascaoperasi di Ruang Rawat Inap Bedah RS X, mencakup pelaksanaan fase-fase komunikasi, teknik yang dominan digunakan, faktor pendukung-penghambat, dan persepsi pasien. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, dengan enam pasang perawat-pasien dan satu kepala ruangan sebagai informan, melalui observasi terstruktur, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, yang dianalisis menggunakan analisis tematik, dilanjutkan dengan triangulasi dari sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari enam episode interaksi yang diteliti, empat episode menunjukkan pola komunikasi terapeutik yang berhasil menurunkan kecemasan pasien, sedangkan dua episode kurang berhasil. Keberhasilan tersebut ditentukan oleh konsistensi pelaksanaan keempat fase komunikasi terapeutik pada fase orientasi dan terminasi, serta penggunaan teknik validasi perasaan, pemberian informasi bertahap, dan sentuhan terapeutik yang selaras dengan Metode SOLER. Faktor penghambat utama bersifat struktural, yaitu beban kerja shift dan keterbatasan tenaga keperawatan. Penelitian ini merekomendasikan pelatihan penyegaran komunikasi terapeutik yang berkelanjutan disertai supervisi terjadwal guna meningkatkan konsistensi praktik komunikasi terapeutik di rumah sakit.
Authors
- Feni Trihidayani
- Nadia Amalia
- Ali Alamsyah Kusumadinata
Institutions
- Universitas Djuanda (ID)
Publication Details
- Journal
- HUMANUS Jurnal Sosiohumaniora Nusantara
- Published
- 2026-10-06
- DOI
- https://doi.org/10.62180/g6exzr80
- Primary Topic
- Patient-Provider Communication in Healthcare
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 0.00