Paradoks Work From Anywhere: Ekstensi Waktu Kerja, Produktivitas, Dan Kepuasan Karyawan Dalam Perspektif Hubungan Industrial

Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan durasi kerja dengan persepsi produktivitas dan kepuasan karyawan dalam penerapan Work from Anywhere (WfA) dari perspektif hubungan industrial. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei cross-sectional. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur pada karyawan unit layanan bisnis, pemasaran, dan produksi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, tabulasi silang, dan regresi linier sederhana dengan metode ordinary least squares (OLS). Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa 52,9% responden bekerja selama 8–10 jam per hari dan 20,6% bekerja selama 11–12 jam per hari. Sebanyak 78,9% responden melaporkan peningkatan produktivitas selama menjalankan WfA, sedangkan 94,7% menyatakan puas atau sangat puas terhadap sistem kerja tersebut. Bahkan, pada kelompok yang bekerja selama 11–12 jam per hari, 92,3% responden tetap menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi. Meskipun demikian, hasil regresi menunjukkan bahwa peningkatan kategori durasi kerja berhubungan negatif dan signifikan dengan kepuasan karyawan (B = −0,1881; p = 0,0376), sedangkan hubungan durasi kerja dengan persepsi produktivitas tidak signifikan secara statistik (p = 0,4475). Temuan ini mengungkap paradoks WfA, yaitu fleksibilitas kerja dapat mempertahankan tingkat kepuasan dan persepsi produktivitas yang tinggi secara agregat, tetapi durasi kerja yang semakin panjang tidak berkaitan dengan peningkatan produktivitas dan justru berkaitan dengan penurunan kepuasan karyawan. Penelitian ini menegaskan bahwa efektivitas WfA tidak seharusnya dinilai berdasarkan panjangnya waktu kerja, melainkan melalui pencapaian hasil yang disertai pengaturan batas waktu kerja, waktu istirahat, dan komunikasi pekerjaan yang jelas untuk menjaga keberlanjutan hubungan kerja.

Authors

Publication Details

Journal
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Published
2026-10-06
DOI
https://doi.org/10.37385/egq55a10
Primary Topic
Work-Family Balance Challenges
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Paradoks Work From Anywhere: Ekstensi Waktu Kerja, Produktivitas, Dan Kepuasan Karyawan Dalam Perspektif Hubungan Industrial

Cedaryana Cedaryana, Joel Rinaldy Simbolon, Lalu Aditya Sumarwata, Muhamad Al Rafi Badhrika
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Work-Family Balance Challenges
article

Paradoks Work From Anywhere: Ekstensi Waktu Kerja, Produktivitas, Dan Kepuasan Karyawan Dalam Perspektif Hubungan Industrial

Cedaryana Cedaryana, Joel Rinaldy Simbolon, Lalu Aditya Sumarwata, Muhamad Al Rafi Badhrika
article en

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan durasi kerja dengan persepsi produktivitas dan kepuasan karyawan dalam penerapan Work from Anywhere (WfA) dari perspektif hubungan industrial. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei cross-sectional. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur pada karyawan unit layanan bisnis, pemasaran, dan produksi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, tabulasi silang, dan regresi linier sederhana dengan metode ordinary least squares (OLS). Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa 52,9% responden bekerja selama 8–10 jam per hari dan 20,6% bekerja selama 11–12 jam per hari. Sebanyak 78,9% responden melaporkan peningkatan produktivitas selama menjalankan WfA, sedangkan 94,7% menyatakan puas atau sangat puas terhadap sistem kerja tersebut. Bahkan, pada kelompok yang bekerja selama 11–12 jam per hari, 92,3% responden tetap menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi. Meskipun demikian, hasil regresi menunjukkan bahwa peningkatan kategori durasi kerja berhubungan negatif dan signifikan dengan kepuasan karyawan (B = −0,1881; p = 0,0376), sedangkan hubungan durasi kerja dengan persepsi produktivitas tidak signifikan secara statistik (p = 0,4475). Temuan ini mengungkap paradoks WfA, yaitu fleksibilitas kerja dapat mempertahankan tingkat kepuasan dan persepsi produktivitas yang tinggi secara agregat, tetapi durasi kerja yang semakin panjang tidak berkaitan dengan peningkatan produktivitas dan justru berkaitan dengan penurunan kepuasan karyawan. Penelitian ini menegaskan bahwa efektivitas WfA tidak seharusnya dinilai berdasarkan panjangnya waktu kerja, melainkan melalui pencapaian hasil yang disertai pengaturan batas waktu kerja, waktu istirahat, dan komunikasi pekerjaan yang jelas untuk menjaga keberlanjutan hubungan kerja.

Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Openalex Percentile: Top 5%
Work-Family Balance Challenges
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.