PENDAMPINGAN PEMETAAN PARTISIPATIF POTENSI LOKAL SEBAGAI DASAR PENGEMBANGAN KAMPUNG TEMATIK DI KELURAHAN LININGAAN KECAMATAN TONDANO TIMUR

Kelurahan Liningaan, Kecamatan Tondano Timur, memiliki berbagai potensi lokal yang berkembang dalam kehidupan masyarakat, khususnya pada aspek budaya, pertanian, dan ekonomi kreatif. Namun, potensi tersebut belum terdokumentasi secara sistematis dan belum tersedia dalam bentuk informasi spasial yang dapat dimanfaatkan sebagai dasar pengembangan kawasan berbasis potensi lokal. Kondisi tersebut menyebabkan belum adanya kesepahaman masyarakat mengenai identitas kawasan yang dapat dikembangkan sebagai kampung tematik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memetakan potensi lokal secara partisipatif, menyusun peta potensi lokal wilayah, serta merumuskan usulan tema kampung tematik yang sesuai dengan karakteristik dan potensi unggulan Kelurahan Liningaan. Metode yang digunakan adalah pendampingan partisipatif yang melibatkan pemerintah kelurahan, tokoh masyarakat, karang taruna, kelompok pemberdayaan kesejahteraan keluarga, dan masyarakat umum. Tahapan kegiatan meliputi sosialisasi, identifikasi potensi lokal melalui observasi dan diskusi kelompok, pemetaan partisipatif, penyusunan peta potensi lokal, serta diskusi bersama untuk merumuskan usulan tema kampung tematik. Kegiatan ini melibatkan 38 peserta yang berpartisipasi aktif dalam seluruh tahapan pelaksanaan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa potensi lokal Kelurahan Liningaan didominasi oleh potensi budaya berupa kesenian tradisional, potensi pertanian, serta potensi ekonomi kreatif yang berkembang di masyarakat. Hasil identifikasi tersebut selanjutnya disajikan dalam bentuk peta potensi lokal yang menggambarkan persebaran potensi wilayah secara spasial. Selain menghasilkan peta potensi lokal, kegiatan ini juga menghasilkan usulan tema kampung tematik yang disusun berdasarkan hasil identifikasi dan diskusi bersama masyarakat. Kegiatan pengabdian ini mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses identifikasi potensi wilayah serta memberikan informasi spasial yang dapat dimanfaatkan sebagai dasar perencanaan pengembangan kawasan berbasis potensi lokal. Dengan demikian, pemetaan partisipatif dapat menjadi pendekatan yang efektif dalam mendukung pengembangan kampung tematik dan pembangunan wilayah yang berkelanjutan di Kelurahan Liningaan.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Jurnal Abdimas Scientia
Published
2026-10-05
Primary Topic
Community-based Tourism Development and Sustainability
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

PENDAMPINGAN PEMETAAN PARTISIPATIF POTENSI LOKAL SEBAGAI DASAR PENGEMBANGAN KAMPUNG TEMATIK DI KELURAHAN LININGAAN KECAMATAN TONDANO TIMUR

Nur Fitri Ramadhani, Stephanie Jill Najoan, Muhammad D. M. Farera, Kindly A. I. Pangauw et al.
Jurnal Abdimas Scientia
Community-based Tourism Development and Sustainability
article

PENDAMPINGAN PEMETAAN PARTISIPATIF POTENSI LOKAL SEBAGAI DASAR PENGEMBANGAN KAMPUNG TEMATIK DI KELURAHAN LININGAAN KECAMATAN TONDANO TIMUR

Nur Fitri Ramadhani, Stephanie Jill Najoan, Muhammad D. M. Farera, Kindly A. I. Pangauw, Agim G. S. M. Damopolii, Jivi A. R. Labenjang
article en

Abstract

Kelurahan Liningaan, Kecamatan Tondano Timur, memiliki berbagai potensi lokal yang berkembang dalam kehidupan masyarakat, khususnya pada aspek budaya, pertanian, dan ekonomi kreatif. Namun, potensi tersebut belum terdokumentasi secara sistematis dan belum tersedia dalam bentuk informasi spasial yang dapat dimanfaatkan sebagai dasar pengembangan kawasan berbasis potensi lokal. Kondisi tersebut menyebabkan belum adanya kesepahaman masyarakat mengenai identitas kawasan yang dapat dikembangkan sebagai kampung tematik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memetakan potensi lokal secara partisipatif, menyusun peta potensi lokal wilayah, serta merumuskan usulan tema kampung tematik yang sesuai dengan karakteristik dan potensi unggulan Kelurahan Liningaan. Metode yang digunakan adalah pendampingan partisipatif yang melibatkan pemerintah kelurahan, tokoh masyarakat, karang taruna, kelompok pemberdayaan kesejahteraan keluarga, dan masyarakat umum. Tahapan kegiatan meliputi sosialisasi, identifikasi potensi lokal melalui observasi dan diskusi kelompok, pemetaan partisipatif, penyusunan peta potensi lokal, serta diskusi bersama untuk merumuskan usulan tema kampung tematik. Kegiatan ini melibatkan 38 peserta yang berpartisipasi aktif dalam seluruh tahapan pelaksanaan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa potensi lokal Kelurahan Liningaan didominasi oleh potensi budaya berupa kesenian tradisional, potensi pertanian, serta potensi ekonomi kreatif yang berkembang di masyarakat. Hasil identifikasi tersebut selanjutnya disajikan dalam bentuk peta potensi lokal yang menggambarkan persebaran potensi wilayah secara spasial. Selain menghasilkan peta potensi lokal, kegiatan ini juga menghasilkan usulan tema kampung tematik yang disusun berdasarkan hasil identifikasi dan diskusi bersama masyarakat. Kegiatan pengabdian ini mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses identifikasi potensi wilayah serta memberikan informasi spasial yang dapat dimanfaatkan sebagai dasar perencanaan pengembangan kawasan berbasis potensi lokal. Dengan demikian, pemetaan partisipatif dapat menjadi pendekatan yang efektif dalam mendukung pengembangan kampung tematik dan pembangunan wilayah yang berkelanjutan di Kelurahan Liningaan.

Jurnal Abdimas Scientia
Sam Ratulangi University (ID)
Openalex Percentile: Top 5%
Community-based Tourism Development and Sustainability
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.