SOSIALISASI ETIKA KERJA ISLAMI DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME KARYAWAN

Pokok permasalahan dalam pengabdian ini adalah pentingnya penguatan karakter dan etika kerja berlandaskan nilai-nilai spiritual di tengah dinamika industri modern, yang seringkali mengabaikan aspek moral, sehingga memengaruhi tingkat profesionalisme karyawan. Tujuan kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) mandiri ini adalah untuk menyosialisasikan pentingnya penerapan etika kerja Islami guna meningkatkan profesionalisme, tanggung jawab, dan kinerja karyawan di PT Xing Cheng Fu Tempered Glass, Kabupaten Tangerang. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif partisipatif melalui kegiatan penyuluhan, ceramah interaktif, dan diskusi yang dilaksanakan pada tanggal 21 Agustus 2026. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan respons yang sangat positif dari para karyawan, ditandai dengan peningkatan pemahaman mengenai konsep itqan (keunggulan berkinerja), ihsan, kedisiplinan, dan ta'awun (tolong-menolong) dalam lingkungan kerja. Karyawan menyadari bahwa bekerja bukan sekadar rutinitas pemenuhan kebutuhan ekonomi, melainkan bagian dari ibadah dan amal saleh yang menuntut integritas tinggi. Kesimpulan dari kegiatan KKM mandiri ini adalah bahwa internalisasi nilai-nilai etika kerja Islami terbukti efektif dalam memotivasi karyawan untuk bekerja lebih profesional, memupuk suasana kerja yang harmonis, dan pada akhirnya berpotensi memberikan kontribusi positif terhadap produktivitas perusahaan secara menyeluruh.

Authors

Publication Details

Journal
KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Published
2026-10-06
Primary Topic
Workplace Spirituality and Leadership
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

SOSIALISASI ETIKA KERJA ISLAMI DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME KARYAWAN

Dendi Dendi, Renantha Meggy Putri
KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Workplace Spirituality and Leadership
article

SOSIALISASI ETIKA KERJA ISLAMI DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME KARYAWAN

Dendi Dendi, Renantha Meggy Putri
article en

Abstract

Pokok permasalahan dalam pengabdian ini adalah pentingnya penguatan karakter dan etika kerja berlandaskan nilai-nilai spiritual di tengah dinamika industri modern, yang seringkali mengabaikan aspek moral, sehingga memengaruhi tingkat profesionalisme karyawan. Tujuan kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) mandiri ini adalah untuk menyosialisasikan pentingnya penerapan etika kerja Islami guna meningkatkan profesionalisme, tanggung jawab, dan kinerja karyawan di PT Xing Cheng Fu Tempered Glass, Kabupaten Tangerang. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif partisipatif melalui kegiatan penyuluhan, ceramah interaktif, dan diskusi yang dilaksanakan pada tanggal 21 Agustus 2026. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan respons yang sangat positif dari para karyawan, ditandai dengan peningkatan pemahaman mengenai konsep itqan (keunggulan berkinerja), ihsan, kedisiplinan, dan ta'awun (tolong-menolong) dalam lingkungan kerja. Karyawan menyadari bahwa bekerja bukan sekadar rutinitas pemenuhan kebutuhan ekonomi, melainkan bagian dari ibadah dan amal saleh yang menuntut integritas tinggi. Kesimpulan dari kegiatan KKM mandiri ini adalah bahwa internalisasi nilai-nilai etika kerja Islami terbukti efektif dalam memotivasi karyawan untuk bekerja lebih profesional, memupuk suasana kerja yang harmonis, dan pada akhirnya berpotensi memberikan kontribusi positif terhadap produktivitas perusahaan secara menyeluruh.

KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Openalex Percentile: Top 4%
Workplace Spirituality and Leadership
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.