Ketahanan Siber di Era Konektivitas Total: Kerangka Kerja Terpadu untuk Mengidentifikasi, Menilai, dan Memitigasi Kerentanan pada Perangkat IoT

Era konektivitas total yang ditandai dengan proliferasi perangkat Internet of Things (IoT) yang masif telah mengubah lanskap ancaman siber secara fundamental. Penelitian ini mengkaji kerangka kerja terpadu untuk mengidentifikasi, menilai, dan memitigasi kerentanan pada perangkat IoT di tengah kompleksitas ekosistem digital yang terus berkembang. Melalui tinjauan literatur sistematis terhadap perkembangan terkini dalam keamanan IoT, penelitian ini mengidentifikasi bahwa kerentanan perangkat IoT bersifat multidimensi mencakup kelemahan pada perangkat keras, perangkat lunak, protokol komunikasi, dan lapisan aplikasi yang memerlukan pendekatan keamanan berlapis. Temuan menunjukkan bahwa kerangka kerja yang efektif harus mengintegrasikan tiga pilar utama: (1) identifikasi kerentanan melalui kombinasi pemindaian otomatis, threat modeling, dan analisis perilaku berbasis AI; (2) penilaian risiko yang adaptif menggunakan metode kuantitatif yang mempertimbangkan konteks operasional dan dinamika ancaman; dan (3) mitigasi melalui strategi zero trust, segmentasi jaringan, dan pembaruan keamanan berkelanjutan. Pendekatan AI-driven untuk deteksi intrusi berbasis machine learning mencapai akurasi hingga 99% untuk kategori serangan utama seperti DDoS, spoofing, dan botnet Mirai, sementara arsitektur zero trust berbasis blockchain dan SDN menunjukkan efektivitas dalam mengisolasi node yang terkompromi. Penelitian ini juga menyoroti peran regulasi seperti Cyber Resilience Act (CRA) Uni Eropa yang mulai berlaku pada 2027, yang mengubah keamanan siber dari sekadar praktik terbaik menjadi kewajiban hukum dengan sanksi tegas bagi pelanggar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketahanan siber IoT memerlukan transformasi dari pendekatan reaktif menuju strategi proaktif yang mengintegrasikan teknologi, proses, dan kepatuhan regulasi secara holistik.

Authors

Publication Details

Journal
MUARA KOMPUTER Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer & Elektronika
Published
2026-10-05
DOI
https://doi.org/10.64365/murakom.v2i4.576
Primary Topic
Network Security and Intrusion Detection
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Ketahanan Siber di Era Konektivitas Total: Kerangka Kerja Terpadu untuk Mengidentifikasi, Menilai, dan Memitigasi Kerentanan pada Perangkat IoT

Yudha Pratama Nugraha, Astrid Maharani Kristanti
MUARA KOMPUTER Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer & Elektronika
Network Security and Intrusion Detection
article

Ketahanan Siber di Era Konektivitas Total: Kerangka Kerja Terpadu untuk Mengidentifikasi, Menilai, dan Memitigasi Kerentanan pada Perangkat IoT

Yudha Pratama Nugraha, Astrid Maharani Kristanti
article en

Abstract

Era konektivitas total yang ditandai dengan proliferasi perangkat Internet of Things (IoT) yang masif telah mengubah lanskap ancaman siber secara fundamental. Penelitian ini mengkaji kerangka kerja terpadu untuk mengidentifikasi, menilai, dan memitigasi kerentanan pada perangkat IoT di tengah kompleksitas ekosistem digital yang terus berkembang. Melalui tinjauan literatur sistematis terhadap perkembangan terkini dalam keamanan IoT, penelitian ini mengidentifikasi bahwa kerentanan perangkat IoT bersifat multidimensi mencakup kelemahan pada perangkat keras, perangkat lunak, protokol komunikasi, dan lapisan aplikasi yang memerlukan pendekatan keamanan berlapis. Temuan menunjukkan bahwa kerangka kerja yang efektif harus mengintegrasikan tiga pilar utama: (1) identifikasi kerentanan melalui kombinasi pemindaian otomatis, threat modeling, dan analisis perilaku berbasis AI; (2) penilaian risiko yang adaptif menggunakan metode kuantitatif yang mempertimbangkan konteks operasional dan dinamika ancaman; dan (3) mitigasi melalui strategi zero trust, segmentasi jaringan, dan pembaruan keamanan berkelanjutan. Pendekatan AI-driven untuk deteksi intrusi berbasis machine learning mencapai akurasi hingga 99% untuk kategori serangan utama seperti DDoS, spoofing, dan botnet Mirai, sementara arsitektur zero trust berbasis blockchain dan SDN menunjukkan efektivitas dalam mengisolasi node yang terkompromi. Penelitian ini juga menyoroti peran regulasi seperti Cyber Resilience Act (CRA) Uni Eropa yang mulai berlaku pada 2027, yang mengubah keamanan siber dari sekadar praktik terbaik menjadi kewajiban hukum dengan sanksi tegas bagi pelanggar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketahanan siber IoT memerlukan transformasi dari pendekatan reaktif menuju strategi proaktif yang mengintegrasikan teknologi, proses, dan kepatuhan regulasi secara holistik.

MUARA KOMPUTER Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer & Elektronika
Openalex Percentile: Top 10%
Network Security and Intrusion Detection
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.

Ketahanan Siber di Era Konektivitas Total: Kerangka Kerja Terpadu untuk Mengidentifikasi, Menilai, dan Memitigasi Kerentanan pada Perangkat IoT — Yudha Pratama Nugraha, Astrid Maharani Kristanti · MUARA KOMPUTER Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer & Elektronika (2026) | TGRS Research Map | TGRS