Modal Sosial dan Resiliensi Komunitas Adat Bugis-Makassar dalam Menghadapi Arus Modernisasi

Modernisasi digital dan perubahan ekonomi menghadirkan tekanan baru terhadap keberlanjutan budaya lokal. Penelitian ini menganalisis bentuk modal sosial dan mekanisme resiliensi komunitas adat Bugis-Makassar dalam mempertahankan nilai budaya di tengah modernisasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam terhadap sepuluh informan kunci, dan telaah dokumen, lalu dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil menunjukkan bahwa modal sosial bertumpu pada kepercayaan terhadap kepemimpinan adat, norma Pangngadereng yang tercermin dalam Sipakatau, Sipakalebbi, dan Sipakainge, serta jaringan sosial melalui gotong royong dan Tudang Sipulung. Modal sosial tersebut mendukung resiliensi melalui adaptasi selektif terhadap teknologi dan penguatan transmisi nilai antargenerasi. Komunitas adat dengan demikian mempertahankan identitas melalui adaptasi, bukan penolakan terhadap modernitas.

Authors

Publication Details

Journal
JURNAL ILMU BUDAYA
Published
2026-10-05
DOI
https://doi.org/10.34050/t64zzc88
Primary Topic
Cultural and Religious Practices in Indonesia
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Modal Sosial dan Resiliensi Komunitas Adat Bugis-Makassar dalam Menghadapi Arus Modernisasi

Muhammad Tahir G
JURNAL ILMU BUDAYA
Cultural and Religious Practices in Indonesia
article

Modal Sosial dan Resiliensi Komunitas Adat Bugis-Makassar dalam Menghadapi Arus Modernisasi

Muhammad Tahir G
article en

Abstract

Modernisasi digital dan perubahan ekonomi menghadirkan tekanan baru terhadap keberlanjutan budaya lokal. Penelitian ini menganalisis bentuk modal sosial dan mekanisme resiliensi komunitas adat Bugis-Makassar dalam mempertahankan nilai budaya di tengah modernisasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam terhadap sepuluh informan kunci, dan telaah dokumen, lalu dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil menunjukkan bahwa modal sosial bertumpu pada kepercayaan terhadap kepemimpinan adat, norma Pangngadereng yang tercermin dalam Sipakatau, Sipakalebbi, dan Sipakainge, serta jaringan sosial melalui gotong royong dan Tudang Sipulung. Modal sosial tersebut mendukung resiliensi melalui adaptasi selektif terhadap teknologi dan penguatan transmisi nilai antargenerasi. Komunitas adat dengan demikian mempertahankan identitas melalui adaptasi, bukan penolakan terhadap modernitas.

JURNAL ILMU BUDAYA
Openalex Percentile: Top 2%
Cultural and Religious Practices in Indonesia
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.

Modal Sosial dan Resiliensi Komunitas Adat Bugis-Makassar dalam Menghadapi Arus Modernisasi — Muhammad Tahir G · JURNAL ILMU BUDAYA (2026) | TGRS Research Map | TGRS