Analisis Kelembagaan DPMPTSP Kota Batu Dalam Mendukung Pelayanan Perizinan Usaha Berbasis OSS Melalui Inovasi Dan Koordinasi Antar Instansi

Reformasi birokrasi dan transformasi digital mendorong lahirnya OSS sebagai instrumen penyederhanaan perizinan terintegrasi. Di tingkat daerah, DPMPTSP berperan strategis sebagai ujung tombak pelayanan perizinan kepada masyarakat dan pelaku usaha. Penelitian ini menganalisis kelembagaan DPMPTSP Kota Batu dalam mendukung perizinan berbasis OSS, mendeskripsikan inovasi layanan, dan mengidentifikasi pola koordinasi antarinstansi. Pendekatan kualitatif digunakan dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Analisis mengacu pada teori kelembagaan Douglass C. North dan kerangka tiga pilar institusi W. Richard Scott: regulatif, normatif, dan kognitif-kultural. Hasil menunjukkan DPMPTSP Kota Batu memiliki fondasi regulatif kuat; jenis izin disederhanakan dari 132 menjadi 62 pasca penerapan OSS-RBA. Dari sisi inovasi, DPMPTSP menghadirkan program MAMPIR BOSS (Mobil Anjungan Melayani Pengaduan dan Izin Rakyat Batu Online Single Submission) sebagai layanan keliling yang menjangkau 19 desa dan 5 kelurahan, serta SIPPOIN sebagai sistem informasi potensi investasi Kota Batu. Dalam aspek koordinasi, DPMPTSP berperan sebagai pintu masuk administratif yang bekerja kolaboratif dengan dinas teknis terkait seperti DPUPRPKP dan Dinas Lingkungan Hidup. Namun hambatan utama terdapat pada pilar kognitif-kultural, yaitu rendahnya literasi digital masyarakat dan keterbatasan kapasitas SDM aparatur dalam penguasaan teknologi informasi. Kajian ini menegaskan bahwa efektivitas OSS di Kota Batu tidak cukup bergantung pada kecanggihan teknis, melainkan ditentukan oleh kemampuan DPMPTSP mengelola regulasi, mendorong inovasi layanan, dan mempererat koordinasi lintas sektor dalam ekosistem tata kelola yang adaptif dan berkelanjutan.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Published
2026-10-28
Primary Topic
Public Administration in Developing Nations
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Analisis Kelembagaan DPMPTSP Kota Batu Dalam Mendukung Pelayanan Perizinan Usaha Berbasis OSS Melalui Inovasi Dan Koordinasi Antar Instansi

Arryeva Elleina Izra P, Muhammad Ahsanudin Rofiq, Na Chuwa Qurrota A’Yuni, Helsa Venta Eldiska et al.
1 links
SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Public Administration in Developing Nations
article

Analisis Kelembagaan DPMPTSP Kota Batu Dalam Mendukung Pelayanan Perizinan Usaha Berbasis OSS Melalui Inovasi Dan Koordinasi Antar Instansi

Arryeva Elleina Izra P, Muhammad Ahsanudin Rofiq, Na Chuwa Qurrota A’Yuni, Helsa Venta Eldiska, Tino Bagus Ferdianto, Ghifa Pradipta Pahlawan
article en

Abstract

Reformasi birokrasi dan transformasi digital mendorong lahirnya OSS sebagai instrumen penyederhanaan perizinan terintegrasi. Di tingkat daerah, DPMPTSP berperan strategis sebagai ujung tombak pelayanan perizinan kepada masyarakat dan pelaku usaha. Penelitian ini menganalisis kelembagaan DPMPTSP Kota Batu dalam mendukung perizinan berbasis OSS, mendeskripsikan inovasi layanan, dan mengidentifikasi pola koordinasi antarinstansi. Pendekatan kualitatif digunakan dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Analisis mengacu pada teori kelembagaan Douglass C. North dan kerangka tiga pilar institusi W. Richard Scott: regulatif, normatif, dan kognitif-kultural. Hasil menunjukkan DPMPTSP Kota Batu memiliki fondasi regulatif kuat; jenis izin disederhanakan dari 132 menjadi 62 pasca penerapan OSS-RBA. Dari sisi inovasi, DPMPTSP menghadirkan program MAMPIR BOSS (Mobil Anjungan Melayani Pengaduan dan Izin Rakyat Batu Online Single Submission) sebagai layanan keliling yang menjangkau 19 desa dan 5 kelurahan, serta SIPPOIN sebagai sistem informasi potensi investasi Kota Batu. Dalam aspek koordinasi, DPMPTSP berperan sebagai pintu masuk administratif yang bekerja kolaboratif dengan dinas teknis terkait seperti DPUPRPKP dan Dinas Lingkungan Hidup. Namun hambatan utama terdapat pada pilar kognitif-kultural, yaitu rendahnya literasi digital masyarakat dan keterbatasan kapasitas SDM aparatur dalam penguasaan teknologi informasi. Kajian ini menegaskan bahwa efektivitas OSS di Kota Batu tidak cukup bergantung pada kecanggihan teknis, melainkan ditentukan oleh kemampuan DPMPTSP mengelola regulasi, mendorong inovasi layanan, dan mempererat koordinasi lintas sektor dalam ekosistem tata kelola yang adaptif dan berkelanjutan.

SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
University of Brawijaya (ID)
Peace, justice, and strong institutions, Industry, innovation and infrastructure, Sustainable cities and communities
Openalex Percentile: Top 15%
Public Administration in Developing Nations
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.

Laika access coming soon