Analisis Keterkaitan Perdesaan dan Hirarki Perkotaan dalam Pengembangan Wilayah (Studi Kasus: Kabupaten Pakpak Bharat)

Abstrak. Penelitian ini menganalisis keterkaitan antara perdesaan dan perkotaan di Kabupaten Pakpak Bharat pada tahun 2022–2023 dengan fokus pada aliran ekonomi, transportasi, dan susunan hirarki perkotaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterkaitan antarwilayah masih lemah akibat kendala infrastruktur transportasi, akses modal yang terbatas, dan pola permukiman yang tersebar. Keterbatasan ini menghambat distribusi hasil pertanian, menurunkan efisiensi kegiatan ekonomi, dan memperbesar kesenjangan kesejahteraan antara desa dan kota. Selain itu, susunan hirarki perkotaan belum mampu mendukung desa-desa hinterland secara optimal. Sebagai langkah strategis, penelitian ini merekomendasikan peningkatan infrastruktur transportasi untuk memperkuat konektivitas wilayah serta penguatan akses modal dan pasar bagi petani untuk meningkatkan daya saing produk lokal. Dengan upaya ini, diharapkan dapat tercipta integrasi wilayah yang lebih baik, mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Temuan ini merepresentasikan kondisi pada periode pengumpulan data tersebut (2022–2023) dan tidak mencerminkan kondisi wilayah penelitian yang bersifat terkini. Abstract.This study analyzes the linkages between rural and urban areas in Pakpak Bharat Regency in 2022–2023, focusing on economic flows, transportation, and urban hierarchy. The findings reveal that inter-regional linkages remain weak due to infrastructure constraints, limited access to capital, and dispersed settlement patterns. These limitations hinder the distribution of agricultural products, reduce economic efficiency, and exacerbate welfare disparities between rural and urban areas. Furthermore, the current urban hierarchy structure fails to optimally support hinterland villages. As strategic measures, this study recommends improving transportation infrastructure to enhance regional connectivity and strengthening access to capital and markets for farmers to boost the competitiveness of local products. These efforts are expected to foster better regional integration, supporting inclusive and sustainable economic growth. These findings represent conditions during the 2022–2023 data collection period and do not necessarily reflect the current situation. Submitted: 2026-06-08 Revisions: 2026-08-21 Accepted: 2026-09-02 Published: 2026-09-16

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Majalah Geografi Indonesia
Published
2026-09-16
DOI
https://doi.org/10.22146/mgi.120314
Primary Topic
Local Economic Development and Planning
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
article

Analisis Keterkaitan Perdesaan dan Hirarki Perkotaan dalam Pengembangan Wilayah (Studi Kasus: Kabupaten Pakpak Bharat)

Novida Yenny, Riki Rahmad, Mona Adria Wirda, Elfayetti Elfayetti et al.
Majalah Geografi Indonesia
Local Economic Development and Planning
article

Analisis Keterkaitan Perdesaan dan Hirarki Perkotaan dalam Pengembangan Wilayah (Studi Kasus: Kabupaten Pakpak Bharat)

Novida Yenny, Riki Rahmad, Mona Adria Wirda, Elfayetti Elfayetti, Sendi Permana
article en

Abstract

Abstrak. Penelitian ini menganalisis keterkaitan antara perdesaan dan perkotaan di Kabupaten Pakpak Bharat pada tahun 2022–2023 dengan fokus pada aliran ekonomi, transportasi, dan susunan hirarki perkotaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterkaitan antarwilayah masih lemah akibat kendala infrastruktur transportasi, akses modal yang terbatas, dan pola permukiman yang tersebar. Keterbatasan ini menghambat distribusi hasil pertanian, menurunkan efisiensi kegiatan ekonomi, dan memperbesar kesenjangan kesejahteraan antara desa dan kota. Selain itu, susunan hirarki perkotaan belum mampu mendukung desa-desa hinterland secara optimal. Sebagai langkah strategis, penelitian ini merekomendasikan peningkatan infrastruktur transportasi untuk memperkuat konektivitas wilayah serta penguatan akses modal dan pasar bagi petani untuk meningkatkan daya saing produk lokal. Dengan upaya ini, diharapkan dapat tercipta integrasi wilayah yang lebih baik, mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Temuan ini merepresentasikan kondisi pada periode pengumpulan data tersebut (2022–2023) dan tidak mencerminkan kondisi wilayah penelitian yang bersifat terkini. Abstract.This study analyzes the linkages between rural and urban areas in Pakpak Bharat Regency in 2022–2023, focusing on economic flows, transportation, and urban hierarchy. The findings reveal that inter-regional linkages remain weak due to infrastructure constraints, limited access to capital, and dispersed settlement patterns. These limitations hinder the distribution of agricultural products, reduce economic efficiency, and exacerbate welfare disparities between rural and urban areas. Furthermore, the current urban hierarchy structure fails to optimally support hinterland villages. As strategic measures, this study recommends improving transportation infrastructure to enhance regional connectivity and strengthening access to capital and markets for farmers to boost the competitiveness of local products. These efforts are expected to foster better regional integration, supporting inclusive and sustainable economic growth. These findings represent conditions during the 2022–2023 data collection period and do not necessarily reflect the current situation. Submitted: 2026-06-08 Revisions: 2026-08-21 Accepted: 2026-09-02 Published: 2026-09-16

Majalah Geografi IndonesiaVol. 40(2)
State University of Medan (ID)
Openalex Percentile: Top 3%
Local Economic Development and Planning
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.