Distribusi Faktor Lokal Berpengaruh Terhadap Pola Dinamika Perubahan Penggunaan Lahan di Pulau Ternate Provinsi Maluku Utara
Abstrak. Pulau Ternate dengan ketersediaan sumberdaya lahan yang dimiliki dapat mencakup ruang aktivitas perkotaan Ternate dan secara regional mengalami perkembangan nyata dalam pembangunan sosial ekonomi dan sumber daya manusia. Perkembangan pesat terjadi melalui pusat-pusat aktivitas perkotaan yang cenderung dipengaruhi oleh pengembangan infrastruktur yang lebih modern dan pertumbuhan ekonomi yang terjadi secara mapan. Transformasi lahan dapat berlangsung dalam periode waktu berbeda dengan sertaan perubahan spasial terhadap skala penilaian lahan yang berbeda untuk wilayah tertentu. Data kuantitatif yang dianalisis dan diproses terdiri atas data perubahan penggunaan lahan mulai tahun 2015 sampai dengan 2020 yang mencakup keseluruhan Pulau Ternate. Data penggunaan lahan tahun 2015 dan 2020 merupakan data yang terklasifikasi dari citra Landsat 8 OLI/TIRS. Penilaian terhadap persebaran faktor lokal dilakukan secara spasial dengan mencakup 3 (tiga) variabel komposit yang berindikasikan sebagai pendorong transformasi lahan.Ketampakan lahan di wilayah pulau vulkan yakni Pulau Ternate, cenderung menunjukkan penggunaan lahan yang terdistribusi secara konsentris dan radial serta bergantung pada situasi amplitudo relief permukaan. Sebagian besar aspek topografinya merepresentasikan variasi gradien permukaan dengan heterogenitas spasial yang signifikan dan untuk permukaan landai banyak ditemui melampar sempit menyesuaikan garis pantai di bagian tenggara dalam pulau vulkan tersebut. Dinamika penggunaan lahan di Pulau Ternate diindikasikan dengan proses transformasi penggunaan lahan secara bertahap dan meluas mengikuti kontrol spesifik relief permukaan. Pergeseran kontribusi unik atau spesifik cenderung membentuk persebaran pola lokal terhadap bentuk dan tipe perubahan penggunaan lahan dalam relasi temporal tertentu. Perepresentasian variasi hasil dan arah transformasi lahan yang terbentuk dengan 11 (sebelas) penggunaan lahan dapat ditunjukkan dalam diagram Sankey. Evolusi terhadap pola sebaran penggunaan lahan akan berkaitan langsung dengan heterogenitas spasial yang terdiri atas konfigurasi faktor pendorong yang kompleks dan keberadaan autokorelasi diantara laju transformasi lahannya. Karakteristik persebaran konsentris muncul secara terpola dan dihasilkan melalui overlay antara variabel laju perubahan lahan, nilai indeks potensi faktor pendorong, dan kemampuan lahannya. Pola sebaran faktor lokalnya juga terpengaruh signifikan yang ditunjukkan dari hasil Regresi Tertimbang Geografis (GWR) utamanya laju perubahan lahan, indeks potensi faktor pendorong, dan derajat kemampuan lahannya.Abstract.Ternate Island, with its abundant land resources, can encompass the urban activity space of Ternate and has experienced significant regional growth in socioeconomic development and human resources. Rapid development occurs through urban activity centers, which tend to be influenced by the development of more modern infrastructure and steady economic growth. Land use transformation can occur over varying time periods, accompanied by spatial changes at different land valuation scales for specific areas.The quantitative data analyzed and processed consisted of land use change data from 2015 to 2020, covering the entire island of Ternate. The 2015 and 2020 land use data were classified from Landsat 8 OLI/TIRS imagery. The spatial distribution of local factors was assessed using three composite variables identified as drivers of land use transformation.Land use appearance in the volcanic island region, namely Ternate Island, tends to show land use distributed concentrically and radially and depends on the amplitude of the surface relief. Most topographic aspects represent variations in surface gradients with significant spatial heterogeneity, and for sloping surfaces, narrow slopes are often found adjusting to the coastline in the southeastern part of the volcanic island. Land use dynamics on Ternate Island are indicated by a gradual and widespread land use transformation process following specific surface relief controls. Shifts in unique or specific contributions tend to shape the distribution of local patterns of the form and type of land use change in a certain temporal relationship. Representation of variations in the results and direction of land use transformation formed by 11 (eleven) land uses can be shown in a Sankey diagram. The evolution of land use distribution patterns will be directly related to spatial heterogeneity consisting of a complex configuration of driving factors and the existence of autocorrelation between the rates of land transformation. The characteristics of concentric distribution appear patterned and are produced through an overlay between variables of land use change rates, potential driving factor index values, and land capability. The distribution pattern of local factors is also significantly affected as shown by the results of Geographical Weighted Regression (GWR), especially the rate of land use change, the index of potential driving factors, and the degree of land capability.Submitted: 2026-07-13 Revisions: 2026-08-18 Accepted: 2026-08-25 Published: 2026-09-16
Authors
- Dyah Rahmawati Hizbaron (ORCID: https://orcid.org/0000-0001-7551-2068)
- Andri Kurniawan (ORCID: https://orcid.org/0000-0002-2647-7427)
- Kusrini Kusrini
- Suratman Suratman
Institutions
- Universitas Gadjah Mada (ID)
Publication Details
- Journal
- Majalah Geografi Indonesia
- Published
- 2026-09-16
- DOI
- https://doi.org/10.22146/mgi.121943
- Primary Topic
- Wetland Management and Conservation
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 0.00