Pemodelan spasial tingkat kerawanan banjir rob di Benua Kayong, Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat

Abstrak. Wilayah pesisir tropis dengan kemiringan rendah, banjir rob dipengaruhi oleh interaksi antara variabilitas kenaikan muka air laut, kondisi geomorfologi, dan intensifikasi perubahan penggunaan lahan. Kerawanan banjir rob di wilayah pesisir tropis dengan kemiringan rendah tidak hanya dapat dijelaskan dari aspek hidrodinamika, tetapi juga dari distribusi spasial lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah memetakan tingkat kerawanan banjir rob berdasarkan Sistem Informasi Geografis (SIG) di Kecamatan Benua Kayung Kalimantan Barat. Metode yang digunakan adalah metode skoring dan overlay melalui pendekatan analisis multi-kriteria dengan mengintegrasikan faktor elevasi, kemiringan lereng, kedekatan terhadap garis pantai, kedekatan terhadap jaringan sungai, pasang maksimum, serta tutupan lahan. Ke-enam parameter tersebut diklasifikasi menjadi lima kelas, kemudian diberi bobot untuk mendapatkan peta tingkat kerawanan banjir rob, kemudian peta tersebut divalidasi menggunakan 70 titik data survey lapangan. Hasil analisis spasial menunjukkan bahwa sebesar 62,19% wilayah penelitian termasuk dalam kategori kerawanan sedang, diikuti oleh 9,34% wilayah yang tergolong memiliki tingkat kerawanan tinggi hingga sangat tinggi. Tingginya dominasi morfologi dengan relief rendah, yaitu sebesar 83,30%, serta luasnya area dengan gabungan tutupan pertambangan, lahan terbuka dan pertanian lahan kering, yaitu sebesar 69,64%, mengindikasikan bahwa sistem pesisir berada dekat dengan ambang geomorfik, di mana peningkatan kecil pada elevasi pasang dapat memicu terjadinya banjir secara berulang. Hasil validasi model menunjukkan bahwa nilai Overall Accuracy sebesar 82,85% mencerminkan tingkat kesesuaian yang tinggi antara pola kerawanan yang dihasilkan dengan kejadian banjir yang teramati di lapangan.Abstract. In tropical low-gradient coastal environments, tidal flooding is shaped by the interaction between sea-level variability, geomorphological conditions, and the intensification of land-use change. The susceptibility of tidal flooding in such settings cannot be explained solely by hydrodynamic processes but must also be understood in terms of spatial environmental distribution. The objective of this study is to map the level of tidal flood vulnerability using a Geographic Information System (GIS) in Benua Kayong District, West Kalimantan. The method employed was a scoring and overlay approach through multi-criteria analysis, integrating six parameters: elevation, slope gradient, proximity to the coastline, proximity to the river network, maximum tidal level, and land cover. These six parameters were classified into five classes and subsequently assigned weights to generate a tidal flood vulnerability map. The resulting map was then validated using 70 field survey data points. The spatial analysis shows that 62.19% of the study area falls within the moderate susceptibility class, while 9.34% is classified as high to very high susceptibility. The strong dominance of low-relief morphology (83.30%) and the extensive coverage of mining areas, open land, and dryland agriculture (69.64%) indicate that the coastal system is operating close to a geomorphic threshold, where even small increases in tidal elevation may trigger recurrent flooding. Model validation produced an Overall Accuracy of 82.85%, indicating a high level of agreement between the modeled susceptibility patterns and observed flood occurrences. These results highlight the importance of integrating hydrodynamic forcing with land surface characteristics to better understand and manage tidal flood risks in tropical coastal systems.Submitted: 2026-04-05 Revisions: 2026-04-14 Accepted: 2026-07-20 Published: 2026-09-16

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Majalah Geografi Indonesia
Published
2026-09-16
DOI
https://doi.org/10.22146/mgi.118086
Primary Topic
Adolescent Health and Behaviors
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
article

Pemodelan spasial tingkat kerawanan banjir rob di Benua Kayong, Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat

Andi Ihwan, Muliadi Muliadi, Siti Aisyah
Majalah Geografi Indonesia
Adolescent Health and Behaviors
article

Pemodelan spasial tingkat kerawanan banjir rob di Benua Kayong, Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat

Andi Ihwan, Muliadi Muliadi, Siti Aisyah
article en

Abstract

Abstrak. Wilayah pesisir tropis dengan kemiringan rendah, banjir rob dipengaruhi oleh interaksi antara variabilitas kenaikan muka air laut, kondisi geomorfologi, dan intensifikasi perubahan penggunaan lahan. Kerawanan banjir rob di wilayah pesisir tropis dengan kemiringan rendah tidak hanya dapat dijelaskan dari aspek hidrodinamika, tetapi juga dari distribusi spasial lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah memetakan tingkat kerawanan banjir rob berdasarkan Sistem Informasi Geografis (SIG) di Kecamatan Benua Kayung Kalimantan Barat. Metode yang digunakan adalah metode skoring dan overlay melalui pendekatan analisis multi-kriteria dengan mengintegrasikan faktor elevasi, kemiringan lereng, kedekatan terhadap garis pantai, kedekatan terhadap jaringan sungai, pasang maksimum, serta tutupan lahan. Ke-enam parameter tersebut diklasifikasi menjadi lima kelas, kemudian diberi bobot untuk mendapatkan peta tingkat kerawanan banjir rob, kemudian peta tersebut divalidasi menggunakan 70 titik data survey lapangan. Hasil analisis spasial menunjukkan bahwa sebesar 62,19% wilayah penelitian termasuk dalam kategori kerawanan sedang, diikuti oleh 9,34% wilayah yang tergolong memiliki tingkat kerawanan tinggi hingga sangat tinggi. Tingginya dominasi morfologi dengan relief rendah, yaitu sebesar 83,30%, serta luasnya area dengan gabungan tutupan pertambangan, lahan terbuka dan pertanian lahan kering, yaitu sebesar 69,64%, mengindikasikan bahwa sistem pesisir berada dekat dengan ambang geomorfik, di mana peningkatan kecil pada elevasi pasang dapat memicu terjadinya banjir secara berulang. Hasil validasi model menunjukkan bahwa nilai Overall Accuracy sebesar 82,85% mencerminkan tingkat kesesuaian yang tinggi antara pola kerawanan yang dihasilkan dengan kejadian banjir yang teramati di lapangan.Abstract. In tropical low-gradient coastal environments, tidal flooding is shaped by the interaction between sea-level variability, geomorphological conditions, and the intensification of land-use change. The susceptibility of tidal flooding in such settings cannot be explained solely by hydrodynamic processes but must also be understood in terms of spatial environmental distribution. The objective of this study is to map the level of tidal flood vulnerability using a Geographic Information System (GIS) in Benua Kayong District, West Kalimantan. The method employed was a scoring and overlay approach through multi-criteria analysis, integrating six parameters: elevation, slope gradient, proximity to the coastline, proximity to the river network, maximum tidal level, and land cover. These six parameters were classified into five classes and subsequently assigned weights to generate a tidal flood vulnerability map. The resulting map was then validated using 70 field survey data points. The spatial analysis shows that 62.19% of the study area falls within the moderate susceptibility class, while 9.34% is classified as high to very high susceptibility. The strong dominance of low-relief morphology (83.30%) and the extensive coverage of mining areas, open land, and dryland agriculture (69.64%) indicate that the coastal system is operating close to a geomorphic threshold, where even small increases in tidal elevation may trigger recurrent flooding. Model validation produced an Overall Accuracy of 82.85%, indicating a high level of agreement between the modeled susceptibility patterns and observed flood occurrences. These results highlight the importance of integrating hydrodynamic forcing with land surface characteristics to better understand and manage tidal flood risks in tropical coastal systems.Submitted: 2026-04-05 Revisions: 2026-04-14 Accepted: 2026-07-20 Published: 2026-09-16

Majalah Geografi IndonesiaVol. 40(2)
Tanjungpura University (ID)
Life below water
Openalex Percentile: Top 6%
Adolescent Health and Behaviors
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.