The Impact of the Serang-Panimbang Toll Road Construction on Land Cover Change From 2016 - 2024
Abstrak. Pembangunan jalan tol Serang–Panimbang telah menyebabkan perubahan signifikan pada tutupan lahan dalam radius 5 km, terutama konversi lahan pertanian menjadi lahan terbangun antara tahun 2016 dan 2024. Studi ini bertujuan untuk memetakan perubahan tutupan lahan, menganalisis dampak spasial, dan merumuskan rekomendasi untuk pengelolaan spasial yang berkelanjutan. Menggunakan pendekatan kuantitatif dan analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG), penelitian ini dilakukan dari 25 Maret hingga 25 Mei 2025 menggunakan data spasial berupa citra satelit Earth Engine dan berkas shapefile jalan tol untuk periode 2016–2024, yang dikumpulkan, diproses (koreksi citra, pemotongan area studi dengan buffer 2,5 km di kanan dan kiri jalan tol, klasifikasi tutupan lahan) menggunakan perangkat lunak Quantum Geographic Information System (QGIS) versi 3.16, dan dioverlay menggunakan QGIS versi 3.38 untuk mengidentifikasi pola dan area konversi lahan. Hasil untuk periode 2016–2024 menunjukkan bahwa lahan yang paling banyak dikonversi adalah lahan pertanian menjadi lahan terbangun, yang berdampak pada ketahanan pangan dan degradasi lingkungan. Rekomendasi dari penelitian ini meliputi penguatan perencanaan ruang (struktur ruang), pemantauan perubahan penggunaan lahan, perlindungan lahan produktif, pemantauan real-time, dan partisipasi masyarakat. Abstract.The construction of the Serang–Panimbang toll road has caused significant changes in land cover within a 5 km radius, particularly the conversion of agricultural land to built-up land between 2016 and 2024. This study aims to map land cover changes, analyse spatial impacts, and formulate recommendations for sustainable spatial management. Using a quantitative approach and spatial analysis based on Geographic Information System (GIS), the study was conducted from 25 March to 25 May 2025 using spatial data in the form of Earth Engine satellite imagery and shapefiles of the toll road for the period 2016–2024, which were collected, processed (image correction, cutting the study area with a 2.5 km buffer to the right and left of the toll road, land cover classification) using Quantum Geographic Information System (QGIS) software version 3.16, and overlaid using QGIS version 3.38 to identify patterns and areas of land conversion. The results for the 2016–2024 period show that the most converted land is agricultural land to built-up land, which has an impact on food security and environmental degradation. Recommendations from this include strengthening spatial planning (spatial structure), monitoring land use change, protecting productive land, real-time monitoring, and community participation. Submitted: 2026-01-15 Revisions: 2026-03-02 Accepted: 2026-07-20 Published: 2026-09-16
Authors
- Enggar Utari (ORCID: https://orcid.org/0009-0009-1756-1617)
- Annisa Aini
- Fatah Fulaiman
Institutions
- Sultan Ageng Tirtayasa University (ID)
Publication Details
- Journal
- Majalah Geografi Indonesia
- Published
- 2026-09-16
- DOI
- https://doi.org/10.22146/mgi.115656
- Primary Topic
- Wetland Management and Conservation
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 0.00