Pola Asuh Authoritarian Terhadap Perilaku Oppositional Defiant Disorder Menurut Pandangan Islami (Studi Gampong Ateuk Anggok Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar)

Penelitian ini mengkaji pengaruh pola asuh otoritarian terhadap perilaku Oppositional Defiant Disorder (ODD) dalam perspektif Islami, Perilaku ini muncul sebagai ekspresi dari kondisi batin dan biasanya tampak dalam sikap, ucapan, maupun tindakan sehari-hari, yang didasarkan pada fenomena meningkatnya perilaku emosional anak seperti membangkang, mudah marah, dan sulit dikendalikan, Perilaku emosional yang tidak terkontrol dan berlangsung terus-menerus dapat mengarah pada gangguan seperti Oppositional Defiant Disorder (ODD), salah satu penyebabnya pola asuh orang tua, khususnya pola asuh otoritarian. Pola asuh otoriter merupakan bentuk pengasuhan yang menekankan pada kontrol dan pengawasan ketat dari orang tua, dengan tujuan agar anak bersikap tunduk dan patuh terhadap aturan. Dalam pola ini, orang tua cenderung bersikap memaksa, keras, dan kaku, serta menetapkan berbagai aturan yang harus dipatuhi tanpa mempertimbangkan perasaan maupun kebutuhan anak. Ketika anak bertindak tidak sesuai dengan harapan, orang tua biasanya merespons dengan emosi atau kemarahan. Oleh karena itu, pola asuh otoriter kerap dipandang berpotensi menghambat perkembangan emosional dan sosial anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif, adapun informan dalam penelitian ini berjumlah 5 orang, dengan Teknik pengumpulan data wawancara, observasi dan dokumentasi. Adapun sumber data diperoleh dari Al-Qur’an, hadis, literatur ilmiah dan hasil penelitian terdahulu yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan pola asuh otoritarian dapat memunculkan perilaku ODD pada anak, seperti sikap membangkang, agresif, dan kesulitan dalam mengelola emosi. Faktor penyebab penerapan pola asuh ini meliputi kurangnya pengetahuan orang tua tentang pola asuh alternatif, pengalaman masa lalu, tekanan sosial budaya, serta kondisi psikologis dan ekonomi keluarga. Dalam perspektif Islam, pola asuh yang ideal tidak hanya menekankan pada kedisiplinan, tetapi juga harus disertai dengan kasih sayang, keteladanan, komunikasi yang baik, serta pembiasaan nilai- nilai keimanan dan akhlak. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa pola asuh otoritarian yang tidak diimbangi dengan pendekatan emosional dan nilai-nilai Islami dapat berdampak negatif terhadap perkembangan psikologis anak. Oleh karena itu, diperlukan pola asuh yang seimbang antara ketegasan dan kasih sayang untuk mencegah munculnya perilaku ODD serta membentuk karakter anak yang lebih baik. Kata Kunci: Pola Asuh Otoritarian, Oppositional Defiant Disorder (ODD), Perilaku Anak.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
BIOTIK: Scientific Journal of Biology Technology and Education (Indonesian Institute of Sciences)
Published
2026-04-20
DOI
https://doi.org/10.22373/4m0sha64
Primary Topic
Educational Methods and Impacts
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Pola Asuh Authoritarian Terhadap Perilaku Oppositional Defiant Disorder Menurut Pandangan Islami (Studi Gampong Ateuk Anggok Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar)

Syaiful Indra, Maisarah Maisarah, Jarnawi
BIOTIK: Scientific Journal of Biology Technology and Education (Indonesian Institute of Sciences)
Educational Methods and Impacts
article

Pola Asuh Authoritarian Terhadap Perilaku Oppositional Defiant Disorder Menurut Pandangan Islami (Studi Gampong Ateuk Anggok Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar)

Syaiful Indra, Maisarah Maisarah, Jarnawi
article en

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh pola asuh otoritarian terhadap perilaku Oppositional Defiant Disorder (ODD) dalam perspektif Islami, Perilaku ini muncul sebagai ekspresi dari kondisi batin dan biasanya tampak dalam sikap, ucapan, maupun tindakan sehari-hari, yang didasarkan pada fenomena meningkatnya perilaku emosional anak seperti membangkang, mudah marah, dan sulit dikendalikan, Perilaku emosional yang tidak terkontrol dan berlangsung terus-menerus dapat mengarah pada gangguan seperti Oppositional Defiant Disorder (ODD), salah satu penyebabnya pola asuh orang tua, khususnya pola asuh otoritarian. Pola asuh otoriter merupakan bentuk pengasuhan yang menekankan pada kontrol dan pengawasan ketat dari orang tua, dengan tujuan agar anak bersikap tunduk dan patuh terhadap aturan. Dalam pola ini, orang tua cenderung bersikap memaksa, keras, dan kaku, serta menetapkan berbagai aturan yang harus dipatuhi tanpa mempertimbangkan perasaan maupun kebutuhan anak. Ketika anak bertindak tidak sesuai dengan harapan, orang tua biasanya merespons dengan emosi atau kemarahan. Oleh karena itu, pola asuh otoriter kerap dipandang berpotensi menghambat perkembangan emosional dan sosial anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif, adapun informan dalam penelitian ini berjumlah 5 orang, dengan Teknik pengumpulan data wawancara, observasi dan dokumentasi. Adapun sumber data diperoleh dari Al-Qur’an, hadis, literatur ilmiah dan hasil penelitian terdahulu yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan pola asuh otoritarian dapat memunculkan perilaku ODD pada anak, seperti sikap membangkang, agresif, dan kesulitan dalam mengelola emosi. Faktor penyebab penerapan pola asuh ini meliputi kurangnya pengetahuan orang tua tentang pola asuh alternatif, pengalaman masa lalu, tekanan sosial budaya, serta kondisi psikologis dan ekonomi keluarga. Dalam perspektif Islam, pola asuh yang ideal tidak hanya menekankan pada kedisiplinan, tetapi juga harus disertai dengan kasih sayang, keteladanan, komunikasi yang baik, serta pembiasaan nilai- nilai keimanan dan akhlak. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa pola asuh otoritarian yang tidak diimbangi dengan pendekatan emosional dan nilai-nilai Islami dapat berdampak negatif terhadap perkembangan psikologis anak. Oleh karena itu, diperlukan pola asuh yang seimbang antara ketegasan dan kasih sayang untuk mencegah munculnya perilaku ODD serta membentuk karakter anak yang lebih baik. Kata Kunci: Pola Asuh Otoritarian, Oppositional Defiant Disorder (ODD), Perilaku Anak.

BIOTIK: Scientific Journal of Biology Technology and Education (Indonesian Institute of Sciences)
Universitas Islam Negeri Ar-Raniry (ID)
Openalex Percentile: Top 7%
Educational Methods and Impacts
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.