ANALISIS BESAR PENGARUH JENIS KONTRASEPSI HORMONAL PIL DAN SUNTIK TERHADAP TINGKAT KEPARAHAN MELASMA PADA PASIEN DI SKIN’S ESSENTIAL CLINIC SEMARANG TAHUN 2025

Latar Belakang: Melasma merupakan kelainan hiperpigmentasi yang dipengaruhi oleh faktor hormonal, termasuk penggunaan kontrasepsi hormonal. Kontrasepsi pil dan suntik dapat memicu melasma melalui peningkatan aktivitas melanogenesis. Beberapa penelitian menunjukkan adanya hubungan antara jenis kontrasepsi dengan keparahan melasma, namun data mengenai perbedaan besar pengaruh antara pil dan suntik masih terbatas.Tujuan penelitian: Mengetahui perbedaan besar pengaruh jenis kontrasepsi hormonal pil dan suntik terhadap tingkat keparahan melasma pada pasien di Skin’s Essential Clinic Semarang Tahun 2025.Metode: Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan 37 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Jenis kontrasepsi ditentukan melalui kuesioner, sedangkan tingkat keparahan melasma diukur menggunakan skor MASI. Analisis dilakukan dengan uji Fisher’s Exact untuk menilai hubungan jenis kontrasepsi hormonal dengan tingkat keparahan melasma, serta uji Mann-Whitney untuk menilai perbedaan besar pengaruh antara kedua jenis kontrasepsi terhadap tingkat keparahan melasma.Hasil: Mayoritas pengguna kontrasepsi pil mengalami melasma derajat sedang (42,1%) dan berat (42,1%), sedangkan pengguna kontrasepsi suntik didominasi oleh derajat ringan (50%) dan sedang (44,4%). Berdasarkan uji Fisher’s Exact (p = 0,034) terdapat hubungan bermakna antara jenis kontrasepsi hormonal dengan tingkat keparahan melasma. Uji Mann Whitney menunjukkan perbedaan besar pengaruh yang signifikan antara kedua kelompok (p = 0,005), dengan mean rank pengguna pil lebih tinggi dibanding pengguna suntik, menandakan melasma lebih berat pada kelompok pil.Kesimpulan: Terdapat hubungan dan perbedaan besar pengaruh yang signifikan antara jenis kontrasepsi hormonal pil dan suntik terhadap tingkat keparahan melasma. Pengguna kontrasepsi pil menunjukkan derajat melasma lebih berat dibandingkan pengguna kontrasepsi suntik.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Jurnal Pranata Biomedika
Published
2026-04-21
DOI
https://doi.org/10.24167/jpb.v5i1.15236
Primary Topic
Dermatologic Treatments and Research
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

ANALISIS BESAR PENGARUH JENIS KONTRASEPSI HORMONAL PIL DAN SUNTIK TERHADAP TINGKAT KEPARAHAN MELASMA PADA PASIEN DI SKIN’S ESSENTIAL CLINIC SEMARANG TAHUN 2025

Indra Adi Susianto, Aprilia Karen Mandagie, Sugeng Ibrahim, Maya Yanuarty et al.
Jurnal Pranata Biomedika
Dermatologic Treatments and Research
article

ANALISIS BESAR PENGARUH JENIS KONTRASEPSI HORMONAL PIL DAN SUNTIK TERHADAP TINGKAT KEPARAHAN MELASMA PADA PASIEN DI SKIN’S ESSENTIAL CLINIC SEMARANG TAHUN 2025

Indra Adi Susianto, Aprilia Karen Mandagie, Sugeng Ibrahim, Maya Yanuarty, Maria Adnyana Dentang Krisnasari
article en

Abstract

Latar Belakang: Melasma merupakan kelainan hiperpigmentasi yang dipengaruhi oleh faktor hormonal, termasuk penggunaan kontrasepsi hormonal. Kontrasepsi pil dan suntik dapat memicu melasma melalui peningkatan aktivitas melanogenesis. Beberapa penelitian menunjukkan adanya hubungan antara jenis kontrasepsi dengan keparahan melasma, namun data mengenai perbedaan besar pengaruh antara pil dan suntik masih terbatas.Tujuan penelitian: Mengetahui perbedaan besar pengaruh jenis kontrasepsi hormonal pil dan suntik terhadap tingkat keparahan melasma pada pasien di Skin’s Essential Clinic Semarang Tahun 2025.Metode: Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan 37 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Jenis kontrasepsi ditentukan melalui kuesioner, sedangkan tingkat keparahan melasma diukur menggunakan skor MASI. Analisis dilakukan dengan uji Fisher’s Exact untuk menilai hubungan jenis kontrasepsi hormonal dengan tingkat keparahan melasma, serta uji Mann-Whitney untuk menilai perbedaan besar pengaruh antara kedua jenis kontrasepsi terhadap tingkat keparahan melasma.Hasil: Mayoritas pengguna kontrasepsi pil mengalami melasma derajat sedang (42,1%) dan berat (42,1%), sedangkan pengguna kontrasepsi suntik didominasi oleh derajat ringan (50%) dan sedang (44,4%). Berdasarkan uji Fisher’s Exact (p = 0,034) terdapat hubungan bermakna antara jenis kontrasepsi hormonal dengan tingkat keparahan melasma. Uji Mann Whitney menunjukkan perbedaan besar pengaruh yang signifikan antara kedua kelompok (p = 0,005), dengan mean rank pengguna pil lebih tinggi dibanding pengguna suntik, menandakan melasma lebih berat pada kelompok pil.Kesimpulan: Terdapat hubungan dan perbedaan besar pengaruh yang signifikan antara jenis kontrasepsi hormonal pil dan suntik terhadap tingkat keparahan melasma. Pengguna kontrasepsi pil menunjukkan derajat melasma lebih berat dibandingkan pengguna kontrasepsi suntik.

Jurnal Pranata BiomedikaVol. 5(1)
Soegijapranata Catholic University (ID)
Openalex Percentile: Top 11%
Dermatologic Treatments and Research
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.