Representasi Tekanan Psikologis dalam Upacara Rambu Solo’ di Tana Toraja: Perspektif Psikologi Budaya

Rambu Solo' merupakan ritual pemakaman yang sakral dan kompleks yang dipraktikkan di Tana Toraja, yang dapat memicu tekanan psikologis karena tuntutan sosial, emosional, dan ekonomi yang dibebankan kepada keluarga penyelenggara. Kajian terhadap aspek psikologis ritual ini menjadi penting mengingat minimnya penelitian psikologi budaya yang secara khusus menyoroti dampak psikologis dari praktik adat dalam konteks masyarakat Indonesia kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tekanan psikologis yang dialami oleh keluarga selama pelaksanaan ritual tersebutt. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui studi literatur dan wawancara mendalam dengan tiga orang yang secara langsung berpartisipasi dalam upacara tersebut. Temuan menunjukkan bahwa keluarga mengalami tekanan psikologis yang signifikan, terutama karena kewajiban adat untuk melaksanakan upacara dalam skala besar, yang sering kali melebihi kemampuan finansial mereka. Banyak dari keluarga penyelenggara upacara Rambu Solo’ yang terpaksa menjual properti atau berhutang untuk memenuhi harapan tersebut, sebuah beban yang semakin diperberat oleh tekanan masyarakat untuk menyelenggarakan acara yang rumit. Keluarga-keluarga penyelenggara upacara rambu solo’ berusaha untuk mengatasinya melalui dukungan emosional di antara para anggota dan berbagai strategi manajemen stres. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun Rambu Solo' berfungsi sebagai ekspresi penghormatan kepada leluhur yang bermakna, namun upacara adat tersebut juga menimbulkan beban psikologis yang cukup besar. Oleh karena itu, penyesuaian sosial budaya diperlukan untuk melestarikan makna ritual tanpa terlalu membebani keluarga yang menyelenggarakannya.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Ubaya Repository (University of Surabaya)
Published
2026-03-31
Primary Topic
Cultural and Religious Practices in Indonesia
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Representasi Tekanan Psikologis dalam Upacara Rambu Solo’ di Tana Toraja: Perspektif Psikologi Budaya

Dea Christabelinda Robert, Marselius Sampe Tondok
Ubaya Repository (University of Surabaya)
Cultural and Religious Practices in Indonesia
article

Representasi Tekanan Psikologis dalam Upacara Rambu Solo’ di Tana Toraja: Perspektif Psikologi Budaya

Dea Christabelinda Robert, Marselius Sampe Tondok
article en

Abstract

Rambu Solo' merupakan ritual pemakaman yang sakral dan kompleks yang dipraktikkan di Tana Toraja, yang dapat memicu tekanan psikologis karena tuntutan sosial, emosional, dan ekonomi yang dibebankan kepada keluarga penyelenggara. Kajian terhadap aspek psikologis ritual ini menjadi penting mengingat minimnya penelitian psikologi budaya yang secara khusus menyoroti dampak psikologis dari praktik adat dalam konteks masyarakat Indonesia kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tekanan psikologis yang dialami oleh keluarga selama pelaksanaan ritual tersebutt. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui studi literatur dan wawancara mendalam dengan tiga orang yang secara langsung berpartisipasi dalam upacara tersebut. Temuan menunjukkan bahwa keluarga mengalami tekanan psikologis yang signifikan, terutama karena kewajiban adat untuk melaksanakan upacara dalam skala besar, yang sering kali melebihi kemampuan finansial mereka. Banyak dari keluarga penyelenggara upacara Rambu Solo’ yang terpaksa menjual properti atau berhutang untuk memenuhi harapan tersebut, sebuah beban yang semakin diperberat oleh tekanan masyarakat untuk menyelenggarakan acara yang rumit. Keluarga-keluarga penyelenggara upacara rambu solo’ berusaha untuk mengatasinya melalui dukungan emosional di antara para anggota dan berbagai strategi manajemen stres. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun Rambu Solo' berfungsi sebagai ekspresi penghormatan kepada leluhur yang bermakna, namun upacara adat tersebut juga menimbulkan beban psikologis yang cukup besar. Oleh karena itu, penyesuaian sosial budaya diperlukan untuk melestarikan makna ritual tanpa terlalu membebani keluarga yang menyelenggarakannya.

Ubaya Repository (University of Surabaya)
University of Surabaya (ID), Universitas 45 Surabaya (ID)
Openalex Percentile: Top 3%
Cultural and Religious Practices in Indonesia
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.