PENINGKATAN DAYA SAINGINDUSTRI BATIKCAP LOKAL SUMATERAUTARA MELALUI OPTIMALISASI ALAT PRODUKSI

Batik Pelopor Jaya adalah sebuah brand batik yang berasal dari Medan, Sumatera Utara. Brand ini didirikan pada tahun 2010 oleh Ibu Sri Wahyuni. Batik Pelopor Jaya dikenal dengan motif-motif ornamen yang menggambarkan budaya Sumatera Utara, termasuk ornamen Melayu dan Batak. Ibu Sri Wahyuni mulai mengembangkan hasil pelatihannya setelah mengikuti pelatihan dari Dinas Koperasi UMKM Dinas Medan. Salah satu ciri khas batik ini adalah penggunaan warna-warna cerah dan motif-motif ornamen yang unik. Batik Pelopor Jaya juga telah berkembang dengan menggabungkan beberapa ornamen dalam satu karya, serta menambahkan elemen-elemen baru. Dampak Covid 19 masih dirasakan oleh industri batik Pelopor Jaya hingga saat ini. Sebelum tahun 2019 batik pelopor cukup terkenal dengan jumlah produksi yang melimpah sehingga bisa bekerja sama dalam memproduksi pesanan batik dengan kolega industri batik lainnya yang berada Sumatera Utara. Menurunnya jumlah produksi mengakibatkan menyusutnya daya tahan alat produksi karena kurangya biaya perawatan. Sehingga untuk meningkatkan hasil produk batik Pelopor Jaya tim abdimas memberikan Solusi berupa optimalisasi alat produksi batik cap, menata pencahayaan, SOP alat-alat produksi lainnya sebagai upaya peningkatan produksi batik secara berkelanjutan.

Authors

Publication Details

Journal
Digital Repository Universitas Negeri Medan (Universitas Negeri Medan)
Published
2025-11-05
Primary Topic
Coastal Management and Development
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

PENINGKATAN DAYA SAINGINDUSTRI BATIKCAP LOKAL SUMATERAUTARA MELALUI OPTIMALISASI ALAT PRODUKSI

Halimul Bahri, Yudhistira Anggraini, Ulfa Annida Damanik, Winda Bali Ulina Tarigan et al.
Digital Repository Universitas Negeri Medan (Universitas Negeri Medan)
Coastal Management and Development
article

PENINGKATAN DAYA SAINGINDUSTRI BATIKCAP LOKAL SUMATERAUTARA MELALUI OPTIMALISASI ALAT PRODUKSI

Halimul Bahri, Yudhistira Anggraini, Ulfa Annida Damanik, Winda Bali Ulina Tarigan, Dina Ampera, Farihah
article en

Abstract

Batik Pelopor Jaya adalah sebuah brand batik yang berasal dari Medan, Sumatera Utara. Brand ini didirikan pada tahun 2010 oleh Ibu Sri Wahyuni. Batik Pelopor Jaya dikenal dengan motif-motif ornamen yang menggambarkan budaya Sumatera Utara, termasuk ornamen Melayu dan Batak. Ibu Sri Wahyuni mulai mengembangkan hasil pelatihannya setelah mengikuti pelatihan dari Dinas Koperasi UMKM Dinas Medan. Salah satu ciri khas batik ini adalah penggunaan warna-warna cerah dan motif-motif ornamen yang unik. Batik Pelopor Jaya juga telah berkembang dengan menggabungkan beberapa ornamen dalam satu karya, serta menambahkan elemen-elemen baru. Dampak Covid 19 masih dirasakan oleh industri batik Pelopor Jaya hingga saat ini. Sebelum tahun 2019 batik pelopor cukup terkenal dengan jumlah produksi yang melimpah sehingga bisa bekerja sama dalam memproduksi pesanan batik dengan kolega industri batik lainnya yang berada Sumatera Utara. Menurunnya jumlah produksi mengakibatkan menyusutnya daya tahan alat produksi karena kurangya biaya perawatan. Sehingga untuk meningkatkan hasil produk batik Pelopor Jaya tim abdimas memberikan Solusi berupa optimalisasi alat produksi batik cap, menata pencahayaan, SOP alat-alat produksi lainnya sebagai upaya peningkatan produksi batik secara berkelanjutan.

Digital Repository Universitas Negeri Medan (Universitas Negeri Medan)
Openalex Percentile: Top 16%
Coastal Management and Development
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.