PEMBERDAYAAN KELOMPOK USAHA HAPPYMOMS DI NAGORI SAIT BUTTU SARIBU

Desa Sait Buttu Saribu, Simalungun, merupakan desa wisata dengan potensi ekonomi yang belum sepenuhnya tergarap, terutama di kalangan masyarakat miskin. Dalam konteks ini, kelompok usaha mikro (UMKM) memiliki peran vital dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan perekonomian lokal. Salah satu UMKM yang potensial adalah kelompok usaha Happy Moms, yang beranggotakan ibu-ibu rumah tangga produsen aneka makanan ringan dan kue basah dari hasil pertanian desa. Namun, kelompok ini menghadapi berbagai kendala, seperti penggunaan alat produksi tradisional yang usang, kurangnya inovasi produk dan kemasan, serta permasalahan manajemen usaha yang meliputi pengelolaan keuangan, pemasaran, dan legalitas. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas produksi dan manajemen kelompok Happy Moms. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan pendampingan, mencakup pemberian alat produksi, perbaikan desain kemasan, digitalisasi pemasaran, serta fasilitasi pengurusan legalitas usaha(PIRT dan sertifikasi halal) dan akses permodalan. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kualitas dan variasi produk, efisiensi produksi, serta pemahaman mitra terhadap pengelolaan usaha yang lebih profesional. Intervensi ini tidak hanya memberdayakan mitra, tetapi juga meningkatkan daya saing produk, mendukung ketahanan pangan lokal, dan membuka akses pasar yang lebih luas.

Authors

Publication Details

Journal
Digital Repository Universitas Negeri Medan (Universitas Negeri Medan)
Published
2025-11-05
Primary Topic
SMEs Development and Digital Marketing
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

PEMBERDAYAAN KELOMPOK USAHA HAPPYMOMS DI NAGORI SAIT BUTTU SARIBU

Fauzia Agustini, Diana Hasyim, Sri Rezeki, Hilma Harmen et al.
Digital Repository Universitas Negeri Medan (Universitas Negeri Medan)
SMEs Development and Digital Marketing
article

PEMBERDAYAAN KELOMPOK USAHA HAPPYMOMS DI NAGORI SAIT BUTTU SARIBU

Fauzia Agustini, Diana Hasyim, Sri Rezeki, Hilma Harmen, Sienny
article en

Abstract

Desa Sait Buttu Saribu, Simalungun, merupakan desa wisata dengan potensi ekonomi yang belum sepenuhnya tergarap, terutama di kalangan masyarakat miskin. Dalam konteks ini, kelompok usaha mikro (UMKM) memiliki peran vital dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan perekonomian lokal. Salah satu UMKM yang potensial adalah kelompok usaha Happy Moms, yang beranggotakan ibu-ibu rumah tangga produsen aneka makanan ringan dan kue basah dari hasil pertanian desa. Namun, kelompok ini menghadapi berbagai kendala, seperti penggunaan alat produksi tradisional yang usang, kurangnya inovasi produk dan kemasan, serta permasalahan manajemen usaha yang meliputi pengelolaan keuangan, pemasaran, dan legalitas. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas produksi dan manajemen kelompok Happy Moms. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan pendampingan, mencakup pemberian alat produksi, perbaikan desain kemasan, digitalisasi pemasaran, serta fasilitasi pengurusan legalitas usaha(PIRT dan sertifikasi halal) dan akses permodalan. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kualitas dan variasi produk, efisiensi produksi, serta pemahaman mitra terhadap pengelolaan usaha yang lebih profesional. Intervensi ini tidak hanya memberdayakan mitra, tetapi juga meningkatkan daya saing produk, mendukung ketahanan pangan lokal, dan membuka akses pasar yang lebih luas.

Digital Repository Universitas Negeri Medan (Universitas Negeri Medan)
Openalex Percentile: Top 9%
SMEs Development and Digital Marketing
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.