Tinjauan Literatur: Trichoderma sebagai Sumber Penghasil Senyawa Sitotoksik yang Menjanjikan

Trichoderma merupakan genus fungi yang memiliki aktivitas farmakologi beragam, seperti antifungi, antibakteri, agen biokontrol, dan antikanker. Meski diketahui memiliki aktivitas antikanker, studi mengenai jenis-jenis metabolit sekunder antikanker dari Trichoderma belum tersedia sehingga studi ini dinilai perlu untuk mengkaji potensi Trichoderma sebagai sumber senyawa antikanker melalui analisis aktivitas sitotoksiknya terhadap sel kanker. Tinjauan literatur ini menggunakan pustaka acuan yang mengacu pada pangkalan data Scopus dan Web of Science. Metodologi pemerolehan data menggunakan metode PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta Analyses). Dari 117 publikasi yang diperoleh, sebanyak 96 artikel dieksklusi karena tidak memenuhi kriteria sehingga hanya tersedia sebanyak 21 artikel yang dianalisis. Data kemudian disajikan dalam bentuk tabel yang memuat informasi spesies, nama senyawa, nilai IC50, dan metode uji sitotoksik yang digunakan. Trichoderma diketahui menghasilkan beragam metabolit sekunder yang bersifat sitotoksik. Adapun tiga contoh senyawa yang memiliki aktivitas sitotoksik sangat poten adalah isobisvertinol, 18-deoxycytochalasin H, dan harzianum A dengan nilai IC50 berturut-turut adalah 0.5 µM, 0.42 µM terhadap sel A2780, dan 0.65±0.03 µg/mL terhadap sel HT1080.

Authors

Publication Details

Journal
Majalah Farmaseutik
Published
2026-03-31
DOI
https://doi.org/10.22146/farmaseutik.v22i1.105038
Primary Topic
Natural Products and Applications
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Tinjauan Literatur: Trichoderma sebagai Sumber Penghasil Senyawa Sitotoksik yang Menjanjikan

Riris Istighfari Jenie, Erna Prawita Setyowati, Nurhaliza Nurhaliza
Majalah Farmaseutik
Natural Products and Applications
article

Tinjauan Literatur: Trichoderma sebagai Sumber Penghasil Senyawa Sitotoksik yang Menjanjikan

Riris Istighfari Jenie, Erna Prawita Setyowati, Nurhaliza Nurhaliza
article en

Abstract

Trichoderma merupakan genus fungi yang memiliki aktivitas farmakologi beragam, seperti antifungi, antibakteri, agen biokontrol, dan antikanker. Meski diketahui memiliki aktivitas antikanker, studi mengenai jenis-jenis metabolit sekunder antikanker dari Trichoderma belum tersedia sehingga studi ini dinilai perlu untuk mengkaji potensi Trichoderma sebagai sumber senyawa antikanker melalui analisis aktivitas sitotoksiknya terhadap sel kanker. Tinjauan literatur ini menggunakan pustaka acuan yang mengacu pada pangkalan data Scopus dan Web of Science. Metodologi pemerolehan data menggunakan metode PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta Analyses). Dari 117 publikasi yang diperoleh, sebanyak 96 artikel dieksklusi karena tidak memenuhi kriteria sehingga hanya tersedia sebanyak 21 artikel yang dianalisis. Data kemudian disajikan dalam bentuk tabel yang memuat informasi spesies, nama senyawa, nilai IC50, dan metode uji sitotoksik yang digunakan. Trichoderma diketahui menghasilkan beragam metabolit sekunder yang bersifat sitotoksik. Adapun tiga contoh senyawa yang memiliki aktivitas sitotoksik sangat poten adalah isobisvertinol, 18-deoxycytochalasin H, dan harzianum A dengan nilai IC50 berturut-turut adalah 0.5 µM, 0.42 µM terhadap sel A2780, dan 0.65±0.03 µg/mL terhadap sel HT1080.

Majalah FarmaseutikVol. 22(1)
Openalex Percentile: Top 52%
Natural Products and Applications
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.