Kejadian Adverse Drug Reactions Terapi Antihipertensi pada Pasien Gagal Ginjal Kronis: Tinjauan Naratif

Hipertensi merupakan salah satu faktor utama penyebab terjadinya Chronic Kidney Disease (CKD), dimana tekanan darah yang tidak terkontrol dapat merusak pembuluh darah ginjal dan mengurangi kemampuan ginjal dalam menyaring limbah tubuh. Pasien CKD berisiko mengalami ADR akibat penumpukan obat dalam tubuh akibat terjadinya penurunan fungsi ginjal. Hal ini dapat berdampak pada fisiologi dan komorbiditas yang berpengaruh pada perubahan dalam respon farmakologis yang dapat meningkatkan terjadinya ADR akibat penggunaan obat-obatan secara bersamaan. Penelitian ini bertujuan untuk merangkum dan membahas bukti-bukti ilmiah terkini mengenai efek samping yang diinduksi oleh berbagai kelas obat antihipertensi pada pasien dengan gagal ginjal kronis. Penelitian ini dilaksanakan melalui tinjauan naratif yang dilakukan dengan empat tahap, yaoitu penentuan kata kunci, kriteria inklusi dan esklusi, seleksi literatur, serta analisis hasil. Pencarian literatur dilakukan melalui database Scopus, Pubmed, dan Science Direct. Berdasarkan review yang dilakukan diperoleh bahwa pemilihan antihipertensi pada CKD harus bersifat individual. Inhibitor RAS sebaiknya dipertahankan dengan pengelolaan hiperkalemia. Diuretik dan CCB memiliki peran sesuai kebutuhan dan profil keamanan. Pendekatan berbasis kondisi pasien diperlukan untuk hasil yang optimal.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Majalah Farmaseutik
Published
2026-03-31
DOI
https://doi.org/10.22146/farmaseutik.v22i1.109400
Primary Topic
Pharmacology and Nanomedicine Research
Type
article
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Kejadian Adverse Drug Reactions Terapi Antihipertensi pada Pasien Gagal Ginjal Kronis: Tinjauan Naratif

Agung Endro Nugroho, Ummul Fadilah, Probosuseno Probosuseno
Majalah Farmaseutik
Pharmacology and Nanomedicine Research
article

Kejadian Adverse Drug Reactions Terapi Antihipertensi pada Pasien Gagal Ginjal Kronis: Tinjauan Naratif

Agung Endro Nugroho, Ummul Fadilah, Probosuseno Probosuseno
article en

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu faktor utama penyebab terjadinya Chronic Kidney Disease (CKD), dimana tekanan darah yang tidak terkontrol dapat merusak pembuluh darah ginjal dan mengurangi kemampuan ginjal dalam menyaring limbah tubuh. Pasien CKD berisiko mengalami ADR akibat penumpukan obat dalam tubuh akibat terjadinya penurunan fungsi ginjal. Hal ini dapat berdampak pada fisiologi dan komorbiditas yang berpengaruh pada perubahan dalam respon farmakologis yang dapat meningkatkan terjadinya ADR akibat penggunaan obat-obatan secara bersamaan. Penelitian ini bertujuan untuk merangkum dan membahas bukti-bukti ilmiah terkini mengenai efek samping yang diinduksi oleh berbagai kelas obat antihipertensi pada pasien dengan gagal ginjal kronis. Penelitian ini dilaksanakan melalui tinjauan naratif yang dilakukan dengan empat tahap, yaoitu penentuan kata kunci, kriteria inklusi dan esklusi, seleksi literatur, serta analisis hasil. Pencarian literatur dilakukan melalui database Scopus, Pubmed, dan Science Direct. Berdasarkan review yang dilakukan diperoleh bahwa pemilihan antihipertensi pada CKD harus bersifat individual. Inhibitor RAS sebaiknya dipertahankan dengan pengelolaan hiperkalemia. Diuretik dan CCB memiliki peran sesuai kebutuhan dan profil keamanan. Pendekatan berbasis kondisi pasien diperlukan untuk hasil yang optimal.

Majalah FarmaseutikVol. 22(1)
Universitas Gadjah Mada (ID)
Good health and well-being
Openalex Percentile: Top 45%
Pharmacology and Nanomedicine Research
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.