Analisis Terapi dan interaksi obat Antiplatelet pada Pasien Angina Pektoris Stabil di RSUD RA Kartini Jepara

Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan salah satu penyebab utama kematian di dunia, dengan prevalensi di Indonesia sebesar 0,85‰. Terapi antiplatelet merupakan strategi utama dalam pencegahan sekunder PJK, termasuk pada kasus angina pektoris stabil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan dan potensi interaksi obat antiplatelet pada pasien angina pektoris stabil. Desain penelitian ini menggunakan observasional dengan kohort desain retrospektif dan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, Data diambil dari rekam medis pasien rawat jalan di RSUD RA Kartini Jepara periode Januari 2023–Desember 2024. Variabel yang dianalisis meliputi usia, jenis kelamin, jenis terapi antiplatelet (aspilet 80 mg, klopidogrel 75 mg, atau kombinasi), serta potensi interaksi obat. Dari 31 pasien yang memenuhi kriteria inklusi, mayoritas berusia 50–59 tahun (54,85%). Pola terapi didominasi penggunaan aspilet tunggal (67,74%), diikuti kombinasi dengan klopidogrel (19,35%), dan klopidogrel tunggal (12,90%). Terdapat 94 potensi interaksi: 30 (31,9%) minor, 63 (67%) moderate, dan 1 (1,1%) mayor. Interaksi mayor ditemukan antara klopidogrel dan ketorolac.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Majalah Farmaseutik
Published
2026-03-31
DOI
https://doi.org/10.22146/farmaseutik.v22i1.108254
Primary Topic
Methodologies in Health Research and Practice
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Analisis Terapi dan interaksi obat Antiplatelet pada Pasien Angina Pektoris Stabil di RSUD RA Kartini Jepara

Ade Kurnia Bayu Firdaus, Intan Adevia Rosnarita, Ria Etikasari
Majalah Farmaseutik
Methodologies in Health Research and Practice
article

Analisis Terapi dan interaksi obat Antiplatelet pada Pasien Angina Pektoris Stabil di RSUD RA Kartini Jepara

Ade Kurnia Bayu Firdaus, Intan Adevia Rosnarita, Ria Etikasari
article en

Abstract

Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan salah satu penyebab utama kematian di dunia, dengan prevalensi di Indonesia sebesar 0,85‰. Terapi antiplatelet merupakan strategi utama dalam pencegahan sekunder PJK, termasuk pada kasus angina pektoris stabil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan dan potensi interaksi obat antiplatelet pada pasien angina pektoris stabil. Desain penelitian ini menggunakan observasional dengan kohort desain retrospektif dan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, Data diambil dari rekam medis pasien rawat jalan di RSUD RA Kartini Jepara periode Januari 2023–Desember 2024. Variabel yang dianalisis meliputi usia, jenis kelamin, jenis terapi antiplatelet (aspilet 80 mg, klopidogrel 75 mg, atau kombinasi), serta potensi interaksi obat. Dari 31 pasien yang memenuhi kriteria inklusi, mayoritas berusia 50–59 tahun (54,85%). Pola terapi didominasi penggunaan aspilet tunggal (67,74%), diikuti kombinasi dengan klopidogrel (19,35%), dan klopidogrel tunggal (12,90%). Terdapat 94 potensi interaksi: 30 (31,9%) minor, 63 (67%) moderate, dan 1 (1,1%) mayor. Interaksi mayor ditemukan antara klopidogrel dan ketorolac.

Majalah FarmaseutikVol. 22(1)
Muria Kudus University (ID)
Good health and well-being
Openalex Percentile: Top 39%
Methodologies in Health Research and Practice
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.