Politik Nicknaming dalam Dakwah Digital: Identitas dan Efektivitas Komunikasi Koh Dennis di Media Sosial

Perkembangan teknologi telah menggeser praktik dakwah dari ruang fisik menuju ruang digita dengan dinamika identitas yang lebih kompleks. Penelitian ini menyoroti fenomena politik nicknaming melalui studi kasus Dennis Lim, pendakwah Tionghoa Muslim yang dikenal dengan sapaan “Koh Dennis”. Dengan pendekatan kualitatif melalui netnografi dan wawancara mendalam, penelitian ini menganalisis bagaimana nickname digunakan sebagai strategi pembentukan identitas, serta bagaimana audiens memaknai simbolik penyemataan sapaan tersebut. Kerangka Communication Theory of Identity (Michael Hect) dipakai untuk memahami keterkaitan lapisan personal, relasional, dan komunal dalam konstruksi identitas dakwah digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan sapaan “Koh” tidak sekadar label personal, tetapi berfungsi sebagai strategi branding yang memperkuat kedekatan, mengartikulasikan identitas secara otentik, serta menciptakan representasi komunal yang menantang dominasi etnis dalam ruang dakwah Islam. Secara praksis, nicknaming memungkinkan dakwah menjadi lebih inklusif, cair, dan mudah diakses, meski penerimaan publik tetap dipengaruh oleh norma kultural serta legitimasi keagamaan yang berlaku.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Jurnal Kawistara
Published
2025-12-31
DOI
https://doi.org/10.22146/kawistara.111562
Primary Topic
Islamic Studies and Radicalism
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Politik Nicknaming dalam Dakwah Digital: Identitas dan Efektivitas Komunikasi Koh Dennis di Media Sosial

Raditia Yudistira Sujanto, Rinta Arina Manasikana
Jurnal Kawistara
Islamic Studies and Radicalism
article

Politik Nicknaming dalam Dakwah Digital: Identitas dan Efektivitas Komunikasi Koh Dennis di Media Sosial

Raditia Yudistira Sujanto, Rinta Arina Manasikana
article en

Abstract

Perkembangan teknologi telah menggeser praktik dakwah dari ruang fisik menuju ruang digita dengan dinamika identitas yang lebih kompleks. Penelitian ini menyoroti fenomena politik nicknaming melalui studi kasus Dennis Lim, pendakwah Tionghoa Muslim yang dikenal dengan sapaan “Koh Dennis”. Dengan pendekatan kualitatif melalui netnografi dan wawancara mendalam, penelitian ini menganalisis bagaimana nickname digunakan sebagai strategi pembentukan identitas, serta bagaimana audiens memaknai simbolik penyemataan sapaan tersebut. Kerangka Communication Theory of Identity (Michael Hect) dipakai untuk memahami keterkaitan lapisan personal, relasional, dan komunal dalam konstruksi identitas dakwah digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan sapaan “Koh” tidak sekadar label personal, tetapi berfungsi sebagai strategi branding yang memperkuat kedekatan, mengartikulasikan identitas secara otentik, serta menciptakan representasi komunal yang menantang dominasi etnis dalam ruang dakwah Islam. Secara praksis, nicknaming memungkinkan dakwah menjadi lebih inklusif, cair, dan mudah diakses, meski penerimaan publik tetap dipengaruh oleh norma kultural serta legitimasi keagamaan yang berlaku.

Jurnal KawistaraVol. 15(3)
Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta
Reduced inequalities
Openalex Percentile: Top 12%
Islamic Studies and Radicalism
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.