Pengaruh Abu Pembakaran Sampah Dengan Penambahan Kotoran Kijang Untuk Pupuk Tanaman Hias(Effect of Waste Combustion Ash with the Addition of Deer Manure for Ornamental Plant Fertilizer)

Peningkatan volume sampah di Indonesia memunculkan tantangan lingkungan, khususnya residu abu insinerator yang mengandung logam berat dan berpotensi mencemari tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemanfaatan abu insinerator yang dikombinasikan dengan kotoran kijang sebagai media tanam alternatif bagi tanaman hias sirih belanda (Epipremnum aureum). Empat perlakuan komposisi media tanam diuji: tanah murni, campuran abu dan kotoran dalam rasio berbeda, dan diamati selama delapan minggu terhadap parameter panjang tanaman, luas daun, dan berat tanaman. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan tanpa campuran abu menghasilkan pertumbuhan terbaik, sementara peningkatan proporsi abu justru menurunkan performa pertumbuhan tanaman. Hal ini diduga disebabkan oleh kandungan logam berat dalam abu yang menghambat metabolisme dan serapan nutrisi tanaman. Meskipun tanaman tetap hidup di semua perlakuan, efektivitas campuran abu dan kotoran kijang sebagai media tanam terbukti terbatas, sehingga penggunaannya perlu dibatasi dan tidak disarankan untuk tanaman konsumsi. Potensi pemanfaatan abu lebih tepat diarahkan pada sektor non-pertanian yang tidak bersentuhan langsung dengan makhluk hidup.

Authors

Publication Details

Journal
Ubaya Repository (University of Surabaya)
Published
2025-09-20
Primary Topic
Plant Growth and Agriculture Techniques
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Pengaruh Abu Pembakaran Sampah Dengan Penambahan Kotoran Kijang Untuk Pupuk Tanaman Hias(Effect of Waste Combustion Ash with the Addition of Deer Manure for Ornamental Plant Fertilizer)

Arif yachya, Suparman Suparman, Moch Zainuri, Ida Kusnawati Tjahjani et al.
Ubaya Repository (University of Surabaya)
Plant Growth and Agriculture Techniques
article

Pengaruh Abu Pembakaran Sampah Dengan Penambahan Kotoran Kijang Untuk Pupuk Tanaman Hias(Effect of Waste Combustion Ash with the Addition of Deer Manure for Ornamental Plant Fertilizer)

Arif yachya, Suparman Suparman, Moch Zainuri, Ida Kusnawati Tjahjani, Manik Ayu Titisari, Yanatra Budi Pramana
article en

Abstract

Peningkatan volume sampah di Indonesia memunculkan tantangan lingkungan, khususnya residu abu insinerator yang mengandung logam berat dan berpotensi mencemari tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemanfaatan abu insinerator yang dikombinasikan dengan kotoran kijang sebagai media tanam alternatif bagi tanaman hias sirih belanda (Epipremnum aureum). Empat perlakuan komposisi media tanam diuji: tanah murni, campuran abu dan kotoran dalam rasio berbeda, dan diamati selama delapan minggu terhadap parameter panjang tanaman, luas daun, dan berat tanaman. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan tanpa campuran abu menghasilkan pertumbuhan terbaik, sementara peningkatan proporsi abu justru menurunkan performa pertumbuhan tanaman. Hal ini diduga disebabkan oleh kandungan logam berat dalam abu yang menghambat metabolisme dan serapan nutrisi tanaman. Meskipun tanaman tetap hidup di semua perlakuan, efektivitas campuran abu dan kotoran kijang sebagai media tanam terbukti terbatas, sehingga penggunaannya perlu dibatasi dan tidak disarankan untuk tanaman konsumsi. Potensi pemanfaatan abu lebih tepat diarahkan pada sektor non-pertanian yang tidak bersentuhan langsung dengan makhluk hidup.

Ubaya Repository (University of Surabaya)
Openalex Percentile: Top 28%
Plant Growth and Agriculture Techniques
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.