Potensi kombinasi estrak 96% daun mimba dan sambilato untuk menurunkan micrornas-155, angiopoietin-2, cxcl-10 pada malaria serebral (suatu kandidat pengembangan obat) (sertifikat hak cipta)

Malaria serebral adalah salah satu komplikasi malaria yang ditandai dengan pembengkakan atau kerusakan otak. Data yang diperoleh dari WHO (Malaria Case Report 2022), menyatakan bahwa terdapat 2 milyar kasus malaria dan 11,7 juta kematian yang disebabkan malaria serebral terjadi sepanjang awal abad ke-21 hingga tahun 2021. Dalam 3 tahun terakhir kasus malaria di asia pasifik cenderung tinggi (WHO, 2022). Di Indonesia pada tahun 2022, malaria menjadi poin yang tertuang pada SDG (Sustainable Development Goal) 3.3 sebagai penyakit prioritas global, terdapat 443.530 orang terkonfirmasi positif malaria dan 71 orang meninggal karena malaria serebral (Kemenkes, 2023). Malaria serebral merupakan komplikasi malaria yang mengancam jiwa, terutama pada anak-anak. Munculnya strain Plasmodium yang resistan terhadap obat merupakan tantangan besar dalam pengembangan obat antiparasit baru dan strategi untuk memerangi malaria. Studi yang dilakukan Erdman et al (2011), menyatakan pada anak-anak Uganda dengan malaria serebral terdapat peningkatan miRNAs-155, angiopoietin-2, CXCL-10. MicroRNAs-155 meningkat di sirkulasi pembuluh darah pada malaria serebral yang akan mengganggu integritas BBB (blood brain barrier) otak mengakibatkan komplikasi neurologis yang pada akhirnya dapat menyebabkan kematian individu yang terinfeksi. Pencegahan disfungsi BBB akan menjadi strategi terapi alternatif yang menarik untuk mencegah malaria serebral (Lopez-Ramirez et al., 2014). Selain itu terdapat Angiopoietin-1 (Ang-1) dan Angiopoietin-2 (Ang-2) bertindak sebagai ligan yang mengikat reseptor Tie-2 ( de Jong et al., 2016 ), pada kondisi normal Ang-1 mengikat Tie-2 untuk mendorong lingkungan anti-inflamasi dan apoptosis. Infeksi oleh Plasmodium falciparum akan memulai inflamasi, yang menyebabkan Ang-2 dilepaskan ke dalam aliran darah yang mengubah keseimbangan antara Ang-1 dan Ang-2 menjadi menguntungkan Ang-2 ( de Jong et al., 2016 ), Ang-2 mengalahkan Ang-1 dalam mengikat Tie-2 yang menyebabkan penurunan efek anti-inflamasi dan anti-apoptosis ( Page dan Liles, 2013 ; de Jong et al., 2016 ).

Authors

Publication Details

Journal
Research Repository Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (University of Southampton)
Published
2025-10-31
Primary Topic
Medicinal Plant Research
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Potensi kombinasi estrak 96% daun mimba dan sambilato untuk menurunkan micrornas-155, angiopoietin-2, cxcl-10 pada malaria serebral (suatu kandidat pengembangan obat) (sertifikat hak cipta)

Zainabur Rahmah, Yuliono Trika Nur Hasan, Nurfianti Indriana, Ach. Nashichuddin
Research Repository Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (University of Southampton)
Medicinal Plant Research
article

Potensi kombinasi estrak 96% daun mimba dan sambilato untuk menurunkan micrornas-155, angiopoietin-2, cxcl-10 pada malaria serebral (suatu kandidat pengembangan obat) (sertifikat hak cipta)

Zainabur Rahmah, Yuliono Trika Nur Hasan, Nurfianti Indriana, Ach. Nashichuddin
article en

Abstract

Malaria serebral adalah salah satu komplikasi malaria yang ditandai dengan pembengkakan atau kerusakan otak. Data yang diperoleh dari WHO (Malaria Case Report 2022), menyatakan bahwa terdapat 2 milyar kasus malaria dan 11,7 juta kematian yang disebabkan malaria serebral terjadi sepanjang awal abad ke-21 hingga tahun 2021. Dalam 3 tahun terakhir kasus malaria di asia pasifik cenderung tinggi (WHO, 2022). Di Indonesia pada tahun 2022, malaria menjadi poin yang tertuang pada SDG (Sustainable Development Goal) 3.3 sebagai penyakit prioritas global, terdapat 443.530 orang terkonfirmasi positif malaria dan 71 orang meninggal karena malaria serebral (Kemenkes, 2023). Malaria serebral merupakan komplikasi malaria yang mengancam jiwa, terutama pada anak-anak. Munculnya strain Plasmodium yang resistan terhadap obat merupakan tantangan besar dalam pengembangan obat antiparasit baru dan strategi untuk memerangi malaria. Studi yang dilakukan Erdman et al (2011), menyatakan pada anak-anak Uganda dengan malaria serebral terdapat peningkatan miRNAs-155, angiopoietin-2, CXCL-10. MicroRNAs-155 meningkat di sirkulasi pembuluh darah pada malaria serebral yang akan mengganggu integritas BBB (blood brain barrier) otak mengakibatkan komplikasi neurologis yang pada akhirnya dapat menyebabkan kematian individu yang terinfeksi. Pencegahan disfungsi BBB akan menjadi strategi terapi alternatif yang menarik untuk mencegah malaria serebral (Lopez-Ramirez et al., 2014). Selain itu terdapat Angiopoietin-1 (Ang-1) dan Angiopoietin-2 (Ang-2) bertindak sebagai ligan yang mengikat reseptor Tie-2 ( de Jong et al., 2016 ), pada kondisi normal Ang-1 mengikat Tie-2 untuk mendorong lingkungan anti-inflamasi dan apoptosis. Infeksi oleh Plasmodium falciparum akan memulai inflamasi, yang menyebabkan Ang-2 dilepaskan ke dalam aliran darah yang mengubah keseimbangan antara Ang-1 dan Ang-2 menjadi menguntungkan Ang-2 ( de Jong et al., 2016 ), Ang-2 mengalahkan Ang-1 dalam mengikat Tie-2 yang menyebabkan penurunan efek anti-inflamasi dan anti-apoptosis ( Page dan Liles, 2013 ; de Jong et al., 2016 ).

Research Repository Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (University of Southampton)
Partnerships for the goals
Openalex Percentile: Top 21%
Medicinal Plant Research
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.