Jejaring Al-Qur’an Jawa di pedalaman Kalimantan Barat: potret pertautan Al-Qur’an, tradisi, dan lokalitas (sertifikat hak cipta)

Jejaring al-Quran Jawa di pedalaman Kalimantan Barat terabaikan dalam diskursus para ahli padahal eksistensinya tidak bisa dimungkiri. Fakta ini jelas menjadi hal yang ironi karena secara normatif diayakini bahwa jejaring al-Quran berkorelasi dengan keabsahan bacaan al-Quran atau bahkan al-Quran itu sendiri. Di saat yang sama persoalan ini juga berkelindan dengan persoalan lain yang juga signifikan. Pengabaian terhadap jejaring al-Quran Jawa di pedalaman berarti pengabaian terhadap variasi keberislaman, pemberdayaan komunitas pinggiran, kesenjangan pendidikan dan lain-lain. Dalam kepentingan tersebut, penelitian ini menjadi urgen untuk ditindaklanjuti; dalam hal ini, penelitian difokuskan pada tiga aspek utama yaitu kesejarahan jejaring al-Quran Jawa di pedalaman, otorisasi, dan implikasi terhadap konteks sosial-budaya-agama di sana. Dalam menjelaskan hal tersebut, penelitian ini menggunakan tiga kerangka yang diformat secara terintegratif: isnad, agensi, dan modal simbolik. Secara metodologis, penelitian ini menjadi penelitian lapangan-kualitatif dengan mengambil fokus Desan Nusa Pandau Kecamatan Nanga Pinoh, Melawi, Kalimantan Barat. Penelitian ini pun menggunakan pendekatan sosio-historis; pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dokumentasi dengan analisis interpretatif. Dengan pola tersebut, melalui penelitian ini akan menjadi jelas bagaimana jejaring al-Quran berdialektika dengan unsur lokalitas sekaligus mempertegas sosio-historis kemunculan, pelestarian, dan perkembangannya sebagai bagian dari tradisi al-Quran. Pada gilirannya, penelitian ini menjadi dokumen konkret yang dapat dijadikan acuan, baik secara teoretis terkait al-Quran berbasis kewilayahan maupun acuan praktis dalam kehidupan keseharian.

Authors

Publication Details

Journal
Research Repository Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (University of Southampton)
Published
2025-11-13
Primary Topic
Cultural and Religious Practices in Indonesia
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Jejaring Al-Qur’an Jawa di pedalaman Kalimantan Barat: potret pertautan Al-Qur’an, tradisi, dan lokalitas (sertifikat hak cipta)

Ahsin Dinal Mustafa, Miski Miski, Nurul Istiqomah
Research Repository Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (University of Southampton)
Cultural and Religious Practices in Indonesia
article

Jejaring Al-Qur’an Jawa di pedalaman Kalimantan Barat: potret pertautan Al-Qur’an, tradisi, dan lokalitas (sertifikat hak cipta)

Ahsin Dinal Mustafa, Miski Miski, Nurul Istiqomah
article en

Abstract

Jejaring al-Quran Jawa di pedalaman Kalimantan Barat terabaikan dalam diskursus para ahli padahal eksistensinya tidak bisa dimungkiri. Fakta ini jelas menjadi hal yang ironi karena secara normatif diayakini bahwa jejaring al-Quran berkorelasi dengan keabsahan bacaan al-Quran atau bahkan al-Quran itu sendiri. Di saat yang sama persoalan ini juga berkelindan dengan persoalan lain yang juga signifikan. Pengabaian terhadap jejaring al-Quran Jawa di pedalaman berarti pengabaian terhadap variasi keberislaman, pemberdayaan komunitas pinggiran, kesenjangan pendidikan dan lain-lain. Dalam kepentingan tersebut, penelitian ini menjadi urgen untuk ditindaklanjuti; dalam hal ini, penelitian difokuskan pada tiga aspek utama yaitu kesejarahan jejaring al-Quran Jawa di pedalaman, otorisasi, dan implikasi terhadap konteks sosial-budaya-agama di sana. Dalam menjelaskan hal tersebut, penelitian ini menggunakan tiga kerangka yang diformat secara terintegratif: isnad, agensi, dan modal simbolik. Secara metodologis, penelitian ini menjadi penelitian lapangan-kualitatif dengan mengambil fokus Desan Nusa Pandau Kecamatan Nanga Pinoh, Melawi, Kalimantan Barat. Penelitian ini pun menggunakan pendekatan sosio-historis; pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dokumentasi dengan analisis interpretatif. Dengan pola tersebut, melalui penelitian ini akan menjadi jelas bagaimana jejaring al-Quran berdialektika dengan unsur lokalitas sekaligus mempertegas sosio-historis kemunculan, pelestarian, dan perkembangannya sebagai bagian dari tradisi al-Quran. Pada gilirannya, penelitian ini menjadi dokumen konkret yang dapat dijadikan acuan, baik secara teoretis terkait al-Quran berbasis kewilayahan maupun acuan praktis dalam kehidupan keseharian.

Research Repository Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (University of Southampton)
Quality Education
Openalex Percentile: Top 11%
Cultural and Religious Practices in Indonesia
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.