Smart Village berbasis citizen-centric dalam Mewujudkan Pembangunan Desa Berkelanjutan Perspektif Ashabiyyah Ibnu Khaldun (sertifikat hak cipta)

Implementasi konsep Smart Village yang berbasis citizen-centric menempatkan masyarakat sebagai pusat inovasi dan pengambilan keputusan, sehingga teknologi dan program desa dirancang untuk meningkatkan partisipasi, kesejahteraan, dan kapasitas warga. Sebagaimana dilakukan oleh pemerintah Desa Ponggok dan Punggul masyarakat terlibat secara aktif dalam program desa sehingga pengembangan smart village lebih optimal, sedangkan di Desa Wongsorejo masyarakat tidak terlibat secara aktif dalam program/kebijakan pemerintah desa yang mengakibatkan perkembangan smart village kurang optimal. Kerangka kerja Smart Village selaras dengan prinsip SDGs Desa, karena mengoptimalkan teknologi, tata kelola, dan kolaborasi untuk mencapai pembangunan berkelanjutan seperti pengentasan kemiskinan, peningkatan layanan dasar, serta penguatan ekonomi dan lingkungan desa. Konsep citizen-centric dalam perspektif Ibnu Khaldun menegaskan pentingnya solidaritas sosial ashabiyyah, kepemimpinan yang adil, dan pemberdayaan masyarakat, sehingga implementasi Smart Village tidak hanya berbasis teknologi, tetapi juga nilai moral, kebersamaan, dan keseimbangan sosial.

Authors

Publication Details

Journal
Research Repository Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (University of Southampton)
Published
2025-11-14
Primary Topic
Local Governance and Development
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Smart Village berbasis citizen-centric dalam Mewujudkan Pembangunan Desa Berkelanjutan Perspektif Ashabiyyah Ibnu Khaldun (sertifikat hak cipta)

Siti Zulaichah, Rayno Dwi Adityo, Sheila Kusuma Wardani Amnesti
Research Repository Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (University of Southampton)
Local Governance and Development
article

Smart Village berbasis citizen-centric dalam Mewujudkan Pembangunan Desa Berkelanjutan Perspektif Ashabiyyah Ibnu Khaldun (sertifikat hak cipta)

Siti Zulaichah, Rayno Dwi Adityo, Sheila Kusuma Wardani Amnesti
article en

Abstract

Implementasi konsep Smart Village yang berbasis citizen-centric menempatkan masyarakat sebagai pusat inovasi dan pengambilan keputusan, sehingga teknologi dan program desa dirancang untuk meningkatkan partisipasi, kesejahteraan, dan kapasitas warga. Sebagaimana dilakukan oleh pemerintah Desa Ponggok dan Punggul masyarakat terlibat secara aktif dalam program desa sehingga pengembangan smart village lebih optimal, sedangkan di Desa Wongsorejo masyarakat tidak terlibat secara aktif dalam program/kebijakan pemerintah desa yang mengakibatkan perkembangan smart village kurang optimal. Kerangka kerja Smart Village selaras dengan prinsip SDGs Desa, karena mengoptimalkan teknologi, tata kelola, dan kolaborasi untuk mencapai pembangunan berkelanjutan seperti pengentasan kemiskinan, peningkatan layanan dasar, serta penguatan ekonomi dan lingkungan desa. Konsep citizen-centric dalam perspektif Ibnu Khaldun menegaskan pentingnya solidaritas sosial ashabiyyah, kepemimpinan yang adil, dan pemberdayaan masyarakat, sehingga implementasi Smart Village tidak hanya berbasis teknologi, tetapi juga nilai moral, kebersamaan, dan keseimbangan sosial.

Research Repository Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (University of Southampton)
Openalex Percentile: Top 14%
Local Governance and Development
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.