Model Kesehatan Mental Santri di Pondok Pesantren: Pendekatan Mixed Method (sertifikat hak cipta)

Pesantren merupakan institusi pendidikan Islam yang memiliki peran sentral dalam membentuk karakter dan kepribadian santri melalui pola kehidupan yang terintegrasi antara pendidikan spiritual, sosial, dan kedisiplinan. Lingkungan pesantren yang khas tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga berfungsi sebagai ruang pembinaan jiwa dan pembentukan ketahanan mental santri. Dalam konteks tersebut, kesehatan mental menjadi aspek penting yang mendukung keberhasilan belajar dan perkembangan pribadi santri secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk menggali berbagai sumber, kekuatan, dan potensi yang berperan dalam menjaga dan memperkuat kesehatan mental santri di lingkungan pesantren. Fokus utama penelitian mencakup: (1) Mengidentifikasi profil kesehatan mental santri dari persepsi santri. (2) Menggali faktor-faktor protektif dan risiko yang memengaruhi kesehatan mental santri dalam kehidupan sehari-hari di pesantren. (3) Merumuskan model pengembangan kesehatan mental santri yang berbasis pada konteks dan potensi khas pesantren untuk digunakan dalam upaya promotif dan preventif yang berkelanjutan. Pendekatan yang digunakan adalah mixed method dengan desain eksplanatori, yang diawali dengan pengumpulan data kuantitatif sebagai dasar untuk eksplorasi kualitatif lebih lanjut. Teknik pengumpulan data meliputi angket, wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan focus group discussion (FGD). Subjek penelitian mencakup santri (1328), pengasuh (50), ustadz/ustadzah (55), serta wali santri (20) dari dua jenis pesantren, yaitu pesantren salaf (20) dan pesantren modern (6). Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil kesehatan mental santri terkategorikan menjadi empat kuadran profil kesehatan mental, yang menggambarkan variasi kondisi mulai dari flourishing, resilient but vulnerable, at-risk, hingga withdrawn. Kedua, penelitian ini telah mengungkap bahwa faktor-faktor kebijkan pesantren, relasi sosial di pesantren, karakteristik personal, dan spiritualitas dapat menjadi faktor protektif dan risiko bagi kesehatan mental santri. Sementara model penanganan kesehatan mental santri di pesantren moderen memiliki perbedaan pada strategi yang digunakan. Pada pesantren moderen lebih berorientasi pada pendekatan religius-psikologis yang komprehensip dan beragam, sedangkan pesantren religius-psikologis yang lebih tradisional. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan strategi promosi dan penguatan kapasitas kesehatan mental di lingkungan pesantren, dengan menekankan pada potensi internal dan sumber daya yang telah ada dalam sistem kehidupan pesantren.

Authors

Publication Details

Journal
Research Repository Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (University of Southampton)
Published
2025-11-26
Primary Topic
Mental Health and Well-being
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Model Kesehatan Mental Santri di Pondok Pesantren: Pendekatan Mixed Method (sertifikat hak cipta)

Iin Tri Rahayu, Esa Nur Wahyuni, M. Samsul Hady
Research Repository Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (University of Southampton)
Mental Health and Well-being
article

Model Kesehatan Mental Santri di Pondok Pesantren: Pendekatan Mixed Method (sertifikat hak cipta)

Iin Tri Rahayu, Esa Nur Wahyuni, M. Samsul Hady
article en

Abstract

Pesantren merupakan institusi pendidikan Islam yang memiliki peran sentral dalam membentuk karakter dan kepribadian santri melalui pola kehidupan yang terintegrasi antara pendidikan spiritual, sosial, dan kedisiplinan. Lingkungan pesantren yang khas tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga berfungsi sebagai ruang pembinaan jiwa dan pembentukan ketahanan mental santri. Dalam konteks tersebut, kesehatan mental menjadi aspek penting yang mendukung keberhasilan belajar dan perkembangan pribadi santri secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk menggali berbagai sumber, kekuatan, dan potensi yang berperan dalam menjaga dan memperkuat kesehatan mental santri di lingkungan pesantren. Fokus utama penelitian mencakup: (1) Mengidentifikasi profil kesehatan mental santri dari persepsi santri. (2) Menggali faktor-faktor protektif dan risiko yang memengaruhi kesehatan mental santri dalam kehidupan sehari-hari di pesantren. (3) Merumuskan model pengembangan kesehatan mental santri yang berbasis pada konteks dan potensi khas pesantren untuk digunakan dalam upaya promotif dan preventif yang berkelanjutan. Pendekatan yang digunakan adalah mixed method dengan desain eksplanatori, yang diawali dengan pengumpulan data kuantitatif sebagai dasar untuk eksplorasi kualitatif lebih lanjut. Teknik pengumpulan data meliputi angket, wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan focus group discussion (FGD). Subjek penelitian mencakup santri (1328), pengasuh (50), ustadz/ustadzah (55), serta wali santri (20) dari dua jenis pesantren, yaitu pesantren salaf (20) dan pesantren modern (6). Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil kesehatan mental santri terkategorikan menjadi empat kuadran profil kesehatan mental, yang menggambarkan variasi kondisi mulai dari flourishing, resilient but vulnerable, at-risk, hingga withdrawn. Kedua, penelitian ini telah mengungkap bahwa faktor-faktor kebijkan pesantren, relasi sosial di pesantren, karakteristik personal, dan spiritualitas dapat menjadi faktor protektif dan risiko bagi kesehatan mental santri. Sementara model penanganan kesehatan mental santri di pesantren moderen memiliki perbedaan pada strategi yang digunakan. Pada pesantren moderen lebih berorientasi pada pendekatan religius-psikologis yang komprehensip dan beragam, sedangkan pesantren religius-psikologis yang lebih tradisional. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan strategi promosi dan penguatan kapasitas kesehatan mental di lingkungan pesantren, dengan menekankan pada potensi internal dan sumber daya yang telah ada dalam sistem kehidupan pesantren.

Research Repository Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (University of Southampton)
No poverty
Openalex Percentile: Top 16%
Mental Health and Well-being
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.