Ketika Seorang Muslim Berumur 40 Tahun (sertifikat hak cipta)

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ اَلْحَمْدُ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِيْ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ.. فَيَا عِبَادَ الله، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ: يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا، صَدَقَ اللهُ الْعَظِيْمِ. Ma’asyirol muslimin wazumrotal mukminin rohimakumulloh.. Kita umat Islam, tidak seperti umat-umat terdahulu yang diberikan jatah umur ratusan atau bahkan hingga ribuan tahun. Umur umat Nabi Muhammad sangatlah singkat, yaitu antara 60 hingga 70 tahun saja, sebagaimana sabda beliau shallallahu alaihi wasallam: أَعْمَارُ أُمَّتِي مَا بَيْنَ السِّتِّينَ إِلَى السَّبْعِينَ، وَأَقَلُّهُمْ مَنْ يَجُوزُ ذَلِكَ “Umur umatku antara enam puluh hingga tujuh puluh tahun. Sedikit sekali yang lebih dari itu.” (HR. Ibnu Majah: 4236) Orang-orang shalih terdahulu, semakin bertambah usia mereka, semakin mereka meninggalkan dunia untuk semakin mendekat kepada akhirat. Yang demikian ini, karena mereka paham betul dengan firman Allah: حَتَّىٰ إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي ۖ إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ “Sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada-Mu dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”. (QS. Al-Ahqaf: 15) Imam Ibnu Katsir mengatakan Kitab Tafsirnya: “Dalam ayat ini ada petunjuk bagi siapa saja yang telah sampai pada umur 40 tahun untuk segera memperbaharui taubatnya kepada Allah serta kokoh diatas jalan Allah dan Rasul-Nya.” Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah.. Ketika usia telah melebihi 40 tahun dan mendekat ke 60 tahun, maka itu ibarat seorang pelaut yang telah melihat dermaga dari kejauhan, saatnya ia bersiap-siap untuk melabuhkan kapal. Seorang muslim ketika menyadarinya bahwa ia semakin mendekati kematian hendaknya ia semakin bersiap. Segera bertaubat, memperbanyak istighfar, meningkatkan ketaatan, dan selalu mengingat kampung akhirat. Rasulullah saja pada akhir hayatnya semakin sering beristighfar, bertakbir, dan memuji Allah, terlebih lagi pada saat turunnya Surat an-Nashr yang memberi isyarat dekatnya ajal beliau. Aisyah berkata, Rasulullah memperbanyak membaca do’a terlebih ketika rukuk dan sujud: سُبْحَانَكَ اللهم ربنا وبحمدك ، اللهم اغفر لي Maha Suci Engkau wahai Allah, aku memuji-Mu, ampunilah aku. (HR. Bukhari)

Authors

Publication Details

Journal
Research Repository Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (University of Southampton)
Published
2025-12-01
Primary Topic
Linguistic, Cultural, and Literary Studies
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Ketika Seorang Muslim Berumur 40 Tahun (sertifikat hak cipta)

Erryk Kosbandhono
Research Repository Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (University of Southampton)
Linguistic, Cultural, and Literary Studies
article

Ketika Seorang Muslim Berumur 40 Tahun (sertifikat hak cipta)

Erryk Kosbandhono
article en

Abstract

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ اَلْحَمْدُ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِيْ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ.. فَيَا عِبَادَ الله، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ: يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا، صَدَقَ اللهُ الْعَظِيْمِ. Ma’asyirol muslimin wazumrotal mukminin rohimakumulloh.. Kita umat Islam, tidak seperti umat-umat terdahulu yang diberikan jatah umur ratusan atau bahkan hingga ribuan tahun. Umur umat Nabi Muhammad sangatlah singkat, yaitu antara 60 hingga 70 tahun saja, sebagaimana sabda beliau shallallahu alaihi wasallam: أَعْمَارُ أُمَّتِي مَا بَيْنَ السِّتِّينَ إِلَى السَّبْعِينَ، وَأَقَلُّهُمْ مَنْ يَجُوزُ ذَلِكَ “Umur umatku antara enam puluh hingga tujuh puluh tahun. Sedikit sekali yang lebih dari itu.” (HR. Ibnu Majah: 4236) Orang-orang shalih terdahulu, semakin bertambah usia mereka, semakin mereka meninggalkan dunia untuk semakin mendekat kepada akhirat. Yang demikian ini, karena mereka paham betul dengan firman Allah: حَتَّىٰ إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي ۖ إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ “Sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada-Mu dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”. (QS. Al-Ahqaf: 15) Imam Ibnu Katsir mengatakan Kitab Tafsirnya: “Dalam ayat ini ada petunjuk bagi siapa saja yang telah sampai pada umur 40 tahun untuk segera memperbaharui taubatnya kepada Allah serta kokoh diatas jalan Allah dan Rasul-Nya.” Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah.. Ketika usia telah melebihi 40 tahun dan mendekat ke 60 tahun, maka itu ibarat seorang pelaut yang telah melihat dermaga dari kejauhan, saatnya ia bersiap-siap untuk melabuhkan kapal. Seorang muslim ketika menyadarinya bahwa ia semakin mendekati kematian hendaknya ia semakin bersiap. Segera bertaubat, memperbanyak istighfar, meningkatkan ketaatan, dan selalu mengingat kampung akhirat. Rasulullah saja pada akhir hayatnya semakin sering beristighfar, bertakbir, dan memuji Allah, terlebih lagi pada saat turunnya Surat an-Nashr yang memberi isyarat dekatnya ajal beliau. Aisyah berkata, Rasulullah memperbanyak membaca do’a terlebih ketika rukuk dan sujud: سُبْحَانَكَ اللهم ربنا وبحمدك ، اللهم اغفر لي Maha Suci Engkau wahai Allah, aku memuji-Mu, ampunilah aku. (HR. Bukhari)

Research Repository Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (University of Southampton)
Openalex Percentile: Top 16%
Linguistic, Cultural, and Literary Studies
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.