ARSITEKTUR BAMBU DI ERA DIGITAL: PEMANFAATAN VR DAN AR DALAM VISUALISASI DAN SIMULASI DESAIN

Arsitektur bambu semakin mendapat perhatian di era digital sebagai solusi konstruksi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Bambu memiliki keunggulan dalam ketersediaan, kekuatan, dan fleksibilitas, menjadikannya alternatif material bangunan yang efisien. Namun, tantangan dalam perencanaan dan konstruksi bambu, seperti kompleksitas struktur dan ketahanan material, membutuhkan pendekatan desain yang lebih canggih. Teknologi Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR) menjadi alat penting dalam memvisualisasikan dan mensimulasikan desain arsitektur bambu secara real-time. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana pemanfaatan VR dan AR dapat meningkatkan akurasi desain, efisiensi konstruksi, dan pengalaman pengguna dalam arsitektur bambu. Metode yang digunakan mencakup studi literatur, eksperimen dengan perangkat lunak berbasis VR dan AR, serta analisis komparatif terhadap model konvensional dan berbasis digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan VR dan AR dapat meningkatkan pemahaman terhadap struktur bambu, mempermudah evaluasi desain sebelum konstruksi, serta mengurangi risiko kesalahan perencanaan. Dengan demikian, integrasi teknologi digital dalam arsitektur bambu tidak hanya mempercepat proses desain, tetapi juga mendukung prinsip keberlanjutan dan efisiensi dalam industri konstruksi.

Authors

Publication Details

Journal
Unika Repositor (Unika)
Published
2025-03-07
Primary Topic
Bamboo properties and applications
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

ARSITEKTUR BAMBU DI ERA DIGITAL: PEMANFAATAN VR DAN AR DALAM VISUALISASI DAN SIMULASI DESAIN

Sulistyorini, F, Sulistyorini
Unika Repositor (Unika)
Bamboo properties and applications
article

ARSITEKTUR BAMBU DI ERA DIGITAL: PEMANFAATAN VR DAN AR DALAM VISUALISASI DAN SIMULASI DESAIN

Sulistyorini, F, Sulistyorini
article en

Abstract

Arsitektur bambu semakin mendapat perhatian di era digital sebagai solusi konstruksi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Bambu memiliki keunggulan dalam ketersediaan, kekuatan, dan fleksibilitas, menjadikannya alternatif material bangunan yang efisien. Namun, tantangan dalam perencanaan dan konstruksi bambu, seperti kompleksitas struktur dan ketahanan material, membutuhkan pendekatan desain yang lebih canggih. Teknologi Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR) menjadi alat penting dalam memvisualisasikan dan mensimulasikan desain arsitektur bambu secara real-time. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana pemanfaatan VR dan AR dapat meningkatkan akurasi desain, efisiensi konstruksi, dan pengalaman pengguna dalam arsitektur bambu. Metode yang digunakan mencakup studi literatur, eksperimen dengan perangkat lunak berbasis VR dan AR, serta analisis komparatif terhadap model konvensional dan berbasis digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan VR dan AR dapat meningkatkan pemahaman terhadap struktur bambu, mempermudah evaluasi desain sebelum konstruksi, serta mengurangi risiko kesalahan perencanaan. Dengan demikian, integrasi teknologi digital dalam arsitektur bambu tidak hanya mempercepat proses desain, tetapi juga mendukung prinsip keberlanjutan dan efisiensi dalam industri konstruksi.

Unika Repositor (Unika)
Openalex Percentile: Top 21%
Bamboo properties and applications
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.

ARSITEKTUR BAMBU DI ERA DIGITAL: PEMANFAATAN VR DAN AR DALAM VISUALISASI DAN SIMULASI DESAIN — Sulistyorini, F, Sulistyorini · Unika Repositor (Unika) (2025) | TGRS Research Map | TGRS