PERAN AI DALAM TAHAPAN IDEASI KONSEP ARSITEKTURAL

Kecerdasan buatan (AI) telah merevolusi proses perancangan arsitektur, terutama pada tahap konseptual. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi potensi platform Midjourney sebagai alat ideasi desain berbasis text-to-image. Midjourney dipilih karena kemampuannya menghasilkan visualisasi berkualitas tinggi dengan daya komputasi rendah, sehingga mempermudah eksplorasi desain bagi arsitek. Metode penelitian terdiri dari dua tahap iteratif: brainstorming ide dan enhancing ide. Tahap brainstorming digunakan untuk menghasilkan visualisasi awal berdasarkan prompt yang disusun secara spesifik. Selanjutnya, tahap enhancing melibatkan fitur lanjutan, seperti blending dan retexturing, untuk memperhalus detail desain dan meningkatkan relevansi visual. Proses iterasi ini didukung oleh umpan balik dinamis, memungkinkan pengguna untuk terus menyempurnakan ide hingga mencapai hasil yang diinginkan. Hasil menunjukkan bahwa Midjourney mampu mempercepat proses ideasi dan menghasilkan keragaman alternatif desain yang mendalam. Kombinasi eksplorasi parameter seperti chaos, stylize, dan blending membuka peluang besar bagi arsitek untuk mengeksplorasi ide desain secara efisien. Namun, integrasi AI tetap membutuhkan pendekatan kritis untuk menjaga keseimbangan antara teknologi dan kreativitas manusia, memastikan hasil desain mencerminkan nilai estetika dan fungsi arsitektural.

Authors

Publication Details

Journal
Unika Repositor (Unika)
Published
2025-03-07
Primary Topic
Digital Media and Visual Art
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

PERAN AI DALAM TAHAPAN IDEASI KONSEP ARSITEKTURAL

Peter Ardhianto, Wicaksana Gde Bagus Andhika
Unika Repositor (Unika)
Digital Media and Visual Art
article

PERAN AI DALAM TAHAPAN IDEASI KONSEP ARSITEKTURAL

Peter Ardhianto, Wicaksana Gde Bagus Andhika
article en

Abstract

Kecerdasan buatan (AI) telah merevolusi proses perancangan arsitektur, terutama pada tahap konseptual. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi potensi platform Midjourney sebagai alat ideasi desain berbasis text-to-image. Midjourney dipilih karena kemampuannya menghasilkan visualisasi berkualitas tinggi dengan daya komputasi rendah, sehingga mempermudah eksplorasi desain bagi arsitek. Metode penelitian terdiri dari dua tahap iteratif: brainstorming ide dan enhancing ide. Tahap brainstorming digunakan untuk menghasilkan visualisasi awal berdasarkan prompt yang disusun secara spesifik. Selanjutnya, tahap enhancing melibatkan fitur lanjutan, seperti blending dan retexturing, untuk memperhalus detail desain dan meningkatkan relevansi visual. Proses iterasi ini didukung oleh umpan balik dinamis, memungkinkan pengguna untuk terus menyempurnakan ide hingga mencapai hasil yang diinginkan. Hasil menunjukkan bahwa Midjourney mampu mempercepat proses ideasi dan menghasilkan keragaman alternatif desain yang mendalam. Kombinasi eksplorasi parameter seperti chaos, stylize, dan blending membuka peluang besar bagi arsitek untuk mengeksplorasi ide desain secara efisien. Namun, integrasi AI tetap membutuhkan pendekatan kritis untuk menjaga keseimbangan antara teknologi dan kreativitas manusia, memastikan hasil desain mencerminkan nilai estetika dan fungsi arsitektural.

Unika Repositor (Unika)
Openalex Percentile: Top 16%
Digital Media and Visual Art
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.