Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Gedi(Abelmoschus Manihot L.,) terhadap HistopatologiHepar Tikus Wistar Jantan (Rattus Novergicus)yang Diberi Paparan Asap Rokok

Pendahuluan: Rokok menyebabkan kerusakan hepar akibat stres oksidatif yang memengaruhi sel Kupffer. Penelitian sebelumnya menunjukkan potensi antioksidan daun Gedi (Abelmoschus manihot L.), namun pengaruhnya terhadap sel Kupffer pada tikus yang terpapar asap rokok belum banyak diteliti. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun Gedi terhadap histopatologi jumlah sel Kupffer makrofag pada hati tikus Wistar jantan yang terpapar asap rokok. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan pendekatan Randomized Contorlled Trial (RCT) menggunakan desain post-test control group. Sampel menggunakan 30 ekor tikus Wistar jantan yang dibagi menjadi 5 kelompok : kelompok I (aquadest), kelompok II (paparan asap rokok), kelompok III (ekstrak daun Gedi 0,1 gr), kelompok IV (ekstrak daun Gedi 0,15 gr) dan kelompok V (ekstrak daun Gedi 0,2 gr). Data histopatologi sel Kupffer dianalisis menggunakan mikroskop dengan pewarnaan Hematoksilin-Eosin, diuji dengan uji Kruskal-Wallis dan Mann- Whitney. Hasil: Kelompok dengan dosis ekstrak daun Gedi 0,15gram menunjukkan rata-rata jumlah sel Kupffer terendah (19,17 ± 1,6) dibandingkan kelompok lain, meskipun tidak signifikan secara statistik (p=0,189). Penurunan jumlah sel Kupffer terlihat lebih ringan pada dosis 0,15 gram, mengindikasikan potensi efek imunomodulator. Kesimpulan: Ekstrak daun Gedi berpotensi menurunkan jumlah sel Kupffer pada tikus yang terpapar asap rokok, terutama pada dosis 0,15 gram, namun efeknya belum signifikan. Penelitian lanjutan dengan durasi dan variasi dosis lebih luas diperlukan untuk mengkonfirmasi efektivitas dan mekanisme kerja.

Authors

Publication Details

Journal
Ubaya Repository (University of Surabaya)
Published
2025-10-03
Primary Topic
Medicinal Plant Research
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Gedi(Abelmoschus Manihot L.,) terhadap HistopatologiHepar Tikus Wistar Jantan (Rattus Novergicus)yang Diberi Paparan Asap Rokok

Achmad Hendra Hartawan Wawan, Karuniawan Yusuf Noviandi, Dwi Martha Nur Aditya, Winnie Nirmala Santosa
Ubaya Repository (University of Surabaya)
Medicinal Plant Research
article

Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Gedi(Abelmoschus Manihot L.,) terhadap HistopatologiHepar Tikus Wistar Jantan (Rattus Novergicus)yang Diberi Paparan Asap Rokok

Achmad Hendra Hartawan Wawan, Karuniawan Yusuf Noviandi, Dwi Martha Nur Aditya, Winnie Nirmala Santosa
article en

Abstract

Pendahuluan: Rokok menyebabkan kerusakan hepar akibat stres oksidatif yang memengaruhi sel Kupffer. Penelitian sebelumnya menunjukkan potensi antioksidan daun Gedi (Abelmoschus manihot L.), namun pengaruhnya terhadap sel Kupffer pada tikus yang terpapar asap rokok belum banyak diteliti. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun Gedi terhadap histopatologi jumlah sel Kupffer makrofag pada hati tikus Wistar jantan yang terpapar asap rokok. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan pendekatan Randomized Contorlled Trial (RCT) menggunakan desain post-test control group. Sampel menggunakan 30 ekor tikus Wistar jantan yang dibagi menjadi 5 kelompok : kelompok I (aquadest), kelompok II (paparan asap rokok), kelompok III (ekstrak daun Gedi 0,1 gr), kelompok IV (ekstrak daun Gedi 0,15 gr) dan kelompok V (ekstrak daun Gedi 0,2 gr). Data histopatologi sel Kupffer dianalisis menggunakan mikroskop dengan pewarnaan Hematoksilin-Eosin, diuji dengan uji Kruskal-Wallis dan Mann- Whitney. Hasil: Kelompok dengan dosis ekstrak daun Gedi 0,15gram menunjukkan rata-rata jumlah sel Kupffer terendah (19,17 ± 1,6) dibandingkan kelompok lain, meskipun tidak signifikan secara statistik (p=0,189). Penurunan jumlah sel Kupffer terlihat lebih ringan pada dosis 0,15 gram, mengindikasikan potensi efek imunomodulator. Kesimpulan: Ekstrak daun Gedi berpotensi menurunkan jumlah sel Kupffer pada tikus yang terpapar asap rokok, terutama pada dosis 0,15 gram, namun efeknya belum signifikan. Penelitian lanjutan dengan durasi dan variasi dosis lebih luas diperlukan untuk mengkonfirmasi efektivitas dan mekanisme kerja.

Ubaya Repository (University of Surabaya)
Openalex Percentile: Top 22%
Medicinal Plant Research
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.