Hubungan Jarak Pupil (PD) dengan Kejadian Hipermetropi: Studi Anatomi Antropometri untuk Deteksi Anomali Biometri Okular

Pendahuluan: Anatomi perkembangan memiliki potensi memainkan peran penting dalam deteksi anomali perkembangan tubuh pada manusia. Salah satunya dengan mempelajari perkembangan panjang aksial bola mata sebagai parameter biometri okular untuk mendeteksi kelainan bias penglihatan hipermetropi. Pada penelitian sebelumnya, pengukuran panjang aksial diukur menggunakan Optical Coherence Tomography (OCT), namun dengan pemahaman konsep antropometri dapat dimungkinkan pengukuran panjang aksial bola mata diprediksi melalui pengukuran jarak pupil (PD). Berdasarkan hal tersebut, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan PD dengan kejadian hipermetropi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah warga kota Surabaya dengan usia 35-65 tahun, tanpa riwayat kelainan mata strabismus. Besar sampel dihitung menggunakan rumus Lemeshow estimasi proporsi sampel tunggal, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan convenience sampling. Proses pengumpulan data dimulai dari pengisian lembar informed consent, kuesioner demografi, dan riwayat hipermetropi, serta pengukuran PD menggunakan PD meter. Data yang didapatkan kemudian ditabulasi dan dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil: Total subjek penelitian dalam penelitian ini sebanyak 596 orang, dengan rincian subjek dengan kategori PD rendah (<5.5cm) sebanyak 26 orang (38.5% emetropi; 61.5% hipermetropi). Untuk subjek dengan PD normal (5.5 – 7.0cm) sebanyak 558 orang (29.2% emetropi; 70.8% hipermetropi). Sedangkan subjek dengan PD tinggi (>7.0cm) sebanyak 12 orang (0.0% emetropi; 100.0% hipermetropi. Hasil analisis uji chi-square menunjukkan nilai p<0.05 (p=0.049). Kesimpulan: Terdapat perbedaan hasil pada masing-masing kategori PD terhadap kejadian hipermetropi, yang mengindikasikan bahwa pengukuran PD memiliki potensi untuk dapat digunakan sebagai parameter deteksi kelainan penglihatan hipermetropi.

Authors

Publication Details

Journal
Ubaya Repository (University of Surabaya)
Published
2025-10-02
Primary Topic
Ophthalmology and Visual Impairment Studies
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Hubungan Jarak Pupil (PD) dengan Kejadian Hipermetropi: Studi Anatomi Antropometri untuk Deteksi Anomali Biometri Okular

Sawitri Boengas, Dwi Martha Nur Aditya, Anita Dahliana
Ubaya Repository (University of Surabaya)
Ophthalmology and Visual Impairment Studies
article

Hubungan Jarak Pupil (PD) dengan Kejadian Hipermetropi: Studi Anatomi Antropometri untuk Deteksi Anomali Biometri Okular

Sawitri Boengas, Dwi Martha Nur Aditya, Anita Dahliana
article en

Abstract

Pendahuluan: Anatomi perkembangan memiliki potensi memainkan peran penting dalam deteksi anomali perkembangan tubuh pada manusia. Salah satunya dengan mempelajari perkembangan panjang aksial bola mata sebagai parameter biometri okular untuk mendeteksi kelainan bias penglihatan hipermetropi. Pada penelitian sebelumnya, pengukuran panjang aksial diukur menggunakan Optical Coherence Tomography (OCT), namun dengan pemahaman konsep antropometri dapat dimungkinkan pengukuran panjang aksial bola mata diprediksi melalui pengukuran jarak pupil (PD). Berdasarkan hal tersebut, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan PD dengan kejadian hipermetropi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah warga kota Surabaya dengan usia 35-65 tahun, tanpa riwayat kelainan mata strabismus. Besar sampel dihitung menggunakan rumus Lemeshow estimasi proporsi sampel tunggal, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan convenience sampling. Proses pengumpulan data dimulai dari pengisian lembar informed consent, kuesioner demografi, dan riwayat hipermetropi, serta pengukuran PD menggunakan PD meter. Data yang didapatkan kemudian ditabulasi dan dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil: Total subjek penelitian dalam penelitian ini sebanyak 596 orang, dengan rincian subjek dengan kategori PD rendah (<5.5cm) sebanyak 26 orang (38.5% emetropi; 61.5% hipermetropi). Untuk subjek dengan PD normal (5.5 – 7.0cm) sebanyak 558 orang (29.2% emetropi; 70.8% hipermetropi). Sedangkan subjek dengan PD tinggi (>7.0cm) sebanyak 12 orang (0.0% emetropi; 100.0% hipermetropi. Hasil analisis uji chi-square menunjukkan nilai p<0.05 (p=0.049). Kesimpulan: Terdapat perbedaan hasil pada masing-masing kategori PD terhadap kejadian hipermetropi, yang mengindikasikan bahwa pengukuran PD memiliki potensi untuk dapat digunakan sebagai parameter deteksi kelainan penglihatan hipermetropi.

Ubaya Repository (University of Surabaya)
Openalex Percentile: Top 27%
Ophthalmology and Visual Impairment Studies
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.

Hubungan Jarak Pupil (PD) dengan Kejadian Hipermetropi: Studi Anatomi Antropometri untuk Deteksi Anomali Biometri Okular — Sawitri Boengas, Dwi Martha Nur Aditya, et al. · Ubaya Repository (University of Surabaya) (2025) | TGRS Research Map | TGRS