Socio-cultural Sustainability: Identitas Komunitas Adat Baduy dalam Menghadapi Global Change (sertifikat hak cipta)

Perubahan global merupakan transformasi dalam dimensi lingkungan, social, budaya, ekonomi dan politik. Banyak permasalahan terkait tergerusnya nilai-nilai lokal dari budaya adat yang berfungsi sebagai pertahanan terhadap ancaman modernisasi dan globalisasi. Salah satu yang terkena imbas dari dampak global change adalah komunitas adat, yaitu Baduy. Masyarakat Baduy, yang dikenal dengan ketaatannya yang kuat terhadap adat istiadat tradisional dan penolakannya terhadap pengaruh modern, merupakan kasus yang unik dalam mempelajari keberlanjutan sosial-budaya. Komunitas adat Baduy telah mengalami komodifkasi budaya yang dapat menjadi peluang sekaligus ancaman pergeseran nilai-nilai asli yang dipertahankan sebagai wujud konservasi lingkungan dan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pergeseran nilai-nilai adat sebagai bentuk komodifikasi budaya, peluang dan tantangan komunitas adat Baduy, dalam menghadapi global change, serta strategi socio-cultural sustainability dalam menghadapi global change. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan pedoman Miles and Hubberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pergesaran nilai-nilai adat Baduy. Dari segi ekologis yaitu bentuk tanah yang berubah, kepemilikan lahan di luar Baduy, pengelolaan sampah plastik yang kurang terjaga, dan terdapat beberapa jenis hewan ternak. Aspek ketaatan pada adat dan leluhur, yaitu penggunaan paku dan kayu untuk membuat rumah, dekorasi rumah, dan penggunaan obat-obatan medis. Aspek larangan dan pengendalian diri meliputi penggunaan teknologi dan sosial media, muncul pekerjaan baru, munculnya penggunaan jasa bank, kontribusi dalam pemilu, dan orientasi hidup yang materialistis. Aspek yang bergeser tersebut dinilai sebagai bentuk penyesuaian yang tidak dianggap sebuah pelanggaran adat. Segi keberlanjutan socio-cultural dan lingkungan yaitu revitalisasi aktif praktik budaya melalui pertunjukan, iklan di sosial media, upacara adat, enkulturasi budaya. Menerapkan keadilan sosial melalui komunitas, kohesi sosial dan rasa memiliki antaranggota dilihat dari berbagai kegiatan dan upacara adat yang dipatuhi bersama. Keberlanjutan lingkungan yaitu melalui pengelolaan sumber daya dan pengelolaan lahan melalui padi Huma. Peluang dan tantangan keberlanjutan identitas komunitas adat Baduy yaitu melalui penggunaan teknologi dan pekerjaan baru. Penggunaan teknologi mampu memberikan informasi mengenai informasi budaya Baduy dan produk lokal Baduy. Namun sekaligus menjadi tantangan apabila tidak digunakan dengan bijak. Peluang tersebut merupakan bentuk komodifikasi budaya yang berupa pengenalan. Pekerjaan yang baru seperti tour guide, selebgram, developer rumah, jualan online menjadi peluang untuk memenuhi kebutuhan ekonomi.

Authors

Publication Details

Journal
Research Repository Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (University of Southampton)
Published
2025-11-14
Primary Topic
Legal and Policy Analysis in Indonesia
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Socio-cultural Sustainability: Identitas Komunitas Adat Baduy dalam Menghadapi Global Change (sertifikat hak cipta)

Hayyun Lathifaty Yasri, Hikmah Wifaqi, Rasmuin Rasmuin, Azharotunnafi Azharotunnafi
Research Repository Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (University of Southampton)
Legal and Policy Analysis in Indonesia
article

Socio-cultural Sustainability: Identitas Komunitas Adat Baduy dalam Menghadapi Global Change (sertifikat hak cipta)

Hayyun Lathifaty Yasri, Hikmah Wifaqi, Rasmuin Rasmuin, Azharotunnafi Azharotunnafi
article en

Abstract

Perubahan global merupakan transformasi dalam dimensi lingkungan, social, budaya, ekonomi dan politik. Banyak permasalahan terkait tergerusnya nilai-nilai lokal dari budaya adat yang berfungsi sebagai pertahanan terhadap ancaman modernisasi dan globalisasi. Salah satu yang terkena imbas dari dampak global change adalah komunitas adat, yaitu Baduy. Masyarakat Baduy, yang dikenal dengan ketaatannya yang kuat terhadap adat istiadat tradisional dan penolakannya terhadap pengaruh modern, merupakan kasus yang unik dalam mempelajari keberlanjutan sosial-budaya. Komunitas adat Baduy telah mengalami komodifkasi budaya yang dapat menjadi peluang sekaligus ancaman pergeseran nilai-nilai asli yang dipertahankan sebagai wujud konservasi lingkungan dan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pergeseran nilai-nilai adat sebagai bentuk komodifikasi budaya, peluang dan tantangan komunitas adat Baduy, dalam menghadapi global change, serta strategi socio-cultural sustainability dalam menghadapi global change. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan pedoman Miles and Hubberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pergesaran nilai-nilai adat Baduy. Dari segi ekologis yaitu bentuk tanah yang berubah, kepemilikan lahan di luar Baduy, pengelolaan sampah plastik yang kurang terjaga, dan terdapat beberapa jenis hewan ternak. Aspek ketaatan pada adat dan leluhur, yaitu penggunaan paku dan kayu untuk membuat rumah, dekorasi rumah, dan penggunaan obat-obatan medis. Aspek larangan dan pengendalian diri meliputi penggunaan teknologi dan sosial media, muncul pekerjaan baru, munculnya penggunaan jasa bank, kontribusi dalam pemilu, dan orientasi hidup yang materialistis. Aspek yang bergeser tersebut dinilai sebagai bentuk penyesuaian yang tidak dianggap sebuah pelanggaran adat. Segi keberlanjutan socio-cultural dan lingkungan yaitu revitalisasi aktif praktik budaya melalui pertunjukan, iklan di sosial media, upacara adat, enkulturasi budaya. Menerapkan keadilan sosial melalui komunitas, kohesi sosial dan rasa memiliki antaranggota dilihat dari berbagai kegiatan dan upacara adat yang dipatuhi bersama. Keberlanjutan lingkungan yaitu melalui pengelolaan sumber daya dan pengelolaan lahan melalui padi Huma. Peluang dan tantangan keberlanjutan identitas komunitas adat Baduy yaitu melalui penggunaan teknologi dan pekerjaan baru. Penggunaan teknologi mampu memberikan informasi mengenai informasi budaya Baduy dan produk lokal Baduy. Namun sekaligus menjadi tantangan apabila tidak digunakan dengan bijak. Peluang tersebut merupakan bentuk komodifikasi budaya yang berupa pengenalan. Pekerjaan yang baru seperti tour guide, selebgram, developer rumah, jualan online menjadi peluang untuk memenuhi kebutuhan ekonomi.

Research Repository Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (University of Southampton)
Life in Land
Openalex Percentile: Top 14%
Legal and Policy Analysis in Indonesia
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.