Reflection of Islamic Ideology through the Intersection of Media Discourse and Academic Writing in Islamic Higher Education (sertifikat hak cipta)

Penelitian ini mengkaji bagaimana mahasiswa dari dua perguruan tinggi Islam negeri di Indonesia, UIN Malang dan UIN Bandung, membangun makna evaluatif dalam tulisan akademik mereka dengan memadukan Teori Appraisal dan kerangka etika Adab al-Ikhtilāf. Data penelitian berupa 240 esai mahasiswa yang merespons wacana media global, diperkuat melalui Focus Group Discussion (FGD) dengan dosen pengampu mata kuliah menulis, dianalisis untuk mengungkap pemanfaatan sumber daya judgment, affect, engagement, dan graduation sebagai cerminan orientasi ideologis yang dibentuk oleh etos institusional dan penalaran moral Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa UIN Malang cenderung mengadopsi sikap evaluatif yang tegas, korektif, dan protektif secara doktrinal melalui penggunaan penilaian kategoris, afeksi bernada kecaman moral, posisi dialogis yang kontraktif, serta intensifikasi makna untuk menegaskan iḥqāq al-ḥaqq, yang merefleksikan epistemologi penjagaan batas dan perlindungan nilai-nilai Islam. Sebaliknya, mahasiswa UIN Bandung menampilkan gaya evaluatif yang lebih relasional dan dialogis dengan menonjolkan empati, penilaian bernuansa, keterbukaan dialogis, serta pengelolaan intensitas makna yang berskala, selaras dengan nilai tawāḍuʿ, rahmah, dan iʿtidāl. Temuan FGD mengonfirmasi bahwa perbedaan tersebut berakar pada orientasi pedagogis yang berbeda, di mana UIN Malang menekankan kejelasan argumentasi dan kewaspadaan doktrinal, sementara UIN Bandung mendorong dialog reflektif, literasi emosional, dan koeksistensi etis. Meskipun menunjukkan gaya evaluatif yang kontras, kedua kelompok mahasiswa berbagi komitmen ideologis yang sama, yakni etika Islam yang menjunjung martabat kemanusiaan, pencarian kebenaran (tabayyun), keadilan, dan perbedaan pendapat yang saling menghormati, sehingga menegaskan bahwa bahasa evaluatif dalam pendidikan tinggi Islam bersifat inheren moral dan berperan dalam pembentukan identitas.

Authors

Publication Details

Journal
Research Repository Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (University of Southampton)
Published
2025-12-01
Primary Topic
Islamic Studies and Radicalism
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Reflection of Islamic Ideology through the Intersection of Media Discourse and Academic Writing in Islamic Higher Education (sertifikat hak cipta)

Deny Efita Nur Rakhmawati, Habiba Al Umami
Research Repository Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (University of Southampton)
Islamic Studies and Radicalism
article

Reflection of Islamic Ideology through the Intersection of Media Discourse and Academic Writing in Islamic Higher Education (sertifikat hak cipta)

Deny Efita Nur Rakhmawati, Habiba Al Umami
article en

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana mahasiswa dari dua perguruan tinggi Islam negeri di Indonesia, UIN Malang dan UIN Bandung, membangun makna evaluatif dalam tulisan akademik mereka dengan memadukan Teori Appraisal dan kerangka etika Adab al-Ikhtilāf. Data penelitian berupa 240 esai mahasiswa yang merespons wacana media global, diperkuat melalui Focus Group Discussion (FGD) dengan dosen pengampu mata kuliah menulis, dianalisis untuk mengungkap pemanfaatan sumber daya judgment, affect, engagement, dan graduation sebagai cerminan orientasi ideologis yang dibentuk oleh etos institusional dan penalaran moral Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa UIN Malang cenderung mengadopsi sikap evaluatif yang tegas, korektif, dan protektif secara doktrinal melalui penggunaan penilaian kategoris, afeksi bernada kecaman moral, posisi dialogis yang kontraktif, serta intensifikasi makna untuk menegaskan iḥqāq al-ḥaqq, yang merefleksikan epistemologi penjagaan batas dan perlindungan nilai-nilai Islam. Sebaliknya, mahasiswa UIN Bandung menampilkan gaya evaluatif yang lebih relasional dan dialogis dengan menonjolkan empati, penilaian bernuansa, keterbukaan dialogis, serta pengelolaan intensitas makna yang berskala, selaras dengan nilai tawāḍuʿ, rahmah, dan iʿtidāl. Temuan FGD mengonfirmasi bahwa perbedaan tersebut berakar pada orientasi pedagogis yang berbeda, di mana UIN Malang menekankan kejelasan argumentasi dan kewaspadaan doktrinal, sementara UIN Bandung mendorong dialog reflektif, literasi emosional, dan koeksistensi etis. Meskipun menunjukkan gaya evaluatif yang kontras, kedua kelompok mahasiswa berbagi komitmen ideologis yang sama, yakni etika Islam yang menjunjung martabat kemanusiaan, pencarian kebenaran (tabayyun), keadilan, dan perbedaan pendapat yang saling menghormati, sehingga menegaskan bahwa bahasa evaluatif dalam pendidikan tinggi Islam bersifat inheren moral dan berperan dalam pembentukan identitas.

Research Repository Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (University of Southampton)
Quality Education
Openalex Percentile: Top 18%
Islamic Studies and Radicalism
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.

Reflection of Islamic Ideology through the Intersection of Media Discourse and Academic Writing in Islamic Higher Education (sertifikat hak cipta) — Deny Efita Nur Rakhmawati, Habiba Al Umami · Research Repository Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (University of Southampton) (2025) | TGRS Research Map | TGRS