Dialektika Moderasi Beragama dalam wacana media digital di ruang publik kontemporer (sertifikat hak cipta)

Dalam era digital yang semakin maju, media memiliki peran dominan dalam membentuk wacana publik (media discourse), termasuk dalam isu-isu keberagamaan. Media tidak hanya menjadi sarana komunikasi dan informasi, tetapi juga ruang diskursif yang mampu membentuk opini, persepsi, dan bahkan perilaku masyarakat dalam memahami serta mempraktikkan nilai-nilai keberagamaan. Dalam konteks moderasi beragama, media berfungsi sebagai platform strategis yang dapat memperkuat narasi toleransi, keberagaman, dan dialog lintas agama. Namun, di sisi lain, media juga dapat menjadi instrumen yang memperburuk polarisasi sosial apabila tidak digunakan dengan bijak. Wacana keberagamaan dalam media tidaklah netral; ia dikonstruksi dan dikendalikan oleh berbagai aktor dengan kepentingan yang beragam, termasuk pemerintah, institusi keagamaan, akademisi, dan bahkan kelompok radikal.

Authors

Publication Details

Journal
Research Repository Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (University of Southampton)
Published
2025-10-03
Primary Topic
Islamic Studies and Radicalism
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Dialektika Moderasi Beragama dalam wacana media digital di ruang publik kontemporer (sertifikat hak cipta)

Deny Efita Nur Rakhmawati
Research Repository Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (University of Southampton)
Islamic Studies and Radicalism
article

Dialektika Moderasi Beragama dalam wacana media digital di ruang publik kontemporer (sertifikat hak cipta)

Deny Efita Nur Rakhmawati
article en

Abstract

Dalam era digital yang semakin maju, media memiliki peran dominan dalam membentuk wacana publik (media discourse), termasuk dalam isu-isu keberagamaan. Media tidak hanya menjadi sarana komunikasi dan informasi, tetapi juga ruang diskursif yang mampu membentuk opini, persepsi, dan bahkan perilaku masyarakat dalam memahami serta mempraktikkan nilai-nilai keberagamaan. Dalam konteks moderasi beragama, media berfungsi sebagai platform strategis yang dapat memperkuat narasi toleransi, keberagaman, dan dialog lintas agama. Namun, di sisi lain, media juga dapat menjadi instrumen yang memperburuk polarisasi sosial apabila tidak digunakan dengan bijak. Wacana keberagamaan dalam media tidaklah netral; ia dikonstruksi dan dikendalikan oleh berbagai aktor dengan kepentingan yang beragam, termasuk pemerintah, institusi keagamaan, akademisi, dan bahkan kelompok radikal.

Research Repository Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (University of Southampton)
Reduced inequalities
Openalex Percentile: Top 18%
Islamic Studies and Radicalism
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.