Makam Sunan Bonang Tuban sebagai pranata sosial Islam: Kajian historis dan budaya Islam
Makam wali tidak hanya berfungsi sebagai situs pemakaman tokoh agama, tetapi juga sebagai pranata sosial yang berperan dalam pembentukan norma, otoritas keagamaan, dan relasi sosial masyarakat Muslim. Artikel ini bertujuan menganalisis Makam Sunan Bonang Tuban sebagai pranata sosial Islam melalui pendekatan historis dan budaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan sejarah sosial dan kajian budaya. Data diperoleh melalui studi literatur terhadap sumber-sumber historis, hasil penelitian terdahulu, serta analisis dokumen terkait pengelolaan dan praktik ziarah di Makam Sunan Bonang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Makam Sunan Bonang berfungsi sebagai ruang transmisi nilai keislaman, legitimasi otoritas seligius, dan control simbolik terhadap praktik keagamaan masyarakat. Selain itu, pengelolaan makam mencerminkanadanya relasi kuasa melalui pengaturan ruang, regulasi perilaku peziarah, dan mekanisme pengawasan yang bertujuan menjaga kesakralan sekaligus mendukung kepentingan pelestarian dan pariwisata religi. Dalam konteks modernisasi, makam Sunan Bonang mengalami proses negosiasi antara kesakralan, tradisi local, dan logika ekonomi. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa Makam Sunan Bonang tidak dapat dipahami semata-mata sebagai situs sejarah atau ruang ritual, melainkan sebagai pranata sosial Islam yang dinamis dan berperan penting dalam membentuk keberagaman masyarakat Islam Jawa secara berkelanjutan.
Authors
- Ahmad Ghozi
- M Zainuddin
- Dudung Abdurrahman
- Sri Yahfi
- Nailul Fauziyah
Publication Details
- Journal
- Research Repository Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (University of Southampton)
- Published
- 2025-12-01
- Primary Topic
- Cultural and Religious Practices in Indonesia
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 0.00